Portal Berita Ekonomi Jum'at, 19 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:15 WIB. BBM - Terjadi peningkatan konsumsi BBM sebanyak 2,4% dan LPG sebanyak 2% di Sumbagut.
  • 21:08 WIB. KBS - Krakatau Bandar Samudra Teken Kesepakatan Akuisisi WSB dan MSB.
  • 21:06 WIB. AP II - AP II sedang mengkaji kembali tiga calon lokasi pembangunan Bandara Soekarno-Hatta II.
  • 20:57 WIB. BNI - BNI memproyeksikan penyaluran kredit sektor agribisnis tahun ini akan lebih baik dari realisasi 2018.
  • 20:57 WIB. BNI - BNI memproyeksikan penurunan suku bunga kebijakan BI tahun ini sekitar 25 bps.
  • 20:56 WIB. BNI - BNI memperkuat sistem keamanan digital banking.
  • 20:55 WIB. Garuda - Garuda Indonesia mencatat laba bersih US$20,48 juta pada kuartal I-2019.
  • 20:55 WIB. BNI Syariah - BNI Syariah berharap nantinya 20% pembukaan rekening bisa dilayani secara digital.
  • 20:42 WIB. BNI Syariah - BNI Syariah menargetkan pembukaan rekening online di kuartal 4 2019.
  • 20:42 WIB. KAEF - Kimia Farma menggali potensi penjualan kosmetik di tahun ini.

Bukan karena Harga Tiket Turun, Garuda Rugi Besar karena. . .

Bukan karena Harga Tiket Turun, Garuda Rugi Besar karena. . . - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pemerintah resmi menaikkan tarif batas bawah pesawat kelas ekonomi menjadi paling rendah sebesar 35% dari tarif batas atas pada akhir pekan lalu, Jumat (29/03/2019). Keputusan tersebut diperkirakan akan membuat sejumlah maskapai penerbangan mengalami kerugian, terutama bagi maskapai penerbangan pelat merah, Garuda Indonesia (Garuda). 

Baca Juga: Kemenhub Tetapkan Tarif Batas Bawah Tiket Pesawat 35% dari Batas Atas

Perkiraan tersebut tidak sepenuhnya tepat karena ekonom Indef, Nailul Huda, menyatakan bahwa Garuda masih bisa mengambil untung meskipun tarif tiket pesawat turun. Pernyataan tersebut diperkuat oleh Garuda melalui pemberlakukan program diskon harga tiket pesawat sebesar 50% untuk periode 31/03/2019 hingga 13/05/2019. 

Baca Juga: Diskon Harga Tiket 50%, Investor Tak Minati Saham Garuda

Ya, Garuda memang tidak akan rugi hanya karena tarif tiket pesawat turun. Namun, di akhir pekan lalu pula, Direktur Utama Garuda, I Gusti Ngurah Askhara, mengungkapkan bahwa Garuda telah mengalami kerugian hingga US$3 juta dolar.

Menurut keterangannya, kerugian itu menjadi dampak dari larangan pengoperasian pesawat Boeing 737 Max 8. Bagaimana tidak merugi, beberapa waktu sebelum larangan itu diutarakan, Garuda tengah memesan 50 unit pesawat Boeing 737 Max 8 dengan setoran uang muka sebesar US$26 juta.

Baca Juga: Larangan Terbang Boeing 737 Max 8 Milik Garuda dan Lion Air Bukan Sanksi, Terus?

"Kalau hasil perhitungan kami, sebulannya bisa mencapai US$3 juta karena (Boeing 737 Max 8) tidak bisa terbang," jelanya di Jakarta.

Ia menambahkan, saat ini status pemesanan pesawat tersebut masih dalam proses finalisasi karena pihak Boeing meminta waktu untuk mengambil keputusan perihal permohonan pembatalan yang diajukan Garuda. 

Selain permohonan pembatalan, Garuda juga mengajukan permohonan perihal pembayaran cicilan tagihan kepada Boeing. Asal tahu saja, Garuda diperkirakan akan terus merugi karena tagihan cicilan pesawat dari perusahaan pembiayaan yang memfasilitasi pembelian pesawat tersebut masih terus berjalan. 

"Penyebab kerugian ada (di) biaya cicilan. Sementara pesawatnya tak bisa terbang sehingga tidak bisa menyumbang pendapatan ke perusahaan," tambahnya. 

 

Tag: PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Boeing

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Antara/Muhammad Iqbal

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.57 3,718.34
British Pound GBP 1.00 18,368.14 18,184.19
China Yuan CNY 1.00 2,105.18 2,084.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,086.00 13,946.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.75 10,011.83
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,795.40 1,777.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.63 10,303.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,908.73 15,749.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,399.95 3,362.91
Yen Jepang JPY 100.00 12,583.53 12,455.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6507.221 25.680 632
2 Agriculture 1488.400 -0.956 21
3 Mining 1783.288 -3.538 47
4 Basic Industry and Chemicals 848.126 -1.627 71
5 Miscellanous Industry 1355.756 16.130 46
6 Consumer Goods 2546.270 -36.045 52
7 Cons., Property & Real Estate 498.429 6.710 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1164.446 9.331 73
9 Finance 1310.375 20.186 91
10 Trade & Service 811.400 -3.387 156
No Code Prev Close Change %
1 HRME 300 374 74 24.67
2 SAPX 555 690 135 24.32
3 APEX 645 790 145 22.48
4 CNTX 414 496 82 19.81
5 MIDI 1,020 1,200 180 17.65
6 INPP 675 790 115 17.04
7 BBLD 484 565 81 16.74
8 KICI 284 330 46 16.20
9 SSIA 570 660 90 15.79
10 GHON 1,325 1,525 200 15.09
No Code Prev Close Change %
1 INRU 720 600 -120 -16.67
2 TMPO 208 180 -28 -13.46
3 MLPT 1,340 1,200 -140 -10.45
4 KOIN 226 204 -22 -9.73
5 SIPD 800 725 -75 -9.38
6 TPMA 278 252 -26 -9.35
7 TRIO 177 161 -16 -9.04
8 JSKY 1,300 1,185 -115 -8.85
9 BDMN 9,425 8,600 -825 -8.75
10 ABMM 2,200 2,010 -190 -8.64
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 4,340 4,460 120 2.76
2 BBCA 27,475 28,125 650 2.37
3 CPRI 167 177 10 5.99
4 WSKT 2,110 2,160 50 2.37
5 BMRI 7,625 7,800 175 2.30
6 ABBA 178 163 -15 -8.43
7 BGTG 83 82 -1 -1.20
8 UNTR 26,425 26,075 -350 -1.32
9 WIKA 2,330 2,420 90 3.86
10 TLKM 3,870 3,860 -10 -0.26

Recommended Reading