Portal Berita Ekonomi Kamis, 18 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:08 WIB. KBS - Krakatau Bandar Samudra Teken Kesepakatan Akuisisi WSB dan MSB.
  • 21:06 WIB. AP II - AP II sedang mengkaji kembali tiga calon lokasi pembangunan Bandara Soekarno-Hatta II.
  • 20:57 WIB. BNI - BNI memproyeksikan penyaluran kredit sektor agribisnis tahun ini akan lebih baik dari realisasi 2018.
  • 20:57 WIB. BNI - BNI memproyeksikan penurunan suku bunga kebijakan BI tahun ini sekitar 25 bps.
  • 20:56 WIB. BNI - BNI memperkuat sistem keamanan digital banking.
  • 20:55 WIB. Garuda - Garuda Indonesia mencatat laba bersih US$20,48 juta pada kuartal I-2019.
  • 20:55 WIB. BNI Syariah - BNI Syariah berharap nantinya 20% pembukaan rekening bisa dilayani secara digital.
  • 20:42 WIB. BNI Syariah - BNI Syariah menargetkan pembukaan rekening online di kuartal 4 2019.
  • 20:42 WIB. KAEF - Kimia Farma menggali potensi penjualan kosmetik di tahun ini.
  • 17:08 WIB. Dividen - MAndom bagikan dividen Rp84,45 miliar. 
  • 17:07 WIB. Amazon - Amazon tutup toko online di China karena kalah saing.
  • 17:06 WIB. ABBA - Usai pemilu, saham ABBA amblas 8,43% di akhir pekan ini. 
  • 17:05 WIB. LPCK - Pemegang saham setujui rights issue Lippo Cikarang sebesar US$200 juta.
  • 17:04 WIB. Rights Issue -  Lippo Karawaci akan rights issue US$730 juta. 
  • 17:03 WIB. Bursa - Nilai investor asing beli berish sore ini mencapai Rp1,43 triliun. 

Empat Tahun Terakhir Ekonomi Indonesia Membaik Kok!

Empat Tahun Terakhir Ekonomi Indonesia Membaik Kok! - Warta Ekonomi
WE Online, Padang -

Ekonom Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Dr Unggul Heriqbaldi menilai dalam empat tahun terakhir ekonomi Indonesia membaik di tengah tantangan yang cukup berat.

"Pembangunan ekonomi tujuannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dimensinya banyak, mengacu kepada data Badan Pusat Statistik bisa dilihat secara objektif ada perbaikan," kata dia di Padang, Sabtu (30/3/2019).

Baca Juga: Soal Ekonomi 2018, BI: Kita Patut Bersyukur

Ia menyampaikan hal itu pada Seminar Nasional dengan tema Berselancar di Atas Ombak Inovasi Kunci Menuju Indonesia Sejahtera menghadirkan pembicara staf khusus presiden bidang ekonomi Ahmad Erani Yustika, Ekonom CSIS Dr Fajar B Hirawan, Ekonom Universitas Andalas Prof Werry Darta dan
Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Baiturahmah Dr Yandi Sukri.

Menurut dia ekonomi Indonesia amat bergantung atau berbasis pada komoditas ekspor dan di tengah harga yang masih fluktuatif serta permintaan global yang tak begitu baik.

"Ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh di atas lima persen, tentu saja selain mampu tumbuh juga bisa dilihat kualitas pertumbuhannya seperti terjadinya penurunan angka kemiskinan," kata dia.

Jadi, kata dia, kalau ada pertanyaan apakah saat ini arah ekonomi Indonesia berada di jalur yang tepat jawabannya sudah berada di jalan yang benar.

Terkait dengan adanya kritik sejumlah pihak yang menyatakan saat ini kondisi masyarakat sulit ia mengatakan dimensi kesejahteraan itu beragam.

"Kalau mau melihat dari sisi aset maka ketimpangan saat ini masih cukup tinggi karena satu persen pemilik aset di Indonesia menguasai lebih dari 40 persen aset," kata dia.

Ia melihat ketimpangan terjadi karena pertumbuhan tidak berorientasi pada kualitas karena pada era orde baru ekonomi pernah tumbuh hingga tujuh persen namun terdapat sejumlah kelemahan seperti tidak diikuti pengurangan kemiskinan.

Berikutnya terkait persoalan utang ia melihat pembangunan ekonomi di Indonesia dengan target pertumbuhan lima persen perlu investasi.

Pada tahun depan, tambahnya, Indonesia membutuhkan investasi sebesar Rp5.500 triliun dan dana yang ada dalam negeri tidak cukup, kalau tetap pakai dana dalam negeri konsekuensinya ekonomi tumbuh lebih rendah.

"Oleh sebab itu utang jangan dipandang sebagai beban selama penggunaanya produktif dan masyarakat mari awasi bersama," katanya.

Tag: Ekonomi Indonesia, perekonomian

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.57 3,718.34
British Pound GBP 1.00 18,368.14 18,184.19
China Yuan CNY 1.00 2,105.18 2,084.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,086.00 13,946.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.75 10,011.83
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,795.40 1,777.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.63 10,303.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,908.73 15,749.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,399.95 3,362.91
Yen Jepang JPY 100.00 12,583.53 12,455.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6507.221 25.680 632
2 Agriculture 1488.400 -0.956 21
3 Mining 1783.288 -3.538 47
4 Basic Industry and Chemicals 848.126 -1.627 71
5 Miscellanous Industry 1355.756 16.130 46
6 Consumer Goods 2546.270 -36.045 52
7 Cons., Property & Real Estate 498.429 6.710 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1164.446 9.331 73
9 Finance 1310.375 20.186 91
10 Trade & Service 811.400 -3.387 156
No Code Prev Close Change %
1 HRME 300 374 74 24.67
2 SAPX 555 690 135 24.32
3 APEX 645 790 145 22.48
4 CNTX 414 496 82 19.81
5 MIDI 1,020 1,200 180 17.65
6 INPP 675 790 115 17.04
7 BBLD 484 565 81 16.74
8 KICI 284 330 46 16.20
9 SSIA 570 660 90 15.79
10 GHON 1,325 1,525 200 15.09
No Code Prev Close Change %
1 INRU 720 600 -120 -16.67
2 TMPO 208 180 -28 -13.46
3 MLPT 1,340 1,200 -140 -10.45
4 KOIN 226 204 -22 -9.73
5 SIPD 800 725 -75 -9.38
6 TPMA 278 252 -26 -9.35
7 TRIO 177 161 -16 -9.04
8 JSKY 1,300 1,185 -115 -8.85
9 BDMN 9,425 8,600 -825 -8.75
10 ABMM 2,200 2,010 -190 -8.64
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 4,340 4,460 120 2.76
2 BBCA 27,475 28,125 650 2.37
3 CPRI 167 177 10 5.99
4 WSKT 2,110 2,160 50 2.37
5 BMRI 7,625 7,800 175 2.30
6 ABBA 178 163 -15 -8.43
7 BGTG 83 82 -1 -1.20
8 UNTR 26,425 26,075 -350 -1.32
9 WIKA 2,330 2,420 90 3.86
10 TLKM 3,870 3,860 -10 -0.26

Recommended Reading