Portal Berita Ekonomi Jum'at, 22 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:38 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,98% pada level 7.309 
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,48% pada level 26.595 
  • 16:26 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,63% pada level 2.885
  • 16:01 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 1,19% pada level 3.230
  • 16:00 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,28% di akhir sesi II.
  • 14:24 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,32% pada level 23.112
  • 14:22 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,26% pada level 2.101
  • 13:33 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.465 USD/troy ounce
  • 13:31 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 63,50 USD/barel
  • 13:30 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,10 USD/barel
  • 11:33 WIB. IHSG - IHSG terkoreksi 0,34% di akhir sesi I.

Ingin Bertahan Hidup, Bisnis Harus Bangun Ekosistem

Ingin Bertahan Hidup, Bisnis Harus Bangun Ekosistem - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Dalam beberapa waktu ke depan akan terjadi perubahan yang sangat signifikan di sektor bisnis di Indonesia. Di mana nantinya kebutuhan untuk membangun ekosistem pada sektor-sektor bisnis perusahaan merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting demi keberlangsungan bisnis dan perusahaan.

Demikian diungkapkan oleh Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance atau Indef, Aviliani dalam diskusi ekonomi dan bisnis di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (2/4/2019). Menurutnya era ke depan adalah era di mana perusahaan tidak lagi bersaing, tapi membangun ekosistem bersama.

“Jadi, bagaimana membangun ekosistem, itu yang bisa survive. Perusahaan yang tidak punya ekosistem ke depan, dia akan mati. Maka, kita harus mulai menggemakan pembentukan ekosistem tersebut,” ujar Aviliani, dalam acara Pembukaan Perdagangan Saham yang digelar oleh Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (IKAFEB) Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya bekerjasama dengan Asosiasi Pedagang Efek Indonesia (APEI).

Baca Juga: 5 Ide Bisnis Dilan, Cuma Modal Dengkul

Dengan pengalaman dan pengamatan selama 15 tahun di dunia perbankan, menurut Aviliani kalau bank tidak membentuk ekosistem akan susah untuk bertahan hidup bahkan berpotensi tergilas. Itu karena sifat pasar dari kalangan milenial yang cenderung menginginkan punya satu produk perbankan namun bisa untuk apa saja.

Karena itu, kebutuhan untuk menciptakan ekosistem pada setiap lini bisnis harus menjadi fokus para pelaku bisnis di sektor manapun. Sebab, cepatnya perkembangan teknologi memengaruhi semua lini bisnis dan perekonomian.

"Jadi, kalau ada perusahaan tutup, itu bukan berarti ekonominya jelek. Tapi mungkin, dia yang tidak bisa mengikuti pasar dan membangun ekosistem di core bisnisnya tersebut," imbuhnya.

Sementara Ketua IKAFEB Unika Atma Jaya, Michell Suharli mengatakan, seremonial pembukaan perdagangan saham mengatakan pembukaan perdagangan saham bersama tokok bidang ekonomi dan bisnis itu memberi pesan kolaborasi sinergi antara ekonom, wirausahawan dan akademisi. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan alumni, pimpinan fakultas dan pimpinan universitas terhadap optimisme kemajuan perekonomian, bisnis dan investasi di Indonesia.

“Kekuatan perekonomian negara akan terbentuk dari penyelenggaraan bursa efek yang sehat, tata kelola perusahaan yang baik dan bertambahnya jumlah emiten dari tahun ke tahun. Hadirnya entrepreneur daur ulang plastik yang menghasilkan devisa dan entrepreneur digital keuangan juga diharapkan membuat bursa efek menjadi lebih kuat lagi,” ujar Michell.

Baca Juga

Tag: Tips Bisnis, Digital Business

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Kumairoh

Foto: Agus Aryanto

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,778.70 3,740.90
British Pound GBP 1.00 18,304.03 18,120.50
China Yuan CNY 1.00 2,017.15 1,996.23
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,170.50 14,029.50
Dolar Australia AUD 1.00 9,624.60 9,527.43
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,811.23 1,793.16
Dolar Singapura SGD 1.00 10,406.48 10,296.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,678.24 15,520.84
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,403.10 3,366.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,043.54 12,910.19

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6117.364 -37.745 662
2 Agriculture 1407.814 0.114 20
3 Mining 1479.884 -7.875 49
4 Basic Industry and Chemicals 938.327 -20.615 76
5 Miscellanous Industry 1177.586 1.391 50
6 Consumer Goods 2047.341 -21.643 54
7 Cons., Property & Real Estate 497.980 -2.889 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1129.754 -11.843 76
9 Finance 1282.724 0.988 90
10 Trade & Service 778.144 -4.796 165
No Code Prev Close Change %
1 SKYB 63 85 22 34.92
2 SQMI 218 272 54 24.77
3 ESIP 530 645 115 21.70
4 MASA 362 438 76 20.99
5 PBSA 312 374 62 19.87
6 KARW 67 80 13 19.40
7 ETWA 62 74 12 19.35
8 BRAM 11,250 13,400 2,150 19.11
9 CNTX 370 430 60 16.22
10 HDFA 130 149 19 14.62
No Code Prev Close Change %
1 COWL 77 52 -25 -32.47
2 PURE 360 270 -90 -25.00
3 DEAL 488 366 -122 -25.00
4 MREI 4,590 3,450 -1,140 -24.84
5 BAYU 1,600 1,210 -390 -24.38
6 POLA 1,010 775 -235 -23.27
7 KONI 650 500 -150 -23.08
8 BMSR 157 124 -33 -21.02
9 JSKY 234 191 -43 -18.38
10 POOL 940 825 -115 -12.23
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 280 294 14 5.00
2 MNCN 1,415 1,405 -10 -0.71
3 JSKY 234 191 -43 -18.38
4 TOWR 670 685 15 2.24
5 PURE 360 270 -90 -25.00
6 IPTV 510 515 5 0.98
7 BBRI 4,220 4,220 0 0.00
8 BHIT 68 68 0 0.00
9 TCPI 5,075 5,075 0 0.00
10 BRPT 1,175 1,215 40 3.40