Portal Berita Ekonomi Sabtu, 20 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 00:23 WIB. EXCL - XL Axiata mencatat trafik data mengalami kenaikan hingga 24% selama periode Pilpres 2019.
  • 00:22 WIB. WTO - Amerika Serikat menang gugatan atas China di WTO soal tarif kuota impor produk komoditas pertanian.
  • 00:19 WIB. ANTM - Antam menargetkan pembangunan smelter nikel di KEK tuntas pada  tahun 2022.
  • 23:55 WIB. ANTM - Antam akan membangun smelter nikel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong mulai tahun 2020.

Sepekan Terapresiasi 0,82%, Rupiah Butuh Rehat

Sepekan Terapresiasi 0,82%, Rupiah Butuh Rehat - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Selama perdaganagn pekan lalu, rupiah berhasil menguat selama lima hari berturut-turut di hadapan dolar AS. Apresiasi rupiah terhadap dolar AS bahkan menembus angka 0,82% di pekan lalu. Apresiasi yang signifikan tersebut menjadi sinyal bahwa rupiah butuh beristirahat sejenak. 

Lumrah rasanya jika rupiah berbalik mengalami tekanan jual oleh para investor. Pasalnya, dengan penguatan yang sebesar itu akan sangat menggiurkan investor untuk mengambil untung sebesar-besarnya. Alhasil, pada pembukaan pasar spot pagi tadi, rupiah terkoreksi 0,07% ke level Rp14.130 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah, the Real Big Boss Mata Uang Dunia!

Selain mengalami tekanan jual, penguatan rupiah juga tertahan oleh data ketenagakerjaan AS yang dirilis pekan lalu. Sampai dengan Maret lalu, investasi ASI tercatat telah mencipatakan hingga 196.000 lapangan kerja, jauh lebih tinggi daripada konsensus pasar sebesar 180.000 lapangan kerja. 

Hal tersebut mengindikasikan bahwa ekonomi AS dalam keadaan positif sehingga akan membuat investasi di pasar keuangan AS sekain menarik hati para investor global. Alhasil, kini dolar AS kembali diburu dan kembali memimpin beberapa mata uang dunia, termasuk rupiah. 

Hingga pukul 10.00 WIB, apresiasi dolar AS terhadap rupiah telah mencapai 0,16% ke level Rp14.148. Itu menjadi apresiasi tertinggi yang diperoleh dolar AS pada perdagangan spot pagi ini yang kemudian diikuti oleh apresiasi terhadap won sebesar 0,14% dan yuan sebesar 0,13%. 

Baca Juga: Rupiah Jadi Juara Bertahan? Siapa Takut!

Lain halnya dengan rupiah, setelah beberapa kali memimpin mata uang Asia, kini rupiah menjadi mata uang ketiga terlemah di Asia. Rupiah hanya mampu terapresiasi tipis 0,16% di hadapan won dan 0,03% di hadapan ringgit. 

Yen dan pondsterling menjadi mata uang yang menekan rupiah paling dalam, masing-masing sebesar 0,44% dan 0,31%. Setelah itu, rupiah juga tertekan cukup dalam oleh dolar Taiwan dan dolar Singapura, masing-masing sebesar 0,11% dan 0,09%. 

Tag: Nilai Tukar Rupiah, Dolar Amerika Serikat (AS)

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Antara/Rivan Awal Lingga

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.57 3,718.34
British Pound GBP 1.00 18,368.14 18,184.19
China Yuan CNY 1.00 2,105.18 2,084.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,086.00 13,946.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.75 10,011.83
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,795.40 1,777.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.63 10,303.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,908.73 15,749.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,399.95 3,362.91
Yen Jepang JPY 100.00 12,583.53 12,455.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Feb
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10