Portal Berita Ekonomi Kamis, 02 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:43 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,92% pada level 6.214.
  • 16:42 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Yuan pada level 7,06 CNY/USD.
  • 16:38 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 2,85% pada level 25.124.
  • 16:37 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,36% pada level 2.135.
  • 16:36 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,11% pada level 22.145.
  • 16:35 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 2,13% pada level 3.090.
  • 16:34 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,87% pada level 2.632.
  • 16:31 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,67% terhadap Dollar AS pada level 14.378 IDR/USD.

Sektor Pertanian Maju, Mentan Apresiasi 12 Ribu Penyuluh dan Petani se-Indonesia

Sektor Pertanian Maju, Mentan Apresiasi 12 Ribu Penyuluh dan Petani se-Indonesia
WE Online, Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama 12 ribu perwakilan penyuluh dan petani se-Indonesia berkumpul menghadiri pertemuan Apresiasi, Penguatan Penyuluh dan Petani Andalan di GOR Sudiang, Makassar, Rabu (10/4/2019). Acara bertema Penyuluh Maju Petani Sejahtera ini bertujuan untuk memperkuat peran penyuluh sebagai ujung tombak mewujudkan kedaulatan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Amran menegaskan, penyuluh pertanian merupakan pahlawan pertanian Indonesia. Tak ayal, selama pemerintahan Jokowi-JK, peran penyuluh telah memajukan sektor pertanian yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan.

"Saya hadir bukan hanya sebagai menteri pertanian, tapi sebagai senior penyuluh pertanian. Sebab penyuluh adalah kemajuan pertanian," demikian dikemukakan Amran di hadapan 12 ribu penyuluh melalui siaran pers yang diterima di Jakarta.

Amran menyebutkan bukti nyata peran dalam memajukan pembangunan sektor pertanian, yakni capaian selama 4,5 tahun pemerintahan Jokowi-JK, inflasi bahan pangan pada 2013 terburuk di dunia. Namun, setelah berjalan empat tahun, Indonesia mampu menekan inflasi dari 10,57% di 2014 menjadi 1,26% di 2017.

Baca Juga: Menteri Amran Dianugerahi Tokoh Modernisasi Pertanian Rakyat

"Dari capaian ini, ada banyak negara yang dilampaui Indonesia, yaitu Jepang, Belanda, Kanada, Jerman, dan total ada 12 negara yang kita lampaui, sebentar lagi Amerika Serikat kita lampaui. Ini berkat kerja keras penyuluh, kami hanya bagian kecil dari keluarga besar pertanian," ucapnya.

Capaian berikutnya di bawah pemerintahan Jokowi-JK, sambung Amran, ekspor komoditas pertanian hingga saat ini melonjak 26%, nilainya Rp1.700 triliun. Begitu pun PDB sektor pertanian naik 47%, total akumulasi nilainya Rp1.375 triliun atau separuh dari APBN.

"Itu baru kenaikan saja, tapi Indonesia juga meraih peringkat kelima dunia PDB sektor pertanian. Ini hasil kerja penyuluh penyuluh di seluruh Indonesia," paparnya.

Kemudian, melansir data yang dirilis The Economist Inteligence Unit, untuk kategori keberlanjutan pertanian, Indonesi berada pada peringkat 16 dunia. Yang membanggakan adalah Amerika Serikat di bawah Indonesia.

"Dan nilai investasi naik 100% karena kita menerapkan Online Single Submission (OSS). Dulu minta izin dua sampai satu tahun, kemudian tiga bulan, tapi sekarang mengurus izin ekspor hanya butuh waktu tiga jam," tutur Amran.

Selanjutanya, kata Amran, capaian sektor pertanian juga mampu meningkatkan daya beli petani dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani. Data BPS menunjukkan NTP pertanian 2018 sebesar 102,46 naik 0,42% dibandingkan 2014 sebesar 102,03. Begitu pun untuk NTUP 2014 hingga 2018 meningkat 5,39%.

"Jika ada yang mengatakan harga pangan mahal, itu tidak terukur. Kalau memberikan data harga stabil dua sampai tiga tahun terakhir karena inflasi tertekan dari 10% menjadi 1%. Itu artinya apa? Turun 90% dan itu tidak mudah. Inilah capaian tertinggi sektor pertanian sepanjang sejarah," tegas Amran.

"Kemiskinan pun turun. Di pemerintahan Jokowi-JK kemiskinan masuk satu digit. Ini pertama dalam sejarah. Ini adalah kerja keras para penyuluh," pintanya.

Direktur Jenderal Hortikultira, Suwandi menjelaskan, Indonesia wilayah timur berpotensi untuk pengembangan hortikultura. Kementan terus memacu sistem produksinya sehingga setiap wilayah mampu memproduksi sendiri guna mencukupi kebutuhan sayuran, buah, dan lainnya. 

Untuk pengembangan kawasan hortikultura di Sulawesi Selatan, lanjut Suwandi, sudah dalam tahap berkembang dan mapan seperti di Gowa, Bantaeng, Jeneponto, Enrekang, Tator dan lainnya, di samping dipasarkan di berbagai wilayah.

Baca Juga: Kementan Klaim Pertanian Indonesia Torehkan Berbagai Prestasi, Tapi Orang Luar Bilang...

"Sebagian bahkan sudah diekspor seperti markisa, mangga, manggis, dan lainnya. Guna memacu produksi dan menyejahterakan petani, Ditjen Hortikultura mengalokasikan berbagai bantuan dan pemberdayaan petani bawang merah, bawang putih, cabai, mangga, manggis, jeruk dan lainnya," tambahnya.

Diketahui, dalam pertemuan apresiasi ini, Mentan Amran bersama Gubernur Sulawesi Selatan dan rombongan memberikan bantuan untuk petani. Yakni alat mesin pertanian, benih hortikultura, padi, jagung, benih kopi 250.000 batang dan kakao 200.000 batang.

Baca Juga

Tag: Pertanian, Andi Amran Sulaiman, Kementerian Pertanian (Kementan)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Kementan

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,889.98 3,850.24
British Pound GBP 1.00 18,203.63 18,018.17
China Yuan CNY 1.00 2,064.12 2,043.32
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,588.58 14,443.42
Dolar Australia AUD 1.00 10,093.84 9,986.18
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,882.30 1,863.55
Dolar Singapura SGD 1.00 10,469.77 10,363.36
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,426.74 16,257.51
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,406.16 3,367.55
Yen Jepang JPY 100.00 13,573.30 13,434.49
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4966.780 52.392 694
2 Agriculture 1038.563 4.951 22
3 Mining 1242.789 5.656 48
4 Basic Industry and Chemicals 737.223 12.786 80
5 Miscellanous Industry 878.117 10.203 52
6 Consumer Goods 1815.004 28.572 57
7 Cons., Property & Real Estate 326.258 7.418 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 895.157 17.382 78
9 Finance 1075.746 5.196 93
10 Trade & Service 605.371 0.353 172
No Code Prev Close Change %
1 EPAC 148 199 51 34.46
2 DNAR 169 226 57 33.73
3 BBHI 80 103 23 28.75
4 LRNA 120 150 30 25.00
5 ARTO 2,210 2,760 550 24.89
6 TNCA 180 224 44 24.44
7 INCI 430 535 105 24.42
8 HDFA 130 160 30 23.08
9 PORT 440 540 100 22.73
10 MSIN 258 316 58 22.48
No Code Prev Close Change %
1 ARKA 400 372 -28 -7.00
2 ARTA 344 320 -24 -6.98
3 DUTI 5,125 4,770 -355 -6.93
4 MDLN 58 54 -4 -6.90
5 PZZA 800 745 -55 -6.88
6 MARI 73 68 -5 -6.85
7 VRNA 117 109 -8 -6.84
8 INTD 177 165 -12 -6.78
9 TGRA 74 69 -5 -6.76
10 ITIC 1,340 1,250 -90 -6.72
No Code Prev Close Change %
1 TKIM 5,925 6,500 575 9.70
2 PURA 96 97 1 1.04
3 INKP 6,300 6,450 150 2.38
4 TLKM 3,040 3,140 100 3.29
5 PTPP 880 980 100 11.36
6 BCAP 157 158 1 0.64
7 ADRO 1,045 1,050 5 0.48
8 TOWR 1,020 1,040 20 1.96
9 TCPI 4,330 4,340 10 0.23
10 PTBA 2,090 2,070 -20 -0.96