Portal Berita Ekonomi Jum'at, 21 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,59% di akhir sesi I.
  • 08:56 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,03% di awal sesi I.
  • 08:44 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka negatif 0,26% pada level 3.022
  • 08:42 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka negatif 0,57% pada level 27.450
  • 08:41 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,12% terhadap Yuan pada level 7,0304 CNY/USD
  • 08:19 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka negatif 0,25% pada level 3.190
  • 08:18 WIB. Valas - Rupiah dibuka menguat 0,15% terhadap Dollar AS pada level 1.730 IDR/USD
  • 08:14 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Yen pada level 112,08 JPY/USD
  • 08:12 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Poundsterling pada level 1,2884 USD/GBP 
  • 08:10 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,06% terhadap Euro pada level 1,0792 USD/EUR
  • 08:08 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 59,31 USD/barel
  • 08:07 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 53,78 USD/barel
  • 08:04 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.620 USD/troy ounce
  • 08:03 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka positif 0,41% pada level 23.580
  • 08:02 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka negatif 0,86% pada level 2.176

Empat Tahun Terakhir Ekonomi Indonesia Membaik Kok!

Empat Tahun Terakhir Ekonomi Indonesia Membaik Kok! - Warta Ekonomi
WE Online, Padang -

Ekonom Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Dr Unggul Heriqbaldi menilai dalam empat tahun terakhir ekonomi Indonesia membaik di tengah tantangan yang cukup berat.

"Pembangunan ekonomi tujuannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dimensinya banyak, mengacu kepada data Badan Pusat Statistik bisa dilihat secara objektif ada perbaikan," kata dia di Padang, Sabtu (30/3/2019).

Baca Juga: Soal Ekonomi 2018, BI: Kita Patut Bersyukur

Ia menyampaikan hal itu pada Seminar Nasional dengan tema Berselancar di Atas Ombak Inovasi Kunci Menuju Indonesia Sejahtera menghadirkan pembicara staf khusus presiden bidang ekonomi Ahmad Erani Yustika, Ekonom CSIS Dr Fajar B Hirawan, Ekonom Universitas Andalas Prof Werry Darta dan
Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Baiturahmah Dr Yandi Sukri.

Menurut dia ekonomi Indonesia amat bergantung atau berbasis pada komoditas ekspor dan di tengah harga yang masih fluktuatif serta permintaan global yang tak begitu baik.

"Ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh di atas lima persen, tentu saja selain mampu tumbuh juga bisa dilihat kualitas pertumbuhannya seperti terjadinya penurunan angka kemiskinan," kata dia.

Jadi, kata dia, kalau ada pertanyaan apakah saat ini arah ekonomi Indonesia berada di jalur yang tepat jawabannya sudah berada di jalan yang benar.

Terkait dengan adanya kritik sejumlah pihak yang menyatakan saat ini kondisi masyarakat sulit ia mengatakan dimensi kesejahteraan itu beragam.

"Kalau mau melihat dari sisi aset maka ketimpangan saat ini masih cukup tinggi karena satu persen pemilik aset di Indonesia menguasai lebih dari 40 persen aset," kata dia.

Ia melihat ketimpangan terjadi karena pertumbuhan tidak berorientasi pada kualitas karena pada era orde baru ekonomi pernah tumbuh hingga tujuh persen namun terdapat sejumlah kelemahan seperti tidak diikuti pengurangan kemiskinan.

Berikutnya terkait persoalan utang ia melihat pembangunan ekonomi di Indonesia dengan target pertumbuhan lima persen perlu investasi.

Pada tahun depan, tambahnya, Indonesia membutuhkan investasi sebesar Rp5.500 triliun dan dana yang ada dalam negeri tidak cukup, kalau tetap pakai dana dalam negeri konsekuensinya ekonomi tumbuh lebih rendah.

"Oleh sebab itu utang jangan dipandang sebagai beban selama penggunaanya produktif dan masyarakat mari awasi bersama," katanya.

Baca Juga

Tag: Ekonomi Indonesia, perekonomian

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Antara/Muhammad Adimaja

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,680.49 3,643.67
British Pound GBP 1.00 17,831.59 17,652.80
China Yuan CNY 1.00 1,969.31 1,948.60
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,803.68 13,666.33
Dolar Australia AUD 1.00 9,176.69 9,082.64
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,775.78 1,758.07
Dolar Singapura SGD 1.00 9,877.41 9,777.73
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,909.35 14,756.90
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,305.48 3,270.24
Yen Jepang JPY 100.00 12,406.69 12,282.13
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5942.487 13.696 682
2 Agriculture 1293.152 -6.644 22
3 Mining 1454.898 23.213 49
4 Basic Industry and Chemicals 882.997 -1.692 77
5 Miscellanous Industry 1101.999 2.541 51
6 Consumer Goods 1937.534 15.529 57
7 Cons., Property & Real Estate 455.876 -2.662 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1017.481 -0.941 78
9 Finance 1349.188 3.336 92
10 Trade & Service 704.200 -0.648 168
No Code Prev Close Change %
1 MINA 50 67 17 34.00
2 PTIS 72 95 23 31.94
3 DNAR 208 256 48 23.08
4 PSDN 148 180 32 21.62
5 ERTX 110 132 22 20.00
6 BRAM 4,260 5,100 840 19.72
7 DEAL 118 140 22 18.64
8 INTD 200 236 36 18.00
9 PRAS 140 165 25 17.86
10 PCAR 238 272 34 14.29
No Code Prev Close Change %
1 GHON 1,680 1,350 -330 -19.64
2 RELI 185 150 -35 -18.92
3 PDES 875 725 -150 -17.14
4 MREI 5,900 5,000 -900 -15.25
5 INDO 130 112 -18 -13.85
6 PBRX 440 384 -56 -12.73
7 EPMT 2,100 1,850 -250 -11.90
8 JMAS 650 575 -75 -11.54
9 PRIM 328 292 -36 -10.98
10 MTPS 320 286 -34 -10.62
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,490 1,475 -15 -1.01
2 MKNT 50 50 0 0.00
3 TOWR 875 880 5 0.57
4 BBCA 33,475 32,975 -500 -1.49
5 ASPI 300 304 4 1.33
6 BBRI 4,480 4,560 80 1.79
7 KPIG 124 125 1 0.81
8 PGAS 1,530 1,555 25 1.63
9 MDKA 1,260 1,300 40 3.17
10 TLKM 3,620 3,630 10 0.28