Portal Berita Ekonomi Senin, 18 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:01 WIB. IHSG - IHSG turun -0,09% di akhir sesi II.
  • 12:55 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.465 USD/troy ounce
  • 12:53 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 63,33 USD/barel
  • 12:52 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 57,74 USD/barel

Dear Startup, Tak Mau Data Pengguna Bocor? Contek Cara PrivyID Ini

Dear Startup, Tak Mau Data Pengguna Bocor? Contek Cara PrivyID Ini - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Sebagai salah satu perusahaan rintisan (startup) regulator technology, PrivyID erat berhubungan dengan data pribadi pengguna. Oleh karena itu, startup ini menjaganya untuk menanggulangi kebocoran data seperti yang terjadi pada Bukalapak dan Youthmanual beberapa waktu lalu.

CEO PrivyID, Marshall Pribadi memegang prinsip 80/20 dalam menanggulangi potensi peretasan di perusahaannya. Berdasarkan prinsip itu, 80% kasus peretasan terjadi karena faktor sumber daya manusia (SDM), bukan karena teknologi.

"Jadi, dari mana-mana, lebih mudah meretas orang/karyawan daripada meretas sistem. Jadi, yang kami jaga itu kedisiplinan mereka supaya bekerja sesuai prosedur," papar Marshall kepada Warta Ekonomi, Jumat (29/3/2019), di Jakarta.

Contoh kedisiplinan yang dimaksud, seperti port-port server yang tidak terpakai harus ditutup, akses ke server harus menggunakan VPN jika sedang di luar kantor. Hal-hal semacam itu yang kadang dilupakan oleh manusia, padahal mereka mengerti, begitu menurut Marshall.

Baca Juga: Gandeng Dukcapil, Buat TTD Digital di PrivyID Kini Lebih Cepat

Pendiri PrivyID itu berujar, "Di sini ada sanksi terhadap kemalasan seperti itu, jadi kalau melanggar prosedur akan diberi surat peringatan 2."

Sementara dari segi keamanan, data di PrivyID terenkripsi sehingga tak bisa dibaca oleh pengelola sistem, sama seperti pesan di WhatsApp. Teknologi enkripsi lanjutan itu digunakan untuk menjaga kerahasiaan data.

"Data pembuatan tanda tangan elektronik menurut undang-undang itu tidak boleh meninggalkan hardware security modul, jadi dilindungi enkripsi SSL yang ada di server kami," jelas Marshall.

Jadi, dokumen dapat dilihat dari dasbor pengguna secara detail. Namun, admin tak bisa melihat isi dokumennya ketika ingin mengakses database karena dokumen terenkripsi. Begitu pula dengan keamanan foto yang dikirim.

Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri Gunawan berujar, "Kalau prinsipnya PrivyID itu, fotonya nanti dilempar (ke server) tidak sendirian, jadi one-to-end, terus ketemu foto yang paling mirip. Kalau tidak cocok akan ditolak oleh PrivyID, kalau betul jawab ya, jadi tidak ada data yang tertukar."

Baca Juga: Startup TTD Digital PrivyID Tengah Himpun Pendanaan Seri A

Baca Juga

Tag: PrivyID, Keamanan Siber

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: Tanayastri Dini Isna

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,772.00 3,734.27
British Pound GBP 1.00 18,285.73 18,098.18
China Yuan CNY 1.00 2,017.05 1,996.13
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,145.38 14,004.63
Dolar Australia AUD 1.00 9,644.32 9,545.56
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,806.72 1,788.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,396.43 10,289.96
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,646.20 15,484.92
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,406.88 3,369.74
Yen Jepang JPY 100.00 13,002.46 12,869.54

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6128.345 29.395 661
2 Agriculture 1385.589 -12.154 20
3 Mining 1478.551 26.308 49
4 Basic Industry and Chemicals 954.622 15.563 76
5 Miscellanous Industry 1178.252 -5.733 50
6 Consumer Goods 2066.971 -6.238 54
7 Cons., Property & Real Estate 508.022 -0.825 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1141.280 5.153 75
9 Finance 1264.100 13.290 90
10 Trade & Service 786.548 -7.094 165
No Code Prev Close Change %
1 CITY 180 242 62 34.44
2 MPOW 182 244 62 34.07
3 SINI 476 595 119 25.00
4 BOSS 240 300 60 25.00
5 ESIP 276 344 68 24.64
6 POLA 900 1,100 200 22.22
7 NICK 276 334 58 21.01
8 BRAM 11,725 14,050 2,325 19.83
9 KICI 340 400 60 17.65
10 HRTA 292 340 48 16.44
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 496 372 -124 -25.00
2 DEAL 1,150 865 -285 -24.78
3 PURE 1,130 850 -280 -24.78
4 ENVY 2,750 2,070 -680 -24.73
5 JSKY 730 550 -180 -24.66
6 IRRA 590 450 -140 -23.73
7 ARMY 90 71 -19 -21.11
8 RIMO 67 55 -12 -17.91
9 FORZ 326 268 -58 -17.79
10 POSA 71 60 -11 -15.49
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 242 244 2 0.83
2 BBRI 3,940 4,090 150 3.81
3 MNCN 1,405 1,410 5 0.36
4 TCPI 4,490 4,780 290 6.46
5 PURE 1,130 850 -280 -24.78
6 PSAB 264 262 -2 -0.76
7 RIMO 67 55 -12 -17.91
8 BRPT 1,025 1,075 50 4.88
9 SLIS 5,350 5,100 -250 -4.67
10 SKYB 89 79 -10 -11.24