Portal Berita Ekonomi Jum'at, 19 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:55 WIB. RNI - RNI siap memanfaatkan peluang di Aerocity Kertajati, Majalengka.
  • 16:55 WIB. AP II - AP II segera merealisasikan penyertaan modal di PT BIJB.
  • 16:54 WIB. BPJS Kesehatan - BJPS Kesehatan Palembang membayar tagihan jatuh tempo senilai Rp266,95 miliar.
  • 16:53 WIB. Tol - Pemprov Jateng menerima usulan kepala daerah soal tol Solo-Cilacap.
  • 15:29 WIB. RNI - RNI menunda program revitalisasi pabrik gula di Jabar.
  • 15:28 WIB. JSMR - Jasa Marga memastikan pembangunan tol Pandaan-Malang nyaris rampung tahun ini.

Bersua Chelsea Lagi, Liverpool Optimis Putus Rekor Buruk

Bersua Chelsea Lagi, Liverpool Optimis Putus Rekor Buruk - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Big match Liverpool melawan Chelsea akan berlangsung malam ini pukul 22.30 WIB, Minggu (14/4/2019), di Stadion Anfield. Kedua tim ini juga bersua lima tahun lalu di Liga Inggris musim 2013/2014 di stadion yang sama.

Pada saat itu, Liverpool tengah bersaing ketat dengan Manchester City dalam perburuan gelar juara Liga Inggris dan membutuhkan kemenangan di tiga laga sisa demi bisa mempertahankan posisi di puncak klasemen. Sayangnya, lantaran dihadang Chelsea, The Reds terpaksa puas finis di peringkat kedua, kalah dua poin dari The Citizen.

Lantas, mampukah kali ini Liverpool membalaskan dendamnya pada The Blues dan meneruskan ambisinya untuk menyabet gelar juara Liga Inggris musim ini?

Henderson, satu dari tiga penggawa Liverpool, selain Simon Mignolet dan Daniel Sturridge, yang masih tersisa di skuat Liverpool sejak kegagalan pada 2014 tersebut, optimistis skuat Liverpool saat ini tidak mau dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama kala menghadapi The Blues di Anfield.

Baca Juga: Lawan Liverpool, Giroud: Chelsea Tak Takut dengan Van Dijk

Menurut dia, dibandingkan skuat pada 2013/2014, Liverpool saat ini lebih solid, terutama di lini pertahanan. Jika dibandingkan, pada musim 2013/2014, Liverpool tercatat kebobolan 50 gol di sepanjang gelaran Liga Inggris. Namun, pada musim ini, Liverpool merupakan tim dengan pertahanan terbaik di kancah Liga Inggris, dengan hanya kebobolan 20 gol dan hanya menelan satu kekalahan dari 33 laga.

"Saya masih merasa, kami bisa meraih trofi pada saat itu. Namun, sekarang kami memiliki tim yang jauh berbeda. Kami lebih solid dengan jumlah kebobolan lebih sedikit dari tim mana pun di kompetisi ini. Sekarang, kami harus bisa berkonsentrasi dengan permainan kami dan terus meraih kemenangan di sisa laga," ujar Henderson.

Hal senada diungkapkan pelatih Liverpool, Juergen Klopp. Menurut pelatih asal Jerman itu, dalam lima tahun terakhir, The Reds telah mengalami peningkatan besar. Keberhasilan melangkah ke babak final Liga Champions musim lalu, ditambah dengan penampilan impresif di sepanjang Liga Inggris musim ini, menjadi bukti perubahan tersebut.

Klopp pun menyebut, anak-anak asuhnya tidak lagi berpikir soal kekalahan dari Chelsea lima tahun lalu, tapi fokus pada mempertahankan konsistensi dan level permainan. Terlebih, The Reds tengah memasuki fase terakhir dari perebutan gelar juara Liga Primer Inggris musim ini.

Baca Juga: Liverpool Harus Lupakan Kenangan Buruk Dijegal Chelsea

Berada di peringkat teratas klasemen sementara, Liverpool memang mengantongi keunggulan dua poin dari City. Namun, dengan jumlah laga lebih banyak, The Reds mau tidak mau harus bisa terus memetik poin di lima laga pamungkas Liga Inggris, termasuk saat menjamu The Blues di Anfield.

"Saat ini adalah fase terakhir dalam perburuan gelar Liga Inggris musim ini. Saatnya, kami memberikan semua apa yang kami punya, semangat bertarung, kemampuan teknik dan fisik. Kami telah membuktikannya sejak awal musim ini, dan dalam beberapa laga terakhir, tim ini terus menunjukan kedewasaan dan kematangan," ujar Klopp.

Komentar Klopp ini merujuk pada empat laga terakhir The Reds di Liga Inggris. Dalam empat laga tersebut, tim lawan sempat bisa menyamakan kedudukan atau unggul terlebih dulu dari pasukan asal Merseyside tersebut.

Namun, Mohammed Salah dan kawan-kawan akhirnya mampu menutup laga dengan torehan tiga poin, termasuk saat tertinggal lebih dulu dan akhirnya bisa menang 3-1 atas Southampton, akhir pekan lalu.

Dari segi performa, Liverpool memang tengah berada dalam tren positif. Kemenangan 2-0 atas Porto di leg pertama babak perempat final Liga Champions, tengah pekan ini, merupakan kemenangan keenam The Reds secara beruntun di semua ajang.

Semua ini rasanya menjadi modal yang cukup buat Liverpool untuk menghadapi Chelsea di Anfield, sekaligus memutus rekor buruk tidak pernah menang dalam enam laga kandang terakhir kontra The Blues.

Baca Juga: Liga Inggris Akhir Pekan Ini, Big Match Liverpool vs Chelsea

Partner Sindikasi Konten: Republika

Tag: Liverpool, Chelsea Football Club, Liga Inggris

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Reuters/Phil Noble

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.57 3,718.34
British Pound GBP 1.00 18,368.14 18,184.19
China Yuan CNY 1.00 2,105.18 2,084.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,086.00 13,946.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.75 10,011.83
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,795.40 1,777.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.63 10,303.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,908.73 15,749.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,399.95 3,362.91
Yen Jepang JPY 100.00 12,583.53 12,455.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Feb
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10