Portal Berita Ekonomi Kamis, 14 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 05:34 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup positif 0,07% pada level 3.094
  • 05:30 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup negatif 0,05% pada level 8.482
  • 05:31 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 0,33% pada level 27.783
  • 20:18 WIB. Valas - Dollar menguat 0,09% terhadap Poundsterling pada level 1,2833 USD/Pound
  • 20:15 WIB. Valas - Dollar menguat 0,01% terhadap Euro pada level 1,1008 USD/Euro
  • 20:14 WIB. Valas - Dollar melemah 0,14% terhadap Yen pada level 108,86 Yen/USD
  • 20:12 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.463 USD/troy ounce
  • 20:06 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 61,62 USD/barel
  • 20:05 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 56,57 USD/barel
  • 16:16 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,09% terhadap USD pada level 7,0139 Yuan/USD
  • 16:12 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,17% terhadap USD pada level Rp.14.078/USD
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,82% pada level 26.571
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,83% pada level 3.240
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,33% pada level 2.905
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,35% pada level 7.339

Indef Ajari Langkah Strategis Gugat Diskriminasi Sawit di Eropa

Indef Ajari Langkah Strategis Gugat Diskriminasi Sawit di Eropa - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pengamat Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Imaduddin Abdullah menyarankan agar pemerintah Indonesia menyiapkan dasar gugatan yang kuat ke Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) terkait diskriminasi Uni Eropa terhadap sawit.

Baca Juga: Diskriminasi Sawit oleh Eropa Kritik bagi Pemerintah

"Untuk melalui WTO ini pertimbangannya banyak, misalnya dasar indonesia untuk melakukan itu apa? Contohnya katakanlah diskriminasi, kalau misalnya diskriminasi, Uni Eropa (UE) hanya mengatakan bahwa sebetulnya kalau impor sawit masih boleh tapi sawit itu tidak dihitung atau dianggap sebagai bagian dari energi terbarukan," kata Imaduddin dilansir dari Antara di Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Dia menjelaskan bahwa UE memberikan beleid untuk negara-negara anggotanya bahwa alokasi energi mereka harus 32 persennya mencakup energi terbarukan pada 2030. Menurut dia, sumber energi terbarukan itu bisa bermacam-macam, bisa dari air, angin maupun dari minyak nabati atau biofuel. Untuk biofuel, bisa bersumber darimana saja.

"Tapi kalau yang bersumber dari sawit mereka tidak akan menghitungnya sebagai energi terbarukan, karena biofuel dari sawit justru dianggap meningkatkan indirect land use change (ILUC), dan akhirnya mendorong emisi," tutur Imaduddin.

Menurut dia, hal tersebut yang perlu menjadi dasar gugatan ke WTO. Uni Eropa pintar karena tidak melarang secara langsung. Melihat pernyataan-pernyataan dari kedutaan, Eropa tidak melarang sawit. Memang tidak ada larangan tapi ini menurunkan insentif bagi negara-negara anggota untuk menggunakan biofuel dari sawit.

"Menurut saya ini yang perlu diperdebatkan, apakah memang sawit itu berkontribusi terhadap ILUC. Kalau kita melihat beberapa penelitian, itu masih terlalu simplifikasi. Asumsi bahwa jika ekspansi sawit terjadi maka akan serta merta menimbulkan deforestasi atau serta merta membuat perubahan penggunaan tanah, ini sebetulnya simplifikasi," ujar Imaduddin.

Imaduddin beralasan bahwa jika mau berbicara lebih dalam, bisa melihat bahwa produktivitas sawit adalah empat ton per hektare, sedangkan minyak nabati lain di bawah satu ton per hektare. Artinya secara otomatis lebih produktif sawit.

Baca Juga

Tag: Sawit, Uni Eropa, Institute for Development of Economics and Finance (Indef)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Iggoy el Fitra

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.88 3,736.13
British Pound GBP 1.00 18,188.68 17,999.29
China Yuan CNY 1.00 2,015.12 1,994.84
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,152.41 14,011.59
Dolar Australia AUD 1.00 9,674.59 9,576.92
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.44 1,789.38
Dolar Singapura SGD 1.00 10,385.57 10,276.95
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,583.22 15,426.76
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,410.22 3,373.85
Yen Jepang JPY 100.00 12,986.25 12,853.49

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6142.501 -38.491 660
2 Agriculture 1401.983 -11.934 20
3 Mining 1473.600 -27.895 49
4 Basic Industry and Chemicals 948.028 -1.939 75
5 Miscellanous Industry 1203.370 0.807 50
6 Consumer Goods 2073.718 -13.455 54
7 Cons., Property & Real Estate 508.734 -1.961 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1156.019 -9.299 75
9 Finance 1256.244 -8.117 90
10 Trade & Service 802.369 -5.169 165
No Code Prev Close Change %
1 VINS 135 182 47 34.81
2 ARMY 50 67 17 34.00
3 POSA 50 64 14 28.00
4 MTPS 1,080 1,350 270 25.00
5 SINI 306 382 76 24.84
6 POLA 730 910 180 24.66
7 ARTO 1,735 2,160 425 24.50
8 ARTA 336 418 82 24.40
9 SLIS 4,350 5,350 1,000 22.99
10 BRAM 8,150 9,775 1,625 19.94
No Code Prev Close Change %
1 TGRA 418 314 -104 -24.88
2 DFAM 620 466 -154 -24.84
3 OMRE 1,350 1,015 -335 -24.81
4 BMSR 246 185 -61 -24.80
5 NICK 298 230 -68 -22.82
6 FORZ 384 298 -86 -22.40
7 BOSS 230 179 -51 -22.17
8 SKYB 106 83 -23 -21.70
9 ALKA 500 402 -98 -19.60
10 JIHD 650 525 -125 -19.23
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 248 240 -8 -3.23
2 BBRI 4,000 3,960 -40 -1.00
3 IPTV 505 500 -5 -0.99
4 MNCN 1,430 1,440 10 0.70
5 ANDI 226 238 12 5.31
6 BRPT 990 1,035 45 4.55
7 IRRA 800 705 -95 -11.88
8 SCMA 1,330 1,310 -20 -1.50
9 BHIT 71 71 0 0.00
10 TLKM 4,180 4,150 -30 -0.72