Portal Berita Ekonomi Sabtu, 25 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:49 WIB. Pelindo I - Pelindo I menyiapkan aspek pelayanan dan kenyamanan penumpang mudik lebaran.
  • 10:39 WIB. Telkomsel - Telkomsel bekerjasama dengan Samsung dan HCI menghadirkan program “Low-Cost Bundling 4G”.
  • 10:37 WIB. Telkom - Telkom membagikan dividen Rp16,23 triliun.
  • 10:36 WIB. Jiwasraya - Jiwasraya menerbitkan MTN Rp500 miliar.
  • 10:35 WIB. Perbankan - Pertumbuhan kredit masih di kisaran 11,05% secara yoy di kuartal I 2019.
  • 10:33 WIB. PSSI - PSSI mendapatkan pinjaman US$10 juta dari Citibank untuk menambah armada kapal.
  • 10:32 WIB. Game Online - Indonesia jadi tuan rumah turnamen PUBG Mobile Asia Tenggara.
  • 10:30 WIB. Pupuk - Pupuk Indonesia menyiapkan 1,32 juta ton stok lebaran.

Amran Komentari Data Terbaru BPS, Begini Katanya

Amran Komentari Data Terbaru BPS, Begini Katanya - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terkini menyebut harga gabah kering panen pada periode Maret 2019 turun, yang mengakibatkan harga beras di penggilingan mengalami penurunan harga.

Imbasnya nilai tukar petani (NTP) turun, lantaran kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga.

Menanggapi data NTP tersebut, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengingatkan bahwa NTP dan nilai tukar usaha pertanian (NTUP) tidak bisa dibaca dari perubahan setiap bulan, melainkan per tahun.

"Terkadang ada orang membaca per bulan. Sedangkan pertanian terutama pangan bersifat musiman sehingga berfluktuasi antarbulan. Semestinya analisisnya dalam kurun waktu panjang sehingga bisa menggambarkan kondisi pertanian secara utuh," kata Amran melalui keterangan tertulisnya, Selasa (2/4/2019).

Baca Juga: Harga Gabah Merosot, JK: Itu Tugas Bulog

Analisis dalam kurun waktu pendek, tambah Amran, bisa menjadi keliru. Karena bisa jadi bulan ini petani dianggap tidak sejahtera karena NTP dan NTUP turun, dan bulan depan berubah drastis menjadi sejahtera karena NTP dan NTUP naik.

Sebaliknya, Amran menjelaskan bahwa hasil analisis dalam kurun waktu yang panjang, akan memperlihatkan kesejahteraan petani yang semakin baik.

Hal ini terekam dalam data BPS, yakni NTUP 2017 sebesar 111,77 poin naik 5,39% dari 2014 sebesar 106,05 poin dan NTP 102,25 poin naik 0,97% dibandingkan 2014 sebesar 102,03 poin.

Masih menggunakan data BPS, Amran menjelaskan, jumlah penduduk miskin di perdesaan yang mayoritas merupakan petani pada Maret 2018 mencapai sebesar 15,81 juta jiwa. Turun 10,88% jika dibandingkan pada Maret 2013 yang berjumlah 17,74 juta jiwa.

Bahan makanan juga dikenal telah memberi andil terbesar dalam menyumbang inflasi. Amran melanjutkan, kenyataannya sektor pertanian juga mampu menjaga inflasi terkendali. Terbukti, data BPS menunjukkan inflasi bahan makanan tetap rendah, yaitu 2017 sebesar 1,26%. Jauh lebih rendah dibandingkan 2014 sebesar 10,57%.

Baca Juga: Data Kurang Valid Jadi Penyebab Pemerintah Lakukan Impor Beras?

"Ini kan menjadi prestasi spektakuler yang belum pernah terjadi selama ini. Dan ini menunjukkan perubahan sangat signifikan di sektor pertanian," tutupnya.

Tag: Nilai Tukar Petani (NTP), Kementerian Pertanian (Kementan), Badan Pusat Statistik (BPS)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Kementan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,873.11 3,833.79
British Pound GBP 1.00 18,390.47 18,203.81
China Yuan CNY 1.00 2,105.00 2,084.12
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,523.00 14,379.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,001.99 9,895.63
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,850.58 1,832.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,523.91 10,415.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,239.62 16,077.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,466.11 3,429.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,250.91 13,115.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6057.353 24.657 633
2 Agriculture 1373.110 2.580 21
3 Mining 1637.715 -11.489 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.150 -0.477 71
5 Miscellanous Industry 1249.820 10.190 46
6 Consumer Goods 2391.895 9.088 52
7 Cons., Property & Real Estate 446.447 1.873 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1120.346 19.080 74
9 Finance 1223.772 6.088 90
10 Trade & Service 792.573 -3.999 156
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 86 116 30 34.88
2 PTSN 835 1,040 205 24.55
3 KONI 214 264 50 23.36
4 KOIN 204 242 38 18.63
5 AKPI 450 530 80 17.78
6 HDFA 112 131 19 16.96
7 TRIM 147 170 23 15.65
8 KOBX 161 180 19 11.80
9 POLY 89 98 9 10.11
10 ANDI 1,670 1,820 150 8.98
No Code Prev Close Change %
1 TAXI 90 59 -31 -34.44
2 CNTX 590 458 -132 -22.37
3 GOLD 530 420 -110 -20.75
4 BRAM 8,225 6,600 -1,625 -19.76
5 DUTI 4,600 3,750 -850 -18.48
6 CANI 193 160 -33 -17.10
7 SKBM 450 376 -74 -16.44
8 MKNT 116 97 -19 -16.38
9 FIRE 10,375 8,925 -1,450 -13.98
10 MBTO 139 122 -17 -12.23
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,055 25 2.43
2 BBRI 3,850 3,850 0 0.00
3 TLKM 3,660 3,750 90 2.46
4 SOCI 196 210 14 7.14
5 BMRI 7,575 7,700 125 1.65
6 JPFA 1,400 1,425 25 1.79
7 FREN 266 284 18 6.77
8 TARA 765 785 20 2.61
9 BBCA 28,025 28,050 25 0.09
10 ERAA 1,105 1,145 40 3.62