Portal Berita Ekonomi Jum'at, 14 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:19 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup menguat 0,27% pada level 11.042.
  • 08:19 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup negatif 0,29% pada level 27.896.
  • 08:18 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup melemah 0,20% pada level 3.373.
  • 08:17 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup negatif 1,50% pada level 6.185.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 0,05% pada level 25.230.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,21% pada level 2.437.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 1,78% pada level 23.249.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,04% pada level 3.320.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 1,24% pada level 2.594.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 1,07% pada level 6.213.
  • 16:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,07% terhadap Yuan pada level 6,94 CNY/USD.
  • 16:05 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,10% terhadap Dollar AS pada level 14.775 IDR/USD.

Butuh Dana Rp1,3 T, PP Properti Bakal Terbitkan Obligasi Lagi

Butuh Dana Rp1,3 T, PP Properti Bakal Terbitkan Obligasi Lagi
WE Online, Jakarta -

PT PP Properti Tbk (PPRO) pada tahun ini menganggarkan dana sebesar Rp1,3 triliun untuk belanja modal atau capital expenditure (capex). Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan capex perseroan di tahun 2018 yang sebesar Rp1,8 triliun. 

 

Direktur Utama PP Properti, Taufik Hidayat menjelaskan jika capex perseroan dalam dua tahun terakhir memang tidak terlalu besar. Pasalnya, dalam dua tahun belakangan capex lebih difokuskan untuk mengembangkan proyek di lahan yang telah dimiliki

 

“Strategi balanja modal kami 2 tahun terakhir ini karena utamakan pengembangan di lahan sendiri maka belanja modal kami hemat. Kami fokuskan untuk lanjutkan investasi yang sudah dilakukan, seperti pembangunan hotel, sehingga capex tahun ini Rp 1 triliun hingga Rp1,3 triliun,” ucpanya, di Jakarta, Rabu (10/4/2019). 

 

Baca Juga: Laba Naik Tapi Sayang Pendapatan PP Properti Keok

 

Menurut Taufik, perseroan akan mengalokasikan dana capex dari dana kas internal perseroan serta ditambah dengan pembiayaan dari eksternal. Dimana, 30% berasal dari kas internal dan sisanya 70% dari pinjaman eksternal seperti dari obligasi ataupun medium term notes (MTN). 

 

“Sumbernya kami berusaha dari kas internal selebihnya dari loan. 30% dari kas internal kekurangannya dari loan,” terangnya. 

 

Baca Juga: PP Properti Terbitkan Obligasi Rp800 Miliar

 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan PP Properti Indrayanto mengucapkan bila pada tahun lalu perseroan memperoleh ijin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menerbitkan obligasi hingga sebesar Rp2 triliun. Perseroan pun baru menluncurkan obligasi Rp1,4 triliun. Sehingga, untuk mendanai capex dari pendanaan jangka panjang kemungkinan perseroan akan kembali mengeksekusi plafon penerbitan obligasi yang masih tersisa senilai Rp600 miliar. 

 

“Tahun 2018 lalu kita dijinkan OJK PUB Rp2 triliun, tahun 2018 sudah terbitkan Rp660 miliar tahun ini juga sudah Rp800 miliar masih ada Rp600 miliar, salah satu pendanaan capex dari corporate action mau obligasi atau MTN yang akan kita laksanakan. Jadi kita lihat apa obligasi lagi atau mtn yang jelas sumber pendanaan jangka panjang,” ucapnya. 

 

Baca Juga: Bangun Rest Area Lagi, PP Properti Siapkan Modal Rp63,4 Miliar

 

Dana tersebut kata Indrayanto, akan digunakan perseroan untuk mengembangkan landbank yang seluas 300 hektare yang saat ini dimiliki perseroan. Salah satunya untuk membangun apartemen di Cibubur, Yogyakarta dan Surabaya. Perseroan pun sedang melakukan pembangunan dua hotel di Lombok. 

 

Selain itu, perseroan juga akan melakukan refinancing Rp300 miliar terhadap utang jangka panjang perseroan dalam pembangunan proyek-proyek yang telah berjalan. 

 

“Refinancing Rp200-Rp300 miliar, yang di surabaya itu cicilan semua kita bayarkan tahun ini. Rp200 miliar itu bisa ada di Surabaya dan Semarang. Itu untang jangka panjang kita. Tadinya utang pemilik lahan jadi ke perbankan,” pungkasnya. 

Tag: PT PP Properti Tbk (PPRO), Emiten, Properti

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Sufri Yuliardi

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,986.93 3,947.05
British Pound GBP 1.00 19,532.50 19,336.66
China Yuan CNY 1.00 2,155.16 2,132.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,951.39 14,802.62
Dolar Australia AUD 1.00 10,723.14 10,614.96
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,929.06 1,909.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,905.46 10,795.38
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,659.09 17,478.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,572.61 3,532.84
Yen Jepang JPY 100.00 14,008.61 13,867.92
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5239.250 5.798 698
2 Agriculture 1197.150 8.188 23
3 Mining 1397.826 2.228 48
4 Basic Industry and Chemicals 762.931 -1.567 80
5 Miscellanous Industry 953.200 -0.327 52
6 Consumer Goods 1931.632 16.356 58
7 Cons., Property & Real Estate 295.862 -0.799 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 889.469 5.192 78
9 Finance 1164.347 -1.003 93
10 Trade & Service 633.771 -3.745 174
No Code Prev Close Change %
1 MBAP 1,820 2,270 450 24.73
2 DVLA 2,450 3,040 590 24.08
3 KIOS 160 194 34 21.25
4 CNTX 218 250 32 14.68
5 ALTO 354 400 46 12.99
6 TRUS 284 320 36 12.68
7 PNLF 185 206 21 11.35
8 BIKA 179 199 20 11.17
9 TDPM 94 104 10 10.64
10 BMSR 53 58 5 9.43
No Code Prev Close Change %
1 GLOB 144 134 -10 -6.94
2 MREI 5,200 4,840 -360 -6.92
3 BPTR 87 81 -6 -6.90
4 SGER 262 244 -18 -6.87
5 FOOD 131 122 -9 -6.87
6 BRAM 5,100 4,750 -350 -6.86
7 EMTK 5,475 5,100 -375 -6.85
8 MSKY 1,025 955 -70 -6.83
9 PAMG 74 69 -5 -6.76
10 BOLA 163 152 -11 -6.75
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,090 1,030 -60 -5.50
2 BBRI 3,350 3,330 -20 -0.60
3 FREN 128 120 -8 -6.25
4 BBNI 5,125 5,075 -50 -0.98
5 BMTR 264 248 -16 -6.06
6 PURA 129 134 5 3.88
7 TLKM 2,950 3,010 60 2.03
8 MDKA 1,810 1,770 -40 -2.21
9 EXCL 2,430 2,610 180 7.41
10 PNLF 185 206 21 11.35