Portal Berita Ekonomi Sabtu, 20 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 00:23 WIB. EXCL - XL Axiata mencatat trafik data mengalami kenaikan hingga 24% selama periode Pilpres 2019.
  • 00:22 WIB. WTO - Amerika Serikat menang gugatan atas China di WTO soal tarif kuota impor produk komoditas pertanian.
  • 00:19 WIB. ANTM - Antam menargetkan pembangunan smelter nikel di KEK tuntas pada  tahun 2022.
  • 23:55 WIB. ANTM - Antam akan membangun smelter nikel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong mulai tahun 2020.

OCBC Tak Bagi Dividen, Ini Alasannya...

OCBC Tak Bagi Dividen, Ini Alasannya... - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PT Bank OCBC NISP Tbk dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) memutuskan tidak membagi dividen untuk tahun buku 2018. Padahal akhir tahun lalu, perseroan membukukan laba bersih Rp2,6 triliun. Jumlah tersebut meningkat 21% dibandingkan tahun 2017 yang sebesar Rp2,2 triliun.

Presiden Direktur Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, mengatakan penggunaan laba bersih tahun buku 2018 dipergunakan untuk memperkuat posisi permodalan dan tidak dibagikan sebagai deviden kepada para pemegang saham.

Selain itu dalam RUPST lanjut Parwati disetujui untuk melakukan pembelian kembali saham perseroan maksimum 364.000 lembar dalam rangka pemberian remunerasi yang bersifat variabel sesuai dengan POJK No. 45/POJK.03/2015. Kemudian persetujuan pengkinian rencana aksi (Recovery Plan) serta perubahan susunan pengurus perseroan beserta penetapan remunerasinya.

Baca Juga: Kredit Bank OCBC NISP Tumbuh 11%

Dalam RUPST diputuskan untuk mengangkat kembali anggota Direksi, Andrae Krishnawan W, Johannes Husin dan Low Seh Kiat. Pengangkatan juga dilakukan kepada anggota Dewan Komisaris yakni Rama Pranata Kusumaputra sebagai Komisaris Independen.

Parwati mengatakan seiring dengan tren pertumbuhan yang positif pada perekonomian, perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan total aset sebesar 13% menjadi Rp173,6 triliun, penyaluran kredit sebesar 11% menjadi Rp117,8 triliun dan dana pihak ketiga sebesar 11% menjadi Rp125,6 triliun.

“Pertumbuhan positif ini merupakan hasil dari berbagai strategi dan inisiatif dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian,” ujarnya di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Ke depan, katanya  Bank OCBC NISP akan terus bertransformasi mengembangkan strategi “Beyond Traditional Banking” untuk menghadirkan lebih dari layanan perbankan biasa untuk nasabah dengan memanfaatkan digitalisasi.

Tag: PT Bank OCBC NISP Tbk, Perbankan

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Kumairoh

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.57 3,718.34
British Pound GBP 1.00 18,368.14 18,184.19
China Yuan CNY 1.00 2,105.18 2,084.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,086.00 13,946.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.75 10,011.83
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,795.40 1,777.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.63 10,303.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,908.73 15,749.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,399.95 3,362.91
Yen Jepang JPY 100.00 12,583.53 12,455.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Feb
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10