Darmin: Teknologi Digital Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Darmin: Teknologi Digital Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kredit Foto: Antara/Nova Wahyudi

Menko Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan perkembangan teknologi khususnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang bertransformasi menjadi ekonomi digital dapat mendorong perekonomian suatu kota, bahkan negara.

“Salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional melalui pemanfaatan TIK adalah Palapa Ring,” ujar Darmin dalam keterangan tulisnya, Senin (1/4/2019).

Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur TIK berupa pembangunan jaringan serat optik sepanjang 12.148 km di seluruh wilayah Indonesia. Darmin berharap melalui Palapa Ring dapat memacu pertumbuhan dan pemerataan pembangunan sosial ekonomi terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) melalui penyediaan internet berkecepatan tinggi (broadband) yang berkualitas, aman, dan terjangkau.

Baca Juga: Menkominfo Minta Program Literasi Digital Dikaji Ulang

Lebih lanjut dikatakan, dalam pelaksanaannya proyek ini terdiri atas Skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang terdiri dari Palapa Ring Barat, Tengah, dan Timur tersebar di 57 Ibukota Kota Kabupaten (IKK).

Adapun Skema Non-KPBU di 457+3 IKK. Hingga Maret 2019, Palapa Ring Barat, Tengah, dan Non-KPBU telah beroperasi, sementara progres Paket Timur adalah 94.6% dan menyisakan interkoneksi di daerah laut wilayah Maluku dan Papua bagian tengah.

Darmin menjelaskan, pengembangan TIK sebagai salah satu infrastruktur yang dapat menunjang konektivitas dan juga sebagai ruang penciptaan ekonomi sehingga membuka berbagai kesempatan.

Pertama menjadi katalis untuk pertumbuhan berbagai platform bisnis. Nilai kapitalisasi 10 perusahaan platform teratas saat ini lebih tinggi daripada perusahaan konvensional, dan dicapai dalam periode waktu yang lebih singkat.

Baca Juga: Menanggapi Wiranto, Menkominfo Justru Fokus Tangani Hoaks dengan UU ITE

Kedua membuka peluang usaha. Perkembangan digital telah mengubah berbagai bisnis model.

“Salah satunya sharing economy yang dapat meningkatkan nilai ekonomi dengan pemanfaatan aset secara bersama,” tambahnya.

Ketiga dapat meningkatkan kesejahteraan. Aplikasi on-demand services seperti Go-jek, berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat (driver, UKM, dan petani), dan inklusivitas keuangan.

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) itu mengatakan pemanfaatan TIK juga dapat membawa perubahan bagi kegiatan ekonomi di perdesaan, dan pada akhirnya dapat mendorong inklusivitas.

“Saat ini telah banyak platform yang mencoba mendorong sektor agrikultur di perdesaan untuk memanfaatkan teknologi digital, seperti aplikasi Regopantes untuk sektor pertanian, dan aplikasi Aruna untuk sektor perikanan,” pungkasnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini