Portal Berita Ekonomi Selasa, 23 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:43 WIB. Go-Jek - Go-Jek rilis dua fitur baru di aplikasi: Go-Mall dan Go-News.
  • 23:41 WIB. Mbiz - Mbiz hadirkan Mbizmarket bidik pasar UMKM.
  • 22:01 WIB. Oppo - Oppo F11 Pro edisi Avengers rilis di Indonesia pada 24 April.
  • 21:55 WIB. Grab - Di kuartal II tahun ini, Grab berencana lakukan otomatisasi mitra perempuan dengan penumpang perempuan.
  • 21:52 WIB. Realme - Realme Pro 3 seharga Rp2 jutaan pakai Snapdragon 710.
  • 21:51 WIB. LG - Ponsel LG X4 tawarkan audio oke dan tahan banting.
  • 21:50 WIB. Leica - Iklan Leica kena sensor di China.
  • 21:49 WIB. Twitter - Twitter bercita-cita jadi platform percakapan sehat.
  • 21:48 WIB. Asus - Asus Zenfone Live L2 resmi mendarat di Indonesia, harganya Rp1,199 juta.
  • 21:45 WIB. Rio Hariyanto - Mantan pembalap F1, Rio Hariyanto beli Toyota C-HR Hybrid secara tunai.
  • 21:42 WIB. Toyota - Toyota C-HR Hybrid meluncur, lebih mahal Rp30 jutaan.
  • 21:41 WIB. Grab - Grab tambah fitur telepon internet dan pengenalan wajah.
  • 21:40 WIB. Samsung - Samsung tunda kelahiran Galaxy Fold di China.
  • 21:39 WIB. SpaceX - Sempat gagal, SpaceX tunda uji mesin kapsul Crew Dragon.

Endus Ada Kartel Tiket Pesawat, KPPU Kumpulkan Alat Bukti

Endus Ada Kartel Tiket Pesawat, KPPU Kumpulkan Alat Bukti - Warta Ekonomi
WE Online, Balikpapan -

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mulai melakukan penyelidikan kasus kenaikan tiket pesawat terbang.

Komisioner KPPU, Guntur Syahputra Saragih, menggelar sidang pemaparan perkembangan kasus tersebut di kantor perwakilan KPPU Balikpapan, Selasa (9/4/2019). Guntur menyebutkan ada tiga kasus yang sedang diteliti yakni dugaan penetapan harga tiket,  dugaan harga kargo, dan dugaan rangkap jabatan Garuda dan Sriwijaya.

"Itu masuk dalam penyelidikan yang bagasi pesawat. Itu inisiatif kita tahapan penelitian dulu, setelah dianggap memenuhi indikasi yang kuat kita lanjutkan ke penyelidikan," Kata Guntur di Balikpapan usai sidang KPPU tentang pemaparan perkembangan penyelidikan dugaan kartel tiket.

Baca Juga: Katanya, Bang Sandi Punya Solusi Agar Tiket Pesawat Murah

Investigator KPPU mengatakan bahwa tahapan proses saat ini masih mencari dua alat bukti. Pada pekan depan investigator KPPU baru akan memaparkan kepada rapat komisi untuk meninjau alat bukti. Lanjut guntur, ada beberapa pelaku usaha yang ikut terlibat dalam pemanggilan pemeriksaan. Dia tidak menyebutkan satu pihak saja, tapi ada beberapa pihak yang diduga melakukan penetapan harga secara bersama-sama.

"Kita menunggu hasil investigasi. Kita tidak bisa menge-judge tapi harus memenuhi proses penegakan hukum," jelasnya.

Selain itu, ia mengatakan pihaknya masih menunggu paparan investigator KPPU apakah berkasnya naik ke tingkatkan penyidikan atau masih memberikan perpanjangan waktu atau kasusnya dihentikan. 

Baca Juga: Kinerja Masih Buruk, Kok Bisa Garuda Cetak Laba di Tahun 2018?

"Kalau dua alat bukti firm kita naikkan ke pemberkasan. Setelah pemberkasan bisa dikonfirmasi alat bukti baru masuk kepada persidangan. Di persidangan mereka berharap sampaikan pembelaan jadi ini belum final," jelasnya.

Ia menyampaikan investigator KPPU sudah memanggil pihak terkait termasuk maskapai terkait untuk mendukung alat bukti. KPPU juga sudah meminta penjelasan dari Kementerian Perhubungan terkait dugaan penetapan harga bersama tersebut.

"Dari Kementerian Perhubungan sudah clear. Mereka tidak terkait," ucapnya.

Begitu pula untuk kasus dugaan rangkap jabatan Garuda dan Sriwijaya, menurut Guntur masih dalam proses pemeriksaan. Ia mengatakan KPPU akan memastikan apakah ada praktik persaingan tidak sehat di kasus tersebut atau tidak.

"Pemenuhan syarat apakah terjadi prosesnya persaingan tidak sehat itu masih dalam proses penyelidikan," tukasnya.

Tag: Bisnis Penerbangan, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Sriwijaya Air

Penulis: Andi Aliev

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Muhammad Iqbal

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,767.34 3,729.10
British Pound GBP 1.00 18,352.50 18,169.21
China Yuan CNY 1.00 2,107.26 2,086.37
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,126.00 13,986.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,088.79 9,987.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.52 1,782.63
Dolar Singapura SGD 1.00 10,418.17 10,313.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,876.21 15,717.47
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,416.20 3,378.26
Yen Jepang JPY 100.00 12,620.39 12,490.85

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6414.743 -92.478 632
2 Agriculture 1465.003 -23.397 21
3 Mining 1781.165 -2.123 47
4 Basic Industry and Chemicals 831.329 -16.797 71
5 Miscellanous Industry 1307.550 -48.206 46
6 Consumer Goods 2475.827 -70.443 52
7 Cons., Property & Real Estate 491.877 -6.552 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1148.843 -15.603 73
9 Finance 1300.817 -9.558 91
10 Trade & Service 809.674 -1.726 156
No Code Prev Close Change %
1 JAYA 134 168 34 25.37
2 HRME 374 466 92 24.60
3 ESTI 94 109 15 15.96
4 RAJA 262 302 40 15.27
5 MDLN 260 286 26 10.00
6 IKBI 254 278 24 9.45
7 CSAP 585 640 55 9.40
8 LUCK 780 840 60 7.69
9 VOKS 260 280 20 7.69
10 FREN 290 312 22 7.59
No Code Prev Close Change %
1 KIOS 1,100 930 -170 -15.45
2 MAYA 8,100 7,000 -1,100 -13.58
3 IIKP 144 125 -19 -13.19
4 PTIS 306 266 -40 -13.07
5 AHAP 69 61 -8 -11.59
6 ABBA 163 147 -16 -9.82
7 LMPI 155 140 -15 -9.68
8 BMSR 138 125 -13 -9.42
9 INTD 166 151 -15 -9.04
10 JSKY 1,185 1,080 -105 -8.86
No Code Prev Close Change %
1 HMSP 3,630 3,440 -190 -5.23
2 MABA 55 52 -3 -5.45
3 JAYA 134 168 34 25.37
4 FREN 290 312 22 7.59
5 BBRI 4,460 4,440 -20 -0.45
6 CPRI 177 168 -9 -5.08
7 TLKM 3,860 3,780 -80 -2.07
8 BBCA 28,125 28,125 0 0.00
9 ANTM 885 855 -30 -3.39
10 WIKA 2,420 2,380 -40 -1.65