Portal Berita Ekonomi Sabtu, 20 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 00:23 WIB. EXCL - XL Axiata mencatat trafik data mengalami kenaikan hingga 24% selama periode Pilpres 2019.
  • 00:22 WIB. WTO - Amerika Serikat menang gugatan atas China di WTO soal tarif kuota impor produk komoditas pertanian.
  • 00:19 WIB. ANTM - Antam menargetkan pembangunan smelter nikel di KEK tuntas pada  tahun 2022.
  • 23:55 WIB. ANTM - Antam akan membangun smelter nikel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong mulai tahun 2020.

Indef Ajari Langkah Strategis Gugat Diskriminasi Sawit di Eropa

Indef Ajari Langkah Strategis Gugat Diskriminasi Sawit di Eropa - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pengamat Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Imaduddin Abdullah menyarankan agar pemerintah Indonesia menyiapkan dasar gugatan yang kuat ke Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) terkait diskriminasi Uni Eropa terhadap sawit.

Baca Juga: Diskriminasi Sawit oleh Eropa Kritik bagi Pemerintah

"Untuk melalui WTO ini pertimbangannya banyak, misalnya dasar indonesia untuk melakukan itu apa? Contohnya katakanlah diskriminasi, kalau misalnya diskriminasi, Uni Eropa (UE) hanya mengatakan bahwa sebetulnya kalau impor sawit masih boleh tapi sawit itu tidak dihitung atau dianggap sebagai bagian dari energi terbarukan," kata Imaduddin dilansir dari Antara di Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Dia menjelaskan bahwa UE memberikan beleid untuk negara-negara anggotanya bahwa alokasi energi mereka harus 32 persennya mencakup energi terbarukan pada 2030. Menurut dia, sumber energi terbarukan itu bisa bermacam-macam, bisa dari air, angin maupun dari minyak nabati atau biofuel. Untuk biofuel, bisa bersumber darimana saja.

"Tapi kalau yang bersumber dari sawit mereka tidak akan menghitungnya sebagai energi terbarukan, karena biofuel dari sawit justru dianggap meningkatkan indirect land use change (ILUC), dan akhirnya mendorong emisi," tutur Imaduddin.

Menurut dia, hal tersebut yang perlu menjadi dasar gugatan ke WTO. Uni Eropa pintar karena tidak melarang secara langsung. Melihat pernyataan-pernyataan dari kedutaan, Eropa tidak melarang sawit. Memang tidak ada larangan tapi ini menurunkan insentif bagi negara-negara anggota untuk menggunakan biofuel dari sawit.

"Menurut saya ini yang perlu diperdebatkan, apakah memang sawit itu berkontribusi terhadap ILUC. Kalau kita melihat beberapa penelitian, itu masih terlalu simplifikasi. Asumsi bahwa jika ekspansi sawit terjadi maka akan serta merta menimbulkan deforestasi atau serta merta membuat perubahan penggunaan tanah, ini sebetulnya simplifikasi," ujar Imaduddin.

Imaduddin beralasan bahwa jika mau berbicara lebih dalam, bisa melihat bahwa produktivitas sawit adalah empat ton per hektare, sedangkan minyak nabati lain di bawah satu ton per hektare. Artinya secara otomatis lebih produktif sawit.

Tag: Sawit, Uni Eropa, Institute for Development of Economics and Finance (Indef)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Iggoy el Fitra

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.57 3,718.34
British Pound GBP 1.00 18,368.14 18,184.19
China Yuan CNY 1.00 2,105.18 2,084.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,086.00 13,946.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.75 10,011.83
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,795.40 1,777.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.63 10,303.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,908.73 15,749.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,399.95 3,362.91
Yen Jepang JPY 100.00 12,583.53 12,455.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Feb
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10