Portal Berita Ekonomi Jum'at, 13 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:01 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka positif 0,44% pada level 3.155.
  • 22:00 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka positif 0,70% pada level 28.107.
  • 21:59 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka positif 0,61% pada level 8.707.
  • 21:57 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,34% terhadap Poundsterling pada level 1,3151 USD/GBP.
  • 21:56 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,07% terhadap Euro pada level 1,1122 USD/EUR.
  • 21:29 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Yen pada level 108,61 JPY/USD.
  • 21:27 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.484 USD/troy ounce.
  • 21:23 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 63,91 USD/barel.
  • 21:22 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,87 USD/barel.
  • 16:25 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 1,31% pada level 26.994.
  • 16:25 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,51% pada level 2.137.
  • 16:24 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,14% pada level 23.424.
  • 16:23 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,30% pada level 2.915.
  • 16:23 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,80% pada level 3.198.
  • 16:22 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,53% pada level 7.254.

Bukalapak: Fenomena Online to Offline Mungkin Terjadi di Indonesia

Bukalapak: Fenomena Online to Offline Mungkin Terjadi di Indonesia - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Beberapa pemain e-commerce global seperti Amazon dan Alibaba sudah melakukan shifting atau lebih tepatnya menjalankan model bisnis online bersamaan dengan offline (toko fisik) di negaranya masing-masing. Akankah fenomena tersebut juga terjadi di Indonesia?

Presiden Bukalapak, Fajrin Rasyid berbagi pandangannya mengenai peluang terjadinya online to offline (O2O) di Indonesia. Menurut dia, hal itu mungkin saja terjadi. Namun, bagi Bukalapak sendiri, yang menjadi fokus atau perhatian utamanya adalah masalah investasi yang dibutuhkan untuk membangun toko fisik tergolong besar.

"Di China, ada chain yang mirip dengan kami. Mereka punya warungnya, sudah ada jutaan warung yang lagi-lagi tidak dalam bentuk toko yang bagus, tapi mitra atau warung atau toko tradisional yang menggunakan sistem dari pemain e-commerce. Melihat ke arah sana, saya pikir di Indonesia mungkin saja, tetapi kalau misalkan hal-hal yang membutuhkan investasi besar, ya testing experiment saja begitu (mahal)," kata dia kepada Warta Ekonomi belum lama ini.

Baca Juga: Begini Lho Rencana Bisnis Bukalapak untuk Mitra Warungnya

Kalau uji coba satu model bisnis baru bisa berhasil, baru kemudian perusahaan meningkatkan skalabilitasnya. Sama seperti warung Bukalapak yang inisiasi sebenanrya sudah dimulai sejak 2017 berupa uji coba kecil-kecilan.

"Karena kami engak percaya diri pada saat itu, tapi ternyata going well, baru kami berani ngomongin ini di 2018 pertengahan akhir," tambah Fajrin.

Menurut Fajrin, satu-satunya cara untuk mengetahui apakah fenomena O2O akan sukses atau tidak di Indonesia dengan melakukan uji coba. Pertanyaan selanjutnya, apabila Bukalapak membuat toko fisik sendiri, apa keunggulannya dibanding dengan toko-toko fisik lain yang sudah ada.

"Dibandingkan dengan cost atau investment yang kami keluarkan untuk membangun seperti ini. Compare (bandaingkan) dengan, misalkan yang kami lakukan sekarang bermitra saja dengan warung-warung itu. Mungkin ada yang sudah melakukan seperti itu, ya Warung Pintar, cuma saya kurang tahu persisinya sekarang dia seberapa besar," kata Fajrin.

Baca Juga: Gandeng Warung Pintar, Grab Percepat Inklusi Digital Bisnis Skala Mikro di Indonesia

Baca Juga

Tag: Bukalapak, Startup

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Rosmayanti

Foto: Tanayastri Dini Isna

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,763.16 3,725.51
British Pound GBP 1.00 18,659.16 18,472.10
China Yuan CNY 1.00 2,006.60 1,986.52
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,112.21 13,971.79
Dolar Australia AUD 1.00 9,717.67 9,619.58
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,808.65 1,790.43
Dolar Singapura SGD 1.00 10,404.93 10,298.36
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,723.82 15,563.18
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,398.89 3,361.03
Yen Jepang JPY 100.00 13,004.25 12,871.29

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6139.397 -40.702 668
2 Agriculture 1414.657 -3.491 20
3 Mining 1502.047 -1.615 50
4 Basic Industry and Chemicals 960.180 -10.011 77
5 Miscellanous Industry 1172.074 -1.378 50
6 Consumer Goods 2014.450 -24.760 56
7 Cons., Property & Real Estate 508.320 -7.882 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1107.762 -14.770 76
9 Finance 1303.108 -1.236 90
10 Trade & Service 767.404 -4.271 166
No Code Prev Close Change %
1 ZBRA 54 72 18 33.33
2 NZIA 620 775 155 25.00
3 IFII 240 300 60 25.00
4 AGAR 416 520 104 25.00
5 YULE 160 199 39 24.38
6 REAL 214 266 52 24.30
7 HDFA 125 154 29 23.20
8 LMAS 69 84 15 21.74
9 OMRE 860 1,040 180 20.93
10 PICO 2,890 3,430 540 18.69
No Code Prev Close Change %
1 HOTL 95 63 -32 -33.68
2 INAF 496 372 -124 -25.00
3 MPRO 2,780 2,090 -690 -24.82
4 BVIC 144 119 -25 -17.36
5 KOIN 185 153 -32 -17.30
6 LAND 1,195 1,000 -195 -16.32
7 TAMU 310 260 -50 -16.13
8 ASBI 296 250 -46 -15.54
9 UNIT 181 153 -28 -15.47
10 KAEF 1,385 1,195 -190 -13.72
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 510 505 -5 -0.98
2 MNCN 1,525 1,485 -40 -2.62
3 TLKM 4,050 3,950 -100 -2.47
4 TCPI 5,725 6,175 450 7.86
5 BBRI 4,210 4,250 40 0.95
6 FILM 174 195 21 12.07
7 REAL 214 266 52 24.30
8 ANTM 825 835 10 1.21
9 TOWR 740 740 0 0.00
10 BNLI 1,255 1,310 55 4.38