Portal Berita Ekonomi Senin, 13 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Program DMPA Dinilai Berhasil, Petani Lebih Untung Beralih ke Pertanian Organik

Program DMPA Dinilai Berhasil, Petani Lebih Untung Beralih ke Pertanian Organik
WE Online, Makassar -

Sugeng Riyanto (40), petani asal Desa Simpang Heran, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan berhasil meningkatkan produktivitas hasil panen padinya setelah beralih ke pengembangan pertanian organik. Sebelumnya, Sugeng menghasilkan sekitar 23 karung padi (gabah) dalam sekali panen per hektare, kini meningkat menjadi 31 karung per hektare. Salah satu petani di desanya bahkan berhasil meningkatkan produktivitas dari 8 karung menjadi lebih dari 30 karung, dengan rata-rata berat satu karung adalah 80 kilogram.

"Secara kualitas, padi yang kami hasilkanpun terlihat lebih bening, padat, dan berisi," ungkap Sugeng, saat ditemui di stan APP Sinar Mas pada acara Indogreen Environment & Forestry Expo 2019 di Makassar, Minggu (8/4/2019).

Berpuluh tahun Sugeng menjalani profesi sebagai petani dengan berbekal pengetahuan turun-temurun. Tak pernah terpikir olehnya bahwa membuka lahan dengan cara membakar akan berdampak negatif bagi lingkungan, bahkan menurunkan kualitas tanah. Namun, semakin lama Sugeng merasa tanah di tempat tinggalnya tak lagi subur. Hal ini membuat Sugeng gusar. Ia pun bertekad untuk mengelola pertanian dengan lebih ramah lingkungan.

Dengan semangat untuk menjaga lahan agar semakin produktif, Sugeng pun mengikuti program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang bekerja sama dengan Komunitas Ga Ge Go Organik (3G O) untuk memberikan pembinaan pertanian organik. Ia pun mengajak para petani lainnya untuk ikut serta.

Baca Juga: Harga GKP di Indramayu Sentuh Rp3.800, Petani Menjerit

Menurut Sugeng, upaya untuk mensosialisasikan pertanian organik kepada petani lain di desanya sempat mendapatkan tanggapan miring. Maklum, pertanian organik bukanlah hal yang familiar bagi para petani di Desa Simpang Heran, sehingga banyak yang menyepelekan dan mengacuhkan ajakan Sugeng untuk bertani organik.

“Awalnya sulit sekali mensosialisasikan pertanian organik kepada sesama petani, karena membuka lahan pertanian dengan membakar sudah jadi cara yang kami lakukan sejak dulu,” tutur Sugeng.

Kini dengan pembinaan dari DMPA dan komunitas 3G O, Sugeng dan Kelompok Tani Wonotirto yang ia pimpin, mulai meninggalkan kebiasaan membakar dan menggantinya dengan menggunakan cara tebas manual. Jerami dari padi dan batang jagung hasil produksi kemudian dimanfaatkan sebagai salah satu bahan untuk membuat pupuk kompos.

Kelompok Tani Wonotirto juga mengembangkan pertanian organik dengan membuat pestisida nabati (pesnab), kalium, dan hormon untuk merangsang pertumbuhan tanaman. Seluruh proses pembuatannya pun menggunakan bahan-bahan dari alam.

Pesnab dibuat menggunakan bahan dasar kotoran hewan, gula merah, buah bintaro, lengkuas, bongkol pisang, air kelapa, dan starter (bahan tambahan yang digunakan pada tahap awal proses fermentasi). Kalium dibuat dengan bahan dasar serabut dan air kelapa, air hujan, dan juga starter. Sementara pembuatan hormon dilakukan dengan menggunakan bahan dasar kunyit, susu, madu, telur ayam atau bebek, gula, starter, dan air kelapa.

Baca Juga: Kementan Klaim Pertanian Indonesia Torehkan Berbagai Prestasi, Tapi Orang Luar Bilang...

"Bahan-bahan dalam pembuatan pesnab, pupuk kompos, kalium, dan hormon yang bersifat organik ini semuanya kami dapatkan dari lingkungan sekitar, sehingga dapat menekan pembiayaan total dalam sekali panen sebesar 30%," ungkap Sugeng.

Sugeng dan Kelompok Tani Wonotirto mengelola pertanian di areal tanaman kehidupan yang disediakan oleh PT Bumi Andalas Permai, mitra pemasok APP Sinar Mas. Area tanaman kehidupan tersebut memiliki luas 1.900 hektare yang terbagi dalam tiga desa, yaitu Desa Simpang Heran, Desa Bukit Batu, dan Dusun Belanti Jaya Desa Banyu Biru.

Kini program pertanian organik dari program DMPA PT Bumi Andalas Permai di Kecamatan Air Sugihan telah diikuti oleh 13 kelompok tani dengan total lahan sebanyak 325 hektare. Selain penyediaan lahan dan pembinaan, program DMPA juga menyediakan sarana produksi pertanian dan alat mesin pembuat kompos untuk membantu petani. Pada musim panen tahun 2019, penyuluhan pertanian yang mengaplikasikan bahan organik mengalami peningkatan dari sisi produksi sebesar 35%.

“Banyak petani beranggapan kalau pertanian organik lebih sulit dan melelahkan. Namun, ketika mereka melihat langsung hasil pertanian organik yang lebih hemat biaya, lebih cepat panen, dan lebih tinggi produktivitasnya, barulah mereka mulai membuka mata,” terang Sugeng.

Baca Juga

Tag: Pertanian, Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas

Penulis/Editor: Kumairoh

Foto: APP Sinar Mas

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,885.96 3,846.27
British Pound GBP 1.00 18,342.22 18,158.27
China Yuan CNY 1.00 2,081.13 2,059.98
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,573.51 14,428.50
Dolar Australia AUD 1.00 10,114.02 10,011.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,880.43 1,861.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,457.46 10,349.69
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,425.80 16,260.92
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,412.20 3,375.88
Yen Jepang JPY 100.00 13,609.93 13,473.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5031.256 -21.538 696
2 Agriculture 1053.805 -9.893 23
3 Mining 1284.564 -7.045 48
4 Basic Industry and Chemicals 760.577 -2.704 80
5 Miscellanous Industry 872.398 -10.019 52
6 Consumer Goods 1799.024 -18.272 57
7 Cons., Property & Real Estate 316.058 -3.797 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 893.846 -4.992 78
9 Finance 1112.206 1.603 93
10 Trade & Service 603.264 -3.289 173
No Code Prev Close Change %
1 FITT 53 71 18 33.96
2 UANG 352 440 88 25.00
3 ARGO 1,025 1,280 255 24.88
4 PGUN 260 324 64 24.62
5 LPIN 226 270 44 19.47
6 PRIM 278 320 42 15.11
7 KBLI 408 468 60 14.71
8 PEGE 109 124 15 13.76
9 APLI 110 124 14 12.73
10 MARK 720 805 85 11.81
No Code Prev Close Change %
1 SOFA 111 100 -11 -9.91
2 PANS 930 865 -65 -6.99
3 NASA 129 120 -9 -6.98
4 GHON 1,650 1,535 -115 -6.97
5 CANI 173 161 -12 -6.94
6 ARTA 348 324 -24 -6.90
7 MREI 5,450 5,075 -375 -6.88
8 BUKK 730 680 -50 -6.85
9 PURA 132 123 -9 -6.82
10 LCKM 352 328 -24 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 438 474 36 8.22
2 KRAS 346 350 4 1.16
3 BCAP 158 159 1 0.63
4 ENVY 126 133 7 5.56
5 BBRI 3,140 3,110 -30 -0.96
6 TOWR 1,070 1,065 -5 -0.47
7 BNGA 755 830 75 9.93
8 BULL 304 326 22 7.24
9 TLKM 3,110 3,110 0 0.00
10 PWON 416 406 -10 -2.40