Portal Berita Ekonomi Kamis, 22 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:04 WIB. Imigran - Turki perpanjang waktu sampai 30 Oktober untuk para pengungsi tak terdaftar pergi dari Istanbul
  • 16:01 WIB. IHSG - IHSG ditutup melemah 0,22% di Kamis sore.
  • 15:58 WIB. AS - Permohonan kredit mortgage di AS alami penurunan
  • 14:26 WIB. Suku bunga - BI Rate turun 25 bps menjadi 5,5%.
  • 13:38 WIB. Korea - Pemerintah Korsel tidak akan memperpanjang pengurangan pajak sementara bahan bakar
  • 13:34 WIB. China - PBOC suntikkan 60 M Yuan ke pasar melalui 7 Day Reverse Repo dengan tingkat bunga 2,55%
  • 11:18 WIB. ADHI - Adhi Karya masih akan menerima pembayaran Rp3,1 triliun dari pekerjaan proyek LRT hingga akhir 2019.
  • 10:18 WIB. SMBR - Semen Baturaja mencatat pertumbuhan penjualan 2%.
  • 10:03 WIB. JSMR - Tiga jalan tol Jasa Marga akan beroperasi di akhir 2019.
  • 09:49 WIB. JSMR - Jasa Marga mempertimbangkan penerbitan obligasi dengan nilai Rp1 triliun-Rp2 triliun.

Kemenhub Ajak KAI-KCI Bentuk Satgas Atasi Gangguan Operasional KRL

Kemenhub Ajak KAI-KCI Bentuk Satgas Atasi Gangguan Operasional KRL - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggelar rapat dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Kereta Commuter Indonesia. Agenda tersebut dihadiri langsung Menteri Budi Karya Sumadi.

Menteri Budi dalam pertemuan tersebut meminta PT KAI membentuk tim khusus untuk mencari cara menghadapi cuaca ekstrem yang sering mengganggu.

Hal tersebut dilakukan untuk merespons kondisi cuaca ekstrim hujan disertai petir yang melanda sejumlah daerah beberapa waktu belakangan ini. Kondisi ini mengakibatkan operasional sejumlah moda transportasi termasuk kereta Commuterline Jabodetabek terganggu beberapa kali, seperti mengalami gangguan persinyalan dan sistem kelistrikan sehingga berhenti beroperasi.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada masyarakat pengguna Commuterline Jabodetabek yang harus menggunakan moda transportasi lain.

Baca Juga: KRL Sering Gangguan, Menhub Bentuk Satgas

"Jangka pendek saya minta PT KAI membuat task force (satuan tugas/satgas) untuk menyelesaikan pekerjaan itu, jadi secara khusus katakan berkaitan dengan petir sudah dibentuk suatu tim untuk menganalisis beberapa kejadian itu, menyelesaikan dengan cara-cara teknis yang baik," jelas Budi dalam keterangannya, Kamis (4/4/2019).

Pada kesempatan tersebut, Menhub menilai kondisi prasarana perkeretaapian di Jabodetabek sudah cukup lama dan diperlukan pembaruan. Kondisi tersebut mendukung terjadinya gangguan operasional kereta dengan intensitas yang cukup sering.

"Beberapa hal yang kami dapat simpulkan bahwa peralatan (prasarana perkeretaapian) yang ada di Jabodetabek ini pada usia yang memang sedikit lanjut dan terdapat beberapa kejadian ekstrim, baik itu cuaca, hujan maupun petir. Tim task force ini menyelesaikan hal-hal yang katakan berkaitan dengan rel dan lain sebagainya pada titik-titik yang sudah diindikasikan bermasalah," paparnya.

Baca Juga: Dicecar Anggota DPR soal KRL Anjlok, Begini Jawaban Anak Buah Budi Karya...

Menhub menargetkan rencana jangka pendek ini harus diselesaikan dalam waktu dekat. Terkait prasarana yang sudah termakan usia, Menhub memerintahkan pihaknya berkoordinasi dengan PT KAI merencanakan investasi yang diperlukan pembaruan prasarana, seperti rel dan listrik aliran atas (LAA).

Menhub berharap dengan adanya tim task force ini, jika ada kejadian terhambatnya operasional kereta Commuterline Jabodetabek akibat cuaca ekstrim, dapat lebih diantisipasi sehingga tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat.

Tag: Kereta Rangkaian Listrik (KRL), PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI), PT Kereta Commuter Indonesia (KCI)

Penulis: Bambang Ismoyo

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,814.36 3,776.30
British Pound GBP 1.00 17,357.69 17,183.97
China Yuan CNY 1.00 2,029.37 2,009.22
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,305.00 14,163.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,691.64 9,592.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,824.22 1,806.09
Dolar Singapura SGD 1.00 10,341.21 10,234.86
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,864.25 15,705.35
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,427.58 3,390.31
Yen Jepang JPY 100.00 13,438.23 13,301.09

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6252.967 -42.771 651
2 Agriculture 1352.538 3.379 21
3 Mining 1594.204 -6.101 49
4 Basic Industry and Chemicals 839.668 -9.022 72
5 Miscellanous Industry 1141.967 -9.977 49
6 Consumer Goods 2401.664 -24.300 53
7 Cons., Property & Real Estate 504.990 0.189 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1224.736 -5.147 74
9 Finance 1248.608 -11.827 91
10 Trade & Service 790.366 1.634 162
No Code Prev Close Change %
1 ARTO 665 830 165 24.81
2 KOTA 404 490 86 21.29
3 JIHD 525 630 105 20.00
4 KONI 500 595 95 19.00
5 MKNT 53 62 9 16.98
6 POLY 69 78 9 13.04
7 TFCO 620 695 75 12.10
8 ARKA 1,280 1,425 145 11.33
9 MTPS 1,500 1,655 155 10.33
10 PDES 1,000 1,100 100 10.00
No Code Prev Close Change %
1 FMII 560 424 -136 -24.29
2 PCAR 1,665 1,500 -165 -9.91
3 POLI 850 775 -75 -8.82
4 VINS 109 101 -8 -7.34
5 MEGA 6,200 5,775 -425 -6.85
6 PAMG 193 181 -12 -6.22
7 TBMS 810 760 -50 -6.17
8 ERTX 120 113 -7 -5.83
9 MTRA 350 330 -20 -5.71
10 EAST 212 200 -12 -5.66
No Code Prev Close Change %
1 KPIG 134 143 9 6.72
2 IPTV 224 224 0 0.00
3 BBRI 4,100 4,050 -50 -1.22
4 MNCN 1,260 1,295 35 2.78
5 ERAA 1,875 1,835 -40 -2.13
6 MDKA 5,975 6,100 125 2.09
7 TLKM 4,470 4,410 -60 -1.34
8 ANTM 1,050 1,070 20 1.90
9 PGAS 1,920 1,870 -50 -2.60
10 ASII 6,425 6,350 -75 -1.17