Portal Berita Ekonomi Minggu, 15 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:08 WIB. Peringkat Kemudahan Berbisnis - Singapura (2), Malaysia (12), Thailand (21), China (31), India (63), Vietnam (70), Indonesia (73), Filipina (95)
  • 08:55 WIB. Peringkat Anti Korupsi - Singapura (3), Malaysia (61), India (78), China (87), Indonesia (89), Filipina (99), Thailand (99), Vietnam (117)

Schneider Electric Ikut Ramaikan Pasar Cloud di Indonesia

Schneider Electric Ikut Ramaikan Pasar Cloud di Indonesia - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Satu per satu perusahaan multinasional tertarik masuk dan turut meramaikan pasar layanan jasa cloud di Indonesia. Setelah sebelumnya Amazon, Microsoft hingga Alibaba secara resmi membawa bisnis cloud besutannya ke pasar nasional, kini giliran perusahaan pengelolaan energi dan otomatisasi asal Perancis, Schneider Electric yang melakukan hal serupa.

Melalui teknologi hybrid cloud, Schneider Electric mencoba memperkenalkan sistem pengelolaan data yang dapat disesuaikan dengan kapasitas dan anggaran perusahaan.

"Pertumbuhan bisnis data center di Indonesia telah tumbuh dua kali lipat sejak 2015 hingga 2018 lalu. Tren (pertumbuhan) ini bakal terus berlanjut dengan adanya berbagai pilihan data center yang telah tersedia di pasaran. Para pelaku industri dan ahli teknologi informasi (TI) perlu mengenali berbagai pilihan itu untuk disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan," ujar Presiden Schneider Electric Indonesia, Xavier Denoly di sela acara Schneider Electric Innovation Day 2019 di Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Baca Juga: Setelah Google, Akankah Walmart Luncurkan Layanan Cloud Gaming?

Masing-masing pilihan jasa cloud tersebut, menurut Xavier, bisa saling dikombinasikan dengan sistem pengelolaan datanya, baik melalui fasilitas terpusat (centralized data center on premise), komputasi awan (cloud computing) maupun sistem pusat data lokal (local edge data center).

Misalnya saja untuk jenis perusahaan seperti ritel, perbankan atau institusi pemerintahan yang memiliki banyak kantor cabang di daerah, maka perlu dikombinasikan antara tiga pilihan jasa tersebut guna memastikan kelancaran arus lalu lintas data.

"Selain itu, perusahaan juga harus memastikan ketahanan dan keberlangsungan operasional di dalam ekosistem data center yang makin kompleks. Hal ini dapat dilakukan dengan strategi pengelolaan energi yang lebih andal dan efisien dalam satu platform," ujar Vice President of Secure Power Division Schneider Electric Indonesia, Yana Achmad Haikal, dalam kesempatan yang sama.

Kegiatan operasional data center, dikatakan Yana, membutuhkan pantauan 24 jam nonsetop. Beberapa hal krusial yang perlu diperhatikan, di antaranya soal pasokan listrik, pengaturan suhu, kelembaban udara hingga identifikasi potensi kerusakan perangkat.

"Untuk kebutuhan ini kami punya produk bernama EcoStruxure IT, yaitu teknologi berbasis internet of thing (IoT) yang dapat dimanfaatkan sebagai manajemen tools untuk data center sehingga kinerja infrastruktur data center dapat didorong lebih maksimal sekaligus mengurangi berbagai risiko lain," tutur Yana.

Baca Juga: Dell EMC Rilis Peningkatan Proteksi Data, Pelanggan Makin Terlindungi di Era Multi-Cloud

Baca Juga

Tag: Cloud, PT Schneider Electric Indonesia

Penulis: Taufan Sukma

Editor: Rosmayanti

Foto: Schneider Electric

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,747.08 3,709.59
British Pound GBP 1.00 18,951.81 18,757.67
China Yuan CNY 1.00 2,014.21 1,993.88
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,051.91 13,912.09
Dolar Australia AUD 1.00 9,726.73 9,622.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.56 1,782.46
Dolar Singapura SGD 1.00 10,394.96 10,285.44
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,708.63 15,550.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,395.00 3,357.16
Yen Jepang JPY 100.00 12,830.45 12,701.63

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6197.318 57.921 668
2 Agriculture 1424.860 10.203 20
3 Mining 1528.809 26.762 50
4 Basic Industry and Chemicals 976.378 16.198 77
5 Miscellanous Industry 1215.025 42.951 50
6 Consumer Goods 2023.673 9.223 56
7 Cons., Property & Real Estate 506.323 -1.997 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1122.442 14.680 76
9 Finance 1313.749 10.641 90
10 Trade & Service 768.113 0.709 166
No Code Prev Close Change %
1 ZBRA 72 97 25 34.72
2 IFII 300 374 74 24.67
3 TAMU 260 324 64 24.62
4 DWGL 180 218 38 21.11
5 UNIT 153 182 29 18.95
6 TIRA 214 252 38 17.76
7 MEGA 5,750 6,750 1,000 17.39
8 BIRD 2,470 2,890 420 17.00
9 NICK 260 300 40 15.38
10 SINI 1,200 1,350 150 12.50
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 79 52 -27 -34.18
2 IBFN 318 246 -72 -22.64
3 YULE 199 154 -45 -22.61
4 AMAG 302 234 -68 -22.52
5 LMSH 398 310 -88 -22.11
6 BIKA 197 160 -37 -18.78
7 BVIC 119 98 -21 -17.65
8 BKSW 172 142 -30 -17.44
9 PEGE 230 190 -40 -17.39
10 HERO 875 725 -150 -17.14
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,485 1,590 105 7.07
2 IPTV 505 510 5 0.99
3 TLKM 3,950 3,990 40 1.01
4 BNLI 1,310 1,275 -35 -2.67
5 TCPI 6,175 6,200 25 0.40
6 REAL 266 298 32 12.03
7 ADRO 1,475 1,590 115 7.80
8 BBRI 4,250 4,280 30 0.71
9 ASII 6,550 6,850 300 4.58
10 ACES 1,590 1,550 -40 -2.52