Portal Berita Ekonomi Minggu, 26 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 04:38 WIB. Scottish Cup Final: Hearts 1 vs 2 Celtic
  • 04:36 WIB. German DFB Cup: RB Leipzig 0 vs 3 Bayern Munchen
  • 04:33 WIB. Copa Del Rey: Barcelona 1 vs 2 Valencia¬†
  • 23:23 WIB. Asuransi - Traveloka meluncurkan produk asuransi perlindungan rumah selama momen Lebaran 2019.
  • 23:20 WIB. Hoax - Kemenkominfo mencatat ada sebanyak 30 berita hoax selama momen ricuh 22 Mei.

Kinerja Masih Buruk, Kok Bisa Garuda Cetak Laba di Tahun 2018?

Kinerja Masih Buruk, Kok Bisa Garuda Cetak Laba di Tahun 2018? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Banyak pihak tak percaya PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) bisa mencetak laba bersih sebesar US$809.846 atau sekitar Rp11,33 miliar (kurs dolar Rp14.000) pada tahun 2018 lalu. Kenapa Garuda Indonesia bisa mencetak laba tahun lalu?

Jika menilik pada pendapatan usaha yang menjadi bisnis inti (core business) perseroan, sebenarnya kinerja operasional Garuda Indonesia pada tahun 2018 lalu tidak bisa dibilang baik. Tercatat, pendapatan usaha maskapai pelat merah ini sebesar US$4,37 miliar dan masih di bawah beban usaha yang sebesar US$4,57 miliar.

Akuntan Profesional RNA 99, Deny Poerhadiyanto, mengakui jika kinerja operasional Garuda Indonesia masih kurang bagus. Ia menambahkan GIAA juga masih belum efisien dalam menjalankan kegiatan usaha. Ditambah, Garuda Indonesia menghadapi tantangan ekonomi yang cukup berat pada tahun lalu karena daya beli masyarakat terhadap tiket pesawat cenderung tetap, namun tren komponen biaya terus menujukkan kenaikan.

"Kalau dilihat dari core business, sebenarnya kinerja operasional Garuda Indonesia masih buruk. Bahkan, Garuda Indoensia merugi karena beban menerbangkan penumpang lebih besar dibanding pendapatan itu sendiri," katanya kepada Warta Ekonomi di Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Baca Juga: Meski Tak Sebesar Ucapan Rini, Tapi Untung Garuda Lepas Landas

Deny menjelaskan salah satu alasan bisa Garuda Indonesia mencatatkan laba karena catatan pendapatan usaha lainnya yang melonjak jadi US$306,8 juta dibanding tahun 2017 yang defisit US$15,7 juta. Pendapatan usaha lainnya ini yakni pendapatan usaha yang didapat dari pengelolaan perusahaan yang tidak terkait dengan penumpang.

Perlu diketahui, pendapatan usaha lainnya ini terdiri dari dua komponen yakni keuntungan selisih kurs sebesar US$28 juta dan pendapatan lain-lain bersih sebesar US$278,8 juta.

Jika ditelusuri, pendapatan lain-lain ini dikontribusikan oleh pendapatan kompensasi atas hak pemasangan peralatan layanan konektivitas dan hiburan dalam pesawat dan manajemen konten, keuntungan revaluasi properti investasi, keuntungan pelepasan aset tetap dan aset tidak produktif, keuntungan jual dan sewa balik, pemulihan dari nilai aset, klaim asuransi, dan lain-lain bersih.

Sebagai contoh, Garuda Indonesia Group menjalin kerja sama dengan PT Mahata Aero Teknologi tentang penyediaan layanan konektivitas dan hiburan serta manajemen konten. Melalui kerja sama ini, Garuda Indonesia Group mencatat pendapatan atas kompensasi hak pemasangan peralatan layanan konektivitas serta hak pengelolaan layanan hiburan sebesar US$211,9 juta.

Baca Juga: Kasih Hiburan di Pesawat, Citilink Habiskan Dana Rp2,42 M

Di sisi lain, pendapatan anak usaha seperti Citilink juga turut membantu mendongkrak laporan keuangan Garuda yang mengakibatkan seakan Garuda Indonesia memiliki laba besar.

"(Pendapatan usaha lainnya) inilah yang membuat laba Garuda naik," pungkasnya.

Tag: PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Deny Poerhadiyanto

Penulis/Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,873.11 3,833.79
British Pound GBP 1.00 18,390.47 18,203.81
China Yuan CNY 1.00 2,105.00 2,084.12
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,523.00 14,379.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,001.99 9,895.63
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,850.58 1,832.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,523.91 10,415.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,239.62 16,077.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,466.11 3,429.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,250.91 13,115.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6057.353 24.657 633
2 Agriculture 1373.110 2.580 21
3 Mining 1637.715 -11.489 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.150 -0.477 71
5 Miscellanous Industry 1249.820 10.190 46
6 Consumer Goods 2391.895 9.088 52
7 Cons., Property & Real Estate 446.447 1.873 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1120.346 19.080 74
9 Finance 1223.772 6.088 90
10 Trade & Service 792.573 -3.999 156
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 86 116 30 34.88
2 PTSN 835 1,040 205 24.55
3 KONI 214 264 50 23.36
4 KOIN 204 242 38 18.63
5 AKPI 450 530 80 17.78
6 HDFA 112 131 19 16.96
7 TRIM 147 170 23 15.65
8 KOBX 161 180 19 11.80
9 POLY 89 98 9 10.11
10 ANDI 1,670 1,820 150 8.98
No Code Prev Close Change %
1 TAXI 90 59 -31 -34.44
2 CNTX 590 458 -132 -22.37
3 GOLD 530 420 -110 -20.75
4 BRAM 8,225 6,600 -1,625 -19.76
5 DUTI 4,600 3,750 -850 -18.48
6 CANI 193 160 -33 -17.10
7 SKBM 450 376 -74 -16.44
8 MKNT 116 97 -19 -16.38
9 FIRE 10,375 8,925 -1,450 -13.98
10 MBTO 139 122 -17 -12.23
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,055 25 2.43
2 BBRI 3,850 3,850 0 0.00
3 TLKM 3,660 3,750 90 2.46
4 SOCI 196 210 14 7.14
5 BMRI 7,575 7,700 125 1.65
6 JPFA 1,400 1,425 25 1.79
7 FREN 266 284 18 6.77
8 TARA 765 785 20 2.61
9 BBCA 28,025 28,050 25 0.09
10 ERAA 1,105 1,145 40 3.62