Menanggapi Wiranto, Menkominfo Justru Fokus Tangani Hoaks dengan UU ITE

Menanggapi Wiranto, Menkominfo Justru Fokus Tangani Hoaks dengan UU ITE Kredit Foto: Agus Aryanto

Menanggapi wacana Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, yang berniat menggunakan Undang-Undang Terorisme (UU Terorisme) untuk memerangi teror hoaks, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, tidak mempermasalahkannya. Pihaknya justru berfokus untuk menangani hoaks dengan UU ITE.

"Masih semacam wacana atau pemikiran (mengenai rencana Wiranto). Kalau Kemenkominfo, fokus kepada UU ITE yang ada saat ini," ujar Rudiantara, Senin (1/4/2019) di Aula Serbaguna Kemenkominfo, Jakarta.

Pria yang menggeluti dunia telekomunikasi itu menambahkan, ada hal lain yang juga perlu diperhatikan dari hoaks, yakni dampak yang dihasilkan setelahnya. Misalnya, seperti hoaks-hoaks terkait pemilu yang semakin meningkat menjelang hari pencoblosan.

Baca Juga: Tarif Pasang Jaringan Operator MRT Mahal, Begini Kata Menkominfo

"Justru yang dikhawatirkan itu luka dari pertarungan yang sangat keras, terutama di medsos, terbawa terus. Kalau sudah begitu, menyembuhkannya juga tidak mudah," tambahnya.

Oleh karena itu, Kemenkominfo berpikir untuk mengadakan kampanye, dengan tujuan menyatukan publik seusai pemilu berakhir. Sehingga 'luka' yang dimaksud Rudiantara tadi akan hilang.

"Jadi Kemenkominfo malah berpikir, selesai pemilu kita kampanye untuk menyatukan semua," ujar Chief RA.

Kemenkominfo sendiri pagi ini melaporkan, terdapat sekitar 453 hoaks, kabar bohong, dan berita mengandung dis/misinformasi pada Maret 2019. 130 di antaranya merupakan hoaks mengenai isu politik.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini