Portal Berita Ekonomi Rabu, 13 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:31 WIB. Valas - Dollar melemah 0,01% terhadap Poundsterling pada level 1,2846 USD/Pound
  • 13:30 WIB. Valas - Dollar melemah 0,03% terhadap Euro pada level 1,1012 USD/Euro
  • 13:29 WIB. Valas - Dollar menguat 0,05% terhadap Yen pada level 109,06 Yen/USD
  • 13:28 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.462 USD/troy ounce
  • 13:28 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 61,74 USD/barel
  • 13:17 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 56,55 USD/barel
  • 12:02 WIB. IHSG - IHSG melemah -0,33% di akhir sesi I.

Bisnis Komponen Otomotif Menjanjikan, Kemenkop Minta KUKM Manfaatkan Peluang

Bisnis Komponen Otomotif Menjanjikan, Kemenkop Minta KUKM Manfaatkan Peluang - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kementerian Koperasi dan UKM memproyeksikan bisnis komponen otomotif di Indonesia memiliki masa depan yang menjanjikan. Oleh karena itu, kementerian memberi ruang bagi pelaku koperasi dan UKM khususnya yang bergerak di bidang komponen otomotif supaya memanfaatkan peluang tersebut.

Berdasarkan data Federasi Otomotif Asean (AAF), Indonesia memimpin pasar sekaligus sebagai satu- satunya negara dengan angka penjualan mobil terbesar di Asean. Pada 2017, penjualan mobil secara nasional di atas 1.079 juta unit, meningkat menjadi 1.151 juta unit pada 2018.

Produksi mobil di Indonesia pada 2018 berada di peringkat kedua dengan angka 1.216 juta unit, atau tumbuh 3% dibandingkan capaian tahun sebelumnya 1.177 juta unit. Indonesia juga menduduki peringkat kedua terbesar industri manufaktur mobil se-Asia Tenggara setelah Thailand. 

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM, Victoria br Simanungkalit mengatakan, pengembangan UKM atau IKM komponen otomotif sangat penting dan strategis untuk mendorong pembangunan otomotif nasional pada satu sisi, dan pada sisi lain sekaligus melibatkan partisipasi aktif bisnis KUKM dalam proses pembangunan industri otomotif nasional.

Baca Juga: Menperin Minta Produsen Otomotif Siap Jalani Era 4.0

"Saya katakan penting karena industri otomotif Indonesia merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian nasional di mana permintaan produk otomotif di dalam negeri sangat besar dan diperkirakan akan terus berkembang sejalan dengan pertumbuhan populasi penduduk dan kemajuan ekonomi masyarakat," kata Vicktoria di Jakarta, Senin (8/4/2019).

Victoria saat itu berbicara dalam acara 'Kick Off Pengembangan KUKM Komponen Otomotif Kawasan Industri Pulo Gadung' di Jakarta yang turut dihadiri Presiden Institut Otomotif Indonesia I Made Dana Tangkas, Ketua Koperasi Perkampungan Industri Kecil Pulo Gadung Ali Rasyidi, serta Asdep Industri, dan Jasa Kemenkop UKM Ari Anindya Hartika.

Meski menempati urutan teratas dalam hal penjualan dan produksi mobil, di sisi lain kebutuhan komponen otomotif mobil Indonesia sebagian besar masih dipasok melalui pengusaha KUKM negara lain. Hal itu terjadi karena mutu produk UKM dalam negeri dinilai kurang memenuhi standar yang dibutuhkan.

"Besarnya impor komponen otomotif yang mencapai 80% membuat neraca perdagangan Indonesia menjadi minus. Kondisi ini juga menunjukkan pasar komponen masih dikuasai prinsipal utama dari luar Indonesia," ungkap Victoria.

Untuk itu, Victoria mengharapkan pengembangan UKM atau IKM komponen otomotif perkampungan industri kecil Pulo Gadung dapat diwujudkan dalam rangkap pengembangan industri otomotif Indonesia berkelanjutan. Upaya tersebut dapat dilakikan dengan langkah-langkah nyata yang melibatkan stakeholders terkait.

"Dengan demikian, menghadapi persaingan pasar global yang semakin tajam dewasa ini, komponen otomotif koperasi dan UKM kita mampu menghasilkan berbagai produk komponen otomotif yang mengungguli produk kompetitor kita dari negara pesaing baik dalam hal mutu, produktivitas maupun harga produk melalui penerapan teknologi inovatif, peningkatan SDM berkualitas, serta manajemen bisnis secara profesional," katanya.

Dalam upaya meningkatkan daya saing KUKM lokal, Kemenkop dan UKM bekerja sama dengan Institut Otomotif Indonesia (IOI), serta pemerintah daerah mengadakan program pengembangan daya saing dan kemitraan KUKM Indonesia dengan pihak terkait. Program ini mempunyai dua sasaran utama.

Baca Juga: ICSB Jadi Jembatan UKM Eksportir Tembus Jaringan Internasional 

Pertama, dari sisi pengembangan SDM yang meliputi pemahaman teknis bisnis otomotif, budaya usaha atau industri yang sesuai dengan kebutuhan saat ini maupun yang akan datang, dan juga dari sisi networking. Kedua, dari sisi pengembangan organisasi KUKM memiliki sertifikat atau standar internasional agar bisa kompetitif.

"IOI dengan para expert akan terus melakukan asistensi dan konsultasi ke KUKM dan secara periodik akan melakukan evaluasi bersama pemerintah," ujar Presiden IOI, I Made Dana Tangkas.

Dalam kesempatan itu dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Koperasi Perkampungan Industri Kecil (Kopik) Pulo Gadung dan IOI bidang peningkatan kapasitas building para anggota Kopik, khususnya dari para UKM logam dan IKM pembuat komponen otomotif di PIK serta peningkatan kualitas hasil produksinya yang dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan usaha.

"Kegiatan ini diharapkan para UKM logam di PIK mampu memasok kebutuhan kualitas dan kapasitas yang memadai dan mudah-mudahan untuk tahun depan bisa dilanjutkan bagi para UKM di PIK lainnya," ucap Ketua Kopik Pulo Gadung Ali Rasyidi.

"Ini harapan kami, semoga pemerintah sependapat dengan kami, mengingat para UKM adalah sebagai sumber perekonomian Indonesia yang menyerap tenaga kerja paling besar dan mampu berubah secara cepat untuk mempertahankan kehidupannya," lanjut Ali.

Baca Juga: Kemenkop dan UKM Perkuat Kemitraan KUMKM dengan Usaha Besar

Baca Juga

Tag: Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM), Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Otomotif

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Rosmayanti

Foto: Kemenkop-UKM

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.88 3,736.13
British Pound GBP 1.00 18,188.68 17,999.29
China Yuan CNY 1.00 2,015.12 1,994.84
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,152.41 14,011.59
Dolar Australia AUD 1.00 9,674.59 9,576.92
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.44 1,789.38
Dolar Singapura SGD 1.00 10,385.57 10,276.95
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,583.22 15,426.76
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,410.22 3,373.85
Yen Jepang JPY 100.00 12,986.25 12,853.49

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6180.992 32.252 660
2 Agriculture 1413.917 -1.493 20
3 Mining 1501.495 20.147 49
4 Basic Industry and Chemicals 949.967 8.159 75
5 Miscellanous Industry 1202.563 18.307 50
6 Consumer Goods 2087.173 16.534 54
7 Cons., Property & Real Estate 510.695 1.720 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1165.318 18.682 75
9 Finance 1264.361 -3.201 90
10 Trade & Service 807.538 2.872 165
No Code Prev Close Change %
1 MTWI 60 81 21 35.00
2 VINS 100 135 35 35.00
3 KARW 66 89 23 34.85
4 EAST 81 109 28 34.57
5 SKYB 79 106 27 34.18
6 ETWA 71 95 24 33.80
7 ANDI 171 226 55 32.16
8 BAJA 63 81 18 28.57
9 SINI 246 306 60 24.39
10 RELI 150 180 30 20.00
No Code Prev Close Change %
1 ARTO 2,310 1,735 -575 -24.89
2 DFAM 825 620 -205 -24.85
3 FORZ 510 384 -126 -24.71
4 TGRA 555 418 -137 -24.68
5 LUCK 710 535 -175 -24.65
6 POLA 955 730 -225 -23.56
7 BOSS 298 230 -68 -22.82
8 DEAL 1,880 1,480 -400 -21.28
9 ARTA 410 336 -74 -18.05
10 ENVY 3,000 2,610 -390 -13.00
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 250 248 -2 -0.80
2 IRRA 830 800 -30 -3.61
3 PURE 1,200 1,215 15 1.25
4 ENVY 3,000 2,610 -390 -13.00
5 BBRI 4,000 4,000 0 0.00
6 JSKY 785 790 5 0.64
7 PTBA 2,600 2,620 20 0.77
8 TLKM 4,100 4,180 80 1.95
9 ANDI 171 226 55 32.16
10 ANTM 830 820 -10 -1.20