Portal Berita Ekonomi Selasa, 31 Maret 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:08 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 4,45% pada level 2.416.
  • 18:08 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,90% pada level 2.747.
  • 17:55 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,04% pada level 1.717.
  • 17:53 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 1,57% pada level 19.084.
  • 17:25 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,32% pada level 23.175.

Schneider Electric Ikut Ramaikan Pasar Cloud di Indonesia

Schneider Electric Ikut Ramaikan Pasar Cloud di Indonesia - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Satu per satu perusahaan multinasional tertarik masuk dan turut meramaikan pasar layanan jasa cloud di Indonesia. Setelah sebelumnya Amazon, Microsoft hingga Alibaba secara resmi membawa bisnis cloud besutannya ke pasar nasional, kini giliran perusahaan pengelolaan energi dan otomatisasi asal Perancis, Schneider Electric yang melakukan hal serupa.

Melalui teknologi hybrid cloud, Schneider Electric mencoba memperkenalkan sistem pengelolaan data yang dapat disesuaikan dengan kapasitas dan anggaran perusahaan.

"Pertumbuhan bisnis data center di Indonesia telah tumbuh dua kali lipat sejak 2015 hingga 2018 lalu. Tren (pertumbuhan) ini bakal terus berlanjut dengan adanya berbagai pilihan data center yang telah tersedia di pasaran. Para pelaku industri dan ahli teknologi informasi (TI) perlu mengenali berbagai pilihan itu untuk disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan," ujar Presiden Schneider Electric Indonesia, Xavier Denoly di sela acara Schneider Electric Innovation Day 2019 di Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Baca Juga: Setelah Google, Akankah Walmart Luncurkan Layanan Cloud Gaming?

Masing-masing pilihan jasa cloud tersebut, menurut Xavier, bisa saling dikombinasikan dengan sistem pengelolaan datanya, baik melalui fasilitas terpusat (centralized data center on premise), komputasi awan (cloud computing) maupun sistem pusat data lokal (local edge data center).

Misalnya saja untuk jenis perusahaan seperti ritel, perbankan atau institusi pemerintahan yang memiliki banyak kantor cabang di daerah, maka perlu dikombinasikan antara tiga pilihan jasa tersebut guna memastikan kelancaran arus lalu lintas data.

"Selain itu, perusahaan juga harus memastikan ketahanan dan keberlangsungan operasional di dalam ekosistem data center yang makin kompleks. Hal ini dapat dilakukan dengan strategi pengelolaan energi yang lebih andal dan efisien dalam satu platform," ujar Vice President of Secure Power Division Schneider Electric Indonesia, Yana Achmad Haikal, dalam kesempatan yang sama.

Kegiatan operasional data center, dikatakan Yana, membutuhkan pantauan 24 jam nonsetop. Beberapa hal krusial yang perlu diperhatikan, di antaranya soal pasokan listrik, pengaturan suhu, kelembaban udara hingga identifikasi potensi kerusakan perangkat.

"Untuk kebutuhan ini kami punya produk bernama EcoStruxure IT, yaitu teknologi berbasis internet of thing (IoT) yang dapat dimanfaatkan sebagai manajemen tools untuk data center sehingga kinerja infrastruktur data center dapat didorong lebih maksimal sekaligus mengurangi berbagai risiko lain," tutur Yana.

Baca Juga: Dell EMC Rilis Peningkatan Proteksi Data, Pelanggan Makin Terlindungi di Era Multi-Cloud

Baca Juga

Tag: Cloud, PT Schneider Electric Indonesia

Penulis: Taufan Sukma

Editor: Rosmayanti

Foto: Schneider Electric

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,371.05 4,326.41
British Pound GBP 1.00 20,364.49 20,155.36
China Yuan CNY 1.00 2,315.45 2,292.02
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,417.68 16,254.32
Dolar Australia AUD 1.00 10,088.66 9,986.65
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,117.70 2,096.57
Dolar Singapura SGD 1.00 11,503.42 11,384.97
EURO Spot Rate EUR 1.00 18,217.06 18,029.29
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,774.18 3,723.78
Yen Jepang JPY 100.00 15,303.58 15,144.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4414.500 -131.071 686
2 Agriculture 900.830 -34.518 22
3 Mining 1158.862 -32.969 49
4 Basic Industry and Chemicals 557.766 -28.046 77
5 Miscellanous Industry 715.479 -41.388 51
6 Consumer Goods 1561.395 -62.619 57
7 Cons., Property & Real Estate 337.556 -5.272 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 789.105 -4.574 79
9 Finance 979.429 -30.165 92
10 Trade & Service 573.701 -6.984 170
No Code Prev Close Change %
1 AMAN 192 258 66 34.38
2 ACST 128 172 44 34.38
3 NASA 199 250 51 25.63
4 ARTO 472 590 118 25.00
5 IBFN 240 300 60 25.00
6 PDES 490 610 120 24.49
7 CARE 244 294 50 20.49
8 IPCM 100 120 20 20.00
9 GOLD 160 192 32 20.00
10 RMBA 230 270 40 17.39
No Code Prev Close Change %
1 ZINC 200 186 -14 -7.00
2 GGRM 44,000 40,925 -3,075 -6.99
3 AMOR 2,580 2,400 -180 -6.98
4 BFIN 258 240 -18 -6.98
5 SMRA 430 400 -30 -6.98
6 TKIM 4,300 4,000 -300 -6.98
7 JSKY 86 80 -6 -6.98
8 MBAP 1,650 1,535 -115 -6.97
9 ITMG 7,900 7,350 -550 -6.96
10 LPPF 1,365 1,270 -95 -6.96
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 27,550 27,475 -75 -0.27
2 BBRI 3,230 3,010 -220 -6.81
3 TLKM 3,090 3,140 50 1.62
4 REAL 56 54 -2 -3.57
5 KLBF 1,010 1,045 35 3.47
6 TOWR 680 635 -45 -6.62
7 UNVR 6,800 6,425 -375 -5.51
8 IPTV 390 382 -8 -2.05
9 PGAS 760 730 -30 -3.95
10 TCPI 5,000 4,840 -160 -3.20