APRIL Group Sabet Penghargaan Ini di Anugerah Indonesia Maju 2019

APRIL Group Sabet Penghargaan Ini di Anugerah Indonesia Maju 2019 Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Perusahaan yang bergerak di industri kertas dan pulp, Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) Group, meraih penghargaan kategori Korporasi Merah Putih dalam Anugerah Indonesia Maju 2019. Penghargaan tersebut diberikan oleh Warta Ekonomi dan Rakyat Merdeka, Senin (8/4/2019) malam di Jakarta. 

Corporate Affairs Director APRIL Group, Agung Laksamana yang mewakili perusahaan menyampaikan apresiasi atas anugerah tersebut.

"Penghargaan ini akan terus memacu APRIL Group untuk terus melaksanakan bisnis yang berkelanjutan di Indonesia," ujar Agung kepada Warta Ekonomi.

Dihelatnya Anugerah Indonesia Maju kali ini diharap mampu memberikan inspirasi kepada seluruh elemen bangsa untuk bertindak dan beraksi dalam kerangka dan tujuan yang sama, Indonesia Maju. Oleh karena itu, penghargaan-penghargaan dalam gelaran itu diberikan kepada tokoh-tokoh yang memberikan kontribusi nyata kepada Indonesia. 

Baca Juga: Jadi Prioritas Teratas, APRIL Group Penuhi Sistem K3

Direktur Utama dan Founder Rakyat Merdeka, Margiono berujar, "Tokoh-tokoh yang memperoleh penghargaan ini memiliki komitmen, semangat, dan langkah-langkah kongkrit untuk Indonesia Maju. Tokoh-tokoh itu tidak menginginkan Indonesia zigzag berspekulasi, mandek, apalagi mundur."

Untuk menjadi negara maju, Indonesia perlu pembangunan infrastruktur sebagai kunci dari pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Kedua, Sumber Daya Manusianya pun perlu ditingkatkan agar memiliki daya saing, khususnya untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

“Kita semua harus memiliki tekad yang sama untuk menyelesaikan masalah-masalah bangsa. Kepentingan bangsa adalah nomor satu,” kata Presiden Komisaris Warta Ekonomi, Fadel Muhammad.

Revolusi Industri 4.0 di Kehumasan

Pada revolusi industri 4.0, semua profesi dituntut untuk mengadopsi teknologi. Salah satu contoh profesi yang terdisrupsi oleh teknologi adalah kehumasan yang digeluti oleh Agung Laksamana. 

"Praktisi humas harus adaptif dalam menyesuaikan tren menuju industri 4.0 saat ini," kata Agung dalam keterangan resminya.

Untuk melakukan penyesuaian itu, praktisi kehumasan perlu terus belajar (continous learning) agar tak tertinggal serta selalu mengikuti perkembangan dan tuntutan zaman.

Baca Juga: Agenda Humas 4.0: #IndonesiaBicaraBaik

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini