Portal Berita Ekonomi Rabu, 20 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:18 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka negatif 0,02% pada level 3.121
  • 22:17 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka negatif 0,16% pada level 27.990
  • 22:16 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka positif 0,09% pada level 8.557
  • 20:09 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,12% terhadap Poundsterling pada level 1,2938 USD/Pound
  • 20:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Euro pada level 1,1077 USD/Euro
  • 20:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,06% terhadap Yen pada level 108,75 Yen/USD
  • 20:03 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.469 USD/troy ounce
  • 20:02 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 61,93 USD/barel
  • 20:02 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 56,54 USD/barel
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,71% pada level 3.235
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,85% pada level 2.933
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 1,55% pada level 27.093
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,56% pada level 7.348
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,53% pada level 23.292
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,32% pada level 2.153

PMK 210 Dicabut, Begini Wacana Asosiasi E-Commerce Indonesia

PMK 210 Dicabut, Begini Wacana Asosiasi E-Commerce Indonesia - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pencabutan aturan yang mengatur soal ketentuan pajak terhadap transaksi dagang melalui layanan e-commerce, PMK 210 dinilai sudah tepat oleh para pelaku industrinya. Lebih lanjut, sebagai langkah lanjutan, para pelaku e-commerce yang tergabung dalam idEA berencana membagikan data agregat kepada pemerintah.

Pembagian data agregat itu bertujuan untuk membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran. Hal itu diungkapkan oleh Presiden Bukalapak, Fajrin Rasyid kepada Warta Ekonomi, Kamis (4/4/2019) di GoWork Menara Rajawali, Jakarta.

"Data agregat bukan per merchant tidak detail. Misalnya dari 4 juta lebih pelapak di Bukalapak, berapa yang omsetnya, contoh di atas 4,8 miliar karena dia harusnya PKP (Pengusaha Kena Pajak), akan kami dorong kalau ternyata belum bayar pajak," papar Fajrin.

Namun demikian, bila terbukti pelapak masih didominasi UMKM yang omzetnya masih berada di angka Rp2-3 jutaan, menurut Fajrin, tindakan terhadap mereka seharusnya berbeda dari pelapak yang omzetnya, misalkan di atas Rp4,8 miliar.

Baca Juga: Animasi Nussa dan Rara, Butuh Dukungan dan Promosi Pemerintah

Mantan pengembang situs Indosat itu kemudian berkata, "Mungkin kalau pemerintah mengejar pajaknya (UMKM dengan omzet Rp2-3 juta), tidak worth juga karena kan pemerintah memiliki resource yang terbatas. Mungkin akan fokus di edukasi dan sebagainya."

Pria itu menilai, langkah yang diambil oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah tepat, mengingat kondisi industri e-commerce di Indonesia yang masih berada di tahap awal. Ditambah, dengan banyaknya pelapak yang masih belajar membuka usaha. Menurutnya, tak bisa disamaratakan antara omzet pelapak UMKM dan pelapak dari merek besar.

"Meskipun secara isi sudah lumayan mengakomodasi sesuai dengan yang kami (pelaku industri) pikirkan, tetap saja kalau berjualan di e-commerce harus submit segala macam, bisa jadi merepotkan berbagai pihak sih. Nah, dari sini, pemerintah sepertinya ingin lebih mendukung lagi e-commerce dan ke depannya, let's see how it is," jelas Fajrin lagi.

Rencana pembagian data agregat yang sebelumnya Fajrin jelaskan, perlu didiskusikan dulu supaya tidak melanggar data privasi dan sebagainya. Namun, secara prinsip, idEA selaku asosiasi e-commerce Indonesia mendukung hal itu; pun begitu dengan para pelaku industrinya.

Terakhir, Fajrin meminta pemerintah untuk melanjutkan koordinasi kepada para pelaku industri sebelum mengeluarkan kebijakan baru seputar e-commerce. Khususnya, apabila wacana pembagian data agregat dari pelaku e-commerce kepada pemerintah sudah dilakukan. Dengan begitu, kebijakan pajak terhadap pelapak di e-commerce akan lebih tepat sasaran.

Baca Juga

Tag: E-commerce, Digital Economy

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Kumairoh

Foto: Tanayastri Dini Isna

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,776.29 3,738.51
British Pound GBP 1.00 18,344.76 18,160.82
China Yuan CNY 1.00 2,015.87 1,995.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,161.46 14,020.55
Dolar Australia AUD 1.00 9,621.30 9,522.76
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,808.68 1,790.53
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.25 10,300.90
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,680.98 15,519.35
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,404.20 3,367.09
Yen Jepang JPY 100.00 13,034.02 12,903.14

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6152.090 29.465 662
2 Agriculture 1379.447 -9.112 20
3 Mining 1485.572 -15.475 49
4 Basic Industry and Chemicals 966.315 11.894 76
5 Miscellanous Industry 1179.958 2.642 50
6 Consumer Goods 2068.235 7.578 54
7 Cons., Property & Real Estate 504.784 -3.189 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1133.400 4.587 76
9 Finance 1279.031 12.798 90
10 Trade & Service 782.237 -0.744 165
No Code Prev Close Change %
1 SINI 740 925 185 25.00
2 JTPE 660 825 165 25.00
3 ESIP 430 535 105 24.42
4 TBMS 800 995 195 24.38
5 OCAP 210 258 48 22.86
6 PCAR 1,410 1,700 290 20.57
7 ABBA 104 124 20 19.23
8 MREI 4,000 4,700 700 17.50
9 TIRA 224 250 26 11.61
10 BRPT 1,130 1,245 115 10.18
No Code Prev Close Change %
1 COWL 180 117 -63 -35.00
2 MPOW 183 129 -54 -29.51
3 PURE 640 480 -160 -25.00
4 CITY 220 165 -55 -25.00
5 DEAL 650 488 -162 -24.92
6 ENVY 1,555 1,170 -385 -24.76
7 JSKY 414 312 -102 -24.64
8 FORZ 268 202 -66 -24.63
9 PBSA 402 310 -92 -22.89
10 OMRE 990 770 -220 -22.22
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,410 1,420 10 0.71
2 MAMI 248 250 2 0.81
3 IPTV 505 510 5 0.99
4 KPIG 125 124 -1 -0.80
5 BBRI 4,120 4,190 70 1.70
6 SQMI 280 230 -50 -17.86
7 MSIN 450 456 6 1.33
8 BBTN 1,955 2,070 115 5.88
9 TCPI 5,175 5,100 -75 -1.45
10 TLKM 4,000 4,020 20 0.50