Portal Berita Ekonomi Minggu, 31 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Ini Lho yang Bikin Bukalapak Galau untuk IPO

Ini Lho yang Bikin Bukalapak Galau untuk IPO
WE Online, Jakarta -

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah berulangkali mengajak agar perusahaan-perusahaan startup besar di Indonesia seperti Tokopedia, Go-Jek, hingga Bukalapak untuk dapat melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (initial public offering/IPO) di pasar modal Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, berbagai peraturan pasar modal yang selama ini dianggap menjadi barrier atau penghambat melantainya perusahaan-perusahaan besar itu sudah disederhanakan dan dicarikan solusinya. Namun "kode keras" itu rupanya belum berbalas. Perusahaan-perusahaan rintisan yang kini telah menjelma menjadi kekuatan baru perekonomian nasional itu sebagian besar mengaku belum tertarik untuk IPO dalam waktu dekat.

"Bagi kami IPO itu kan hanya salah satu dari sekian banyak opsi untuk fund rising (pengumpulan dana). IPO sendiri itu tidak kemudian mencerminkan apa-apa atau bahkan sesuatu yang wajib dilakukan. Bahkan perusahaan sebesar Djarum saja enggak IPO kok. Pernah ditanya nggak kenapa mereka enggak IPO? Mungkin sebagian orang menganggap dengan IPO itu akan mengangkat prestise perusahaan karena dengan sudah Tbk, artinya dia perusahaan bonafit. Menurut saya, enggak juga. Banyak juga perusahaan bonafit yang memilih enggak IPO," ujar Co-Founder sekaligus Presiden Bukalapak, Fajrin Rasyid, kepada Warta Ekonomi, akhir pekan ini.

Baca Juga: Jalur Sudah Tersedia, Bukalapak IPO Tahun Ini Enggak Ya?

Namun sebaliknya, karena IPO merupakan salah satu opsi bagi perusahaan untuk mendapatkan pendanaan dari eksternal perusahaan, Fajrin juga enggan bila disimpulkan bahwa Bukalapak sampai kapan pun enggan untuk melakukan IPO.

Menurut Fajrin, akan dilakukan atau tidaknya IPO oleh sebuah perusahaan harus dilihat dari seberapa dibutuhkannya suntikan dana tambahan dari pihak luar untuk membiayai ekspansi atau investasi perusahaan.

"Jadi sebelum membahas apakah Bukalapak tertarik IPO atau nggak, pertanyaan awal yang lebih perlu ditanyakan adalah apakah kita (Bukalapak) dalam beberapa waktu ke depan butuh fund rising? Butuh suntikan dana besar untuk misalnya buat ekspansi atau investasi dalam jumlah besar? Kalau jawabannya belum butuh, ya buat apa IPO? Dan jawaban itu juga enggak bisa berlaku selamanya. Bisa saja saat ini kita bilang belum butuh, tapi enam bulan ke depan kita butuh. Siapa yang tahu kan?" tutur Fajrin.

Baca Juga: Diramal Jadi Decacorn, Ini Jawaban Bukalapak

Bila waktu itu telah tiba, lanjut Fajrin, baru kemudian pihaknya akan mulai mempertimbangkan seluruh opsi pendanaan yang ada. Salah satunya melalui jalur IPO.

"Jadi kita lihat misalnya opsi A plus-minusnya apa saja, opsi pinjaman perbankan seperti apa, dan lain sebagainya. Termasuk juga opsi untuk IPO. Kalau misal opsi lain yang lebih feasible dan menarik untuk kami, ya kami ambil opsi itu. Tapi kalau IPO kita lihat jadi sesuatu yang menarik dan banyak membawa manfaat, maka saat itulah kita akan putuskan bahwa kita akan IPO," tegas Fajrin.

Baca Juga

Tag: Bukalapak, Initial Public Offering (IPO), Bursa Efek Indonesia (BEI)

Penulis: Taufan Sukma

Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: WE

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43