Portal Berita Ekonomi Rabu, 24 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:50 WIB. Acer - Acer rilis dua Chromebook khusus untuk pekerja frontliner.
  • 20:49 WIB. Huawei - Huawei pastikan ponsel layar lipatnya Mate X meluncur pertengahn tahun ini.
  • 20:49 WIB. SnapChat - Pengguna aktif harian SnapChat meningkat jadi 190 juta.
  • 20:48 WIB. Oppo - Oppo rilis F11 Pro edisi Avengers Endgame, harganya Rp5,299 juta.
  • 20:48 WIB. Danamart - Danamart target salurkan Rp200 miliar tahun ini.
  • 20:21 WIB. Alibaba - Alibaba Cloud kuasai 19,6% pasar Asia Pasifik untuk IaaS dan IUS.

Setelah IoT Kini Ada AIoT, Apa Lagi Itu?

Setelah IoT Kini Ada AIoT, Apa Lagi Itu? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PT Synnex Metrodaya Indonesia (SMI) baru-baru ini menjalin kemitraan dengan Intel Corporation untuk menjadi mitra bisnis internet of things (IoT) Solution Aggregator di Indonesia. Melalui kolaborasi tersebut, SMI juga akan menginisiasi artificial intelligence of things (AIoT) dengan meluncurkan kompetisi OpernVINO.

Apa itu AIoT? Dari namanya sekilas sudah terlihat jelas, ini pasti IoT dengan kecerdasan buatan di dalamnya. Seperti dikutip dari Disruptionhub, pada 2022, lebih dari 80% proyek IoT perusahaan diprediksi akan menampilkan komponen AI. Artinya, ekspansi IoT, peningkatan konektivitas, dan kematangan AI itu sendiri, merupakan hal yang penting.

Konvergensi berbagai teknologi adalah strategi dan tren, yakni dengan menggabungkan berbagai kemampuannya untuk menciptakan hasil yang lebih baik. Dengan menggabungkan AI dan IoT, obyek yang terhubung berubah dari sensor pasif menjadi mesin pembelajaran data.

Baca Juga: Ajib! Kapal Pesiar Carnival Pakai IoT dan AI Wujudkan Smart City di Samudra

IoT mendapatkan manfaat dari kemampuan analisis data lanjutan AI, sedangkan aplikasi AI menerima informasi secara real-time dari jaringan yang luas. Tanpa AI, data yang bersirkulasi dalam IoT akan gagal mencapai potensi penuhnya, dan tanpa IoT, sistem AI akan kosong tanpa data yang kaya.

Contoh AIoT yang paling jelas digunakan adalah dalam produk ritel. Smart speakers misalnya, secara aktif melakukan adaptasi dengan perubahan yang terjadi di lingkungan penggunanya. Peralatan atau produk pintar rumah tangga lainnya pun melakukan hal yang sama.

Karena itu, dalam industri IoT, pentingnya AI dalam jaringan yang terhubung menjadi lebih jelas. IIoT meningkatkan sistem industri dengan meningkatkan komunikasi machine to machine dan human to machine, dan dengan memanfaatkan data sensor untuk membuat jaringan berjalan lebih efisien. Dengan mnambahkan kekuatan AI, rantai pasokan akan menjadi lebih sehat, lebih terhubung, dan terhindar dari kerentanan kerusakan.

Menerapkan AI ke perangkat IoT juga merupakan langkah menuju data IoT sebagai layanan. Informasi yang dikumpulkan oleh sesuatu yang cerdas akan menginformasikan cara mengambil keputusan. Ini menunjukkan perpindahan dari produk ke layanan, memaksa produk untuk menawarkan manfaat lebih dari fungsionalitas kepada pengguna. Melalui AIoT, obyek akan memaksimalkan potensinya baik dalam jaringan maupun sebagai perangkat yang berdiri sendiri.

Baca Juga: AI IBM Bisa Prediksi Pekerja yang Mau Resign, 95% Akurat

Sementara kompetisi OpenVINO yang digagas oleh SMI dan Intel, ialah untuk menciptakan toolkit yang memungkinkan bisnis menerapkan computer vision dan belajar mencari solusi secara mendalam dengan cepat dan lebih efektif di beberapa aplikasi. Intel AI sendiri, yang saat ini dalam tahap produksi, menawarkan berbagai perangkat, mulai dari piranti lunak untuk mengembangkan perangkat sehingga dapat berkembang sebagai solusi AI.

Tag: Artificial Intelligence of Things (AIoT), Artificial Intelligence, Internet of Things (IoT)

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Rosmayanti

Foto: Microsoft Indonesia

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,782.13 3,743.97
British Pound GBP 1.00 18,347.13 18,157.82
China Yuan CNY 1.00 2,110.41 2,089.28
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,183.00 14,041.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,986.25 9,883.46
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,808.85 1,790.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.96 10,334.90
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,907.65 15,742.77
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,433.31 3,396.47
Yen Jepang JPY 100.00 12,678.11 12,548.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6447.885 -14.937 632
2 Agriculture 1442.951 -28.467 21
3 Mining 1811.281 -5.209 47
4 Basic Industry and Chemicals 822.905 -12.606 71
5 Miscellanous Industry 1326.618 -0.874 46
6 Consumer Goods 2506.178 -0.702 52
7 Cons., Property & Real Estate 493.676 2.433 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1162.416 -0.583 73
9 Finance 1299.327 -4.382 91
10 Trade & Service 818.653 3.375 156
No Code Prev Close Change %
1 CAKK 113 141 28 24.78
2 OASA 300 374 74 24.67
3 MBSS 600 705 105 17.50
4 WIIM 256 300 44 17.19
5 KONI 272 318 46 16.91
6 MKPI 15,000 17,175 2,175 14.50
7 FAST 2,100 2,400 300 14.29
8 HDFA 142 162 20 14.08
9 ARTA 406 458 52 12.81
10 MTPS 920 1,035 115 12.50
No Code Prev Close Change %
1 HRME 580 460 -120 -20.69
2 CNTX 570 454 -116 -20.35
3 CPRI 131 112 -19 -14.50
4 ALKA 390 340 -50 -12.82
5 TRIO 121 108 -13 -10.74
6 BUVA 124 111 -13 -10.48
7 LMSH 620 555 -65 -10.48
8 TMPO 178 160 -18 -10.11
9 GSMF 123 111 -12 -9.76
10 MYTX 83 75 -8 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 CPRI 131 112 -19 -14.50
2 JPFA 1,765 1,675 -90 -5.10
3 CAKK 113 141 28 24.78
4 ERAA 1,585 1,655 70 4.42
5 SWAT 118 124 6 5.08
6 CPIN 6,050 5,625 -425 -7.02
7 TLKM 3,850 3,840 -10 -0.26
8 APII 184 185 1 0.54
9 ACES 1,625 1,630 5 0.31
10 BBRI 4,430 4,400 -30 -0.68