Portal Berita Ekonomi Senin, 14 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:32 WIB. GOLD - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.490 USD/troy ounce
  • 20:31 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 59,13 USD/barel
  • 20:30 WIB. OIL- Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 53,44 USD/barel
  • 20:27 WIB. Valas - Dollar menguat 0,02% terhadap Yen pada level 108,31 Yen/USD
  • 20:26 WIB. Valas - Dollar menguat 0,77% terhadap Poundsterling pada level 1,2570 USD/Pound
  • 20:24 WIB. Valas - Dollar menguat 0,14% terhadap Euro pada level 1,1026 USD/Euro
  • 16:12 WIB. Valas - Yuan ditutup negatif 0,39% terhadap USD pada level 7,0617 Yuan/USD
  • 16:07 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,01% terhadap USD pada level Rp. 14.140/USD
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,81% pada level 26.521
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,37% pada level 3.125
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 1,15% pada level 3.007
  • 15:53 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,11% pada level 2.067

Rugi, Kenaikan Tarif Batas Bawah Tiket Pesawat Buat Rugi Konsumen

Rugi, Kenaikan Tarif Batas Bawah Tiket Pesawat Buat Rugi Konsumen - Warta Ekonomi
WE Online, Makassar -

Kebijakan pemerintah melalui Kementerian Perhubungan yang menaikkan tarif batas bawah tiket pesawat dinilai merugikan konsumen. Musababnya, ruang bagi masyarakat mendapatkan harga tiket pesawat yang lebih murah semakin kecil. Kebijakan tersebut juga dinilai bukan solusi atas persoalan industri penerbangan. 

Kementerian Perhubungan diketahui menaikkan tarif batas bawah tiket pesawat sebesar 5%, dari 30% menjadi 35%. Kebijakan itu mulai diberlakukan per 1 April 2019. Kenaikan tarif bawah dilakukan setelah pemerintah melakukan evaluasi atas permintaan maskapai penerbangan, salah satunya PT Garuda Indonesia. 

Baca Juga: Tiket AirAsia Hilang dari OTA, KPPU Panggil Traveloka dan Tiket.com

"KPPU menilai itu semakin memperkecil ruang kreatif bagi pelaku usaha untuk memberikan harga yang lebih murah. Ya iya (merugikan konsumen), memperkecil ruang bagi konsumen mendapatkan harga yang lebih murah, malah semakin tinggi (tarif) batas bawahnya," kata komisioner KPPU, Guntur Syahputra Saragih, di Makassar, Selasa (2/4/2019). 

KPPU secara kelembagaan, Guntur melanjutkan telah menyampaikan pendapat kepada pihak Kementerian Perhubungan terkait kenaikan tarif batas bawah tiket pesawat. "Prinsipnya begini, kebijakan itu menghilangkan potensi adanya consumer surplus, dimana konsumen bisa mendapatkan harga yang murah," ujar dia. 

"Ya faktanya kan malah diperkecil kemungkinan konsumen mendapatkan tiket murah karena adanya kenaikan tarif batas bawah menjadi 35%. Bagi KPPU itu tidak tepat karena tidak menyentuh akar permasalahan," sambung Guntur. 

Baca Juga: Harga Tiket Diturunkan, Maskapai Penerbangan Akan Rugi?

Lebih jauh, ia menyampaikan penanganan perkara dugaan kartel yang ditengarai mempengaruhi harga tiket pesawat masih dalam proses penyelidikan. Hampir tiga bulan berlalu, Guntur mengakui perkara tersebut belum bisa ditingkatkan ke tahap pemberkasan. Investigator KPPU masih mengumpulkan dua alat bukti sebelum menaikkan status perkara itu. 

Menurut Guntur, tidak ada batas waktu tertentu bagi investigator dalam proses penyelidikan dugaan kartel tiket pesawat. Sepanjang ditemukan adanya perkembangan perkara, pihak KPPU berpendapat alokasi waktu penyelidikan yang sudah memakan waktu berbulan-bulan merupakan hal yang wajar. Terlebih, banyak pihak terkait yang harus diperiksa dalam perkara tersebut. 

"Kita anggap ini masih normal karena memang melibatkan banyak pihak pelaku usaha. Jadi ya kita memang memberikan ruang kepada investigator untuk mengumpulkan alat bukti," pungkasnya.

Baca Juga

Tag: PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Bisnis Penerbangan

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Nyoman Hendra Wibowo

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,785.16 3,747.30
British Pound GBP 1.00 17,882.08 17,698.52
China Yuan CNY 1.00 2,009.37 1,988.25
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,196.63 14,055.37
Dolar Australia AUD 1.00 9,628.15 9,529.54
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,809.96 1,791.79
Dolar Singapura SGD 1.00 10,366.29 10,259.39
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,656.04 15,498.86
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,397.95 3,361.72
Yen Jepang JPY 100.00 13,111.04 12,976.98

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6126.877 21.077 657
2 Agriculture 1348.279 -2.319 20
3 Mining 1611.864 -7.561 48
4 Basic Industry and Chemicals 863.719 15.438 74
5 Miscellanous Industry 1148.018 -6.840 50
6 Consumer Goods 2164.148 14.244 54
7 Cons., Property & Real Estate 500.309 -1.443 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1209.995 -9.069 75
9 Finance 1233.976 7.226 90
10 Trade & Service 798.984 2.223 164
No Code Prev Close Change %
1 SLIS 505 630 125 24.75
2 BMAS 240 292 52 21.67
3 TIRA 190 230 40 21.05
4 ISAT 2,680 3,040 360 13.43
5 PALM 210 238 28 13.33
6 VIVA 83 92 9 10.84
7 FITT 81 89 8 9.88
8 INTD 137 150 13 9.49
9 ASRM 2,040 2,230 190 9.31
10 HELI 151 165 14 9.27
No Code Prev Close Change %
1 FREN 220 168 -52 -23.64
2 DUTI 6,850 5,500 -1,350 -19.71
3 AKPI 470 398 -72 -15.32
4 AMAG 320 282 -38 -11.88
5 ITMA 820 725 -95 -11.59
6 TELE 338 304 -34 -10.06
7 BAJA 95 86 -9 -9.47
8 BMSR 93 85 -8 -8.60
9 KIOS 384 352 -32 -8.33
10 MDKI 248 228 -20 -8.06
No Code Prev Close Change %
1 FREN 220 168 -52 -23.64
2 LMAS 61 60 -1 -1.64
3 MAMI 212 220 8 3.77
4 KPIG 130 133 3 2.31
5 MSIN 432 454 22 5.09
6 TCPI 6,825 6,700 -125 -1.83
7 MNCN 1,310 1,310 0 0.00
8 IPTV 510 515 5 0.98
9 ABBA 161 151 -10 -6.21
10 BBRI 3,920 3,920 0 0.00