Portal Berita Ekonomi Jum'at, 26 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:32 WIB. Saham - OJK rilis produk wakaf saham. 
  • 13:17 WIB. Bio Farma - WHO-Unicef menggandeng Bio Farma untuk menyediakan vaksin polio.
  • 13:09 WIB. Pertamina - Tahun 2018, total kontribusi Pertamina Grup untuk APBN mencapai Rp120,8 triliun.
  • 12:12 WIB. Pertamina - Pertamina mengaku tidak akan memaksa Aramco untuk menyetujui valuasi aset Kilang Cilacap.
  • 12:11 WIB. KRAS - Krakatau Steel mengangkat dua direksi baru.
  • 12:09 WIB. Mandiri - Mandiri mencatatkan penyaluran KUR senilai Rp5,17 triliun per kuartal I/2019.

Gara-gara Jokowi, Neraca Perdagangan Indonesia Terus Defisit

Gara-gara Jokowi, Neraca Perdagangan Indonesia Terus Defisit - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli mengkritik kebijakan perekonomian yang dijalankan pemerintahan saat ini. Menurut dia, jajaran yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlalu longgar terhadap China. Oleh karena itu, lanjut dia, Indonesia terus mengalami defisit neraca perdagangan yang kian membesar.

"Dulu perdagangan kita dengan China defisit US$13 miliar. 2018, kita defisit US$18 miliar. Kebijakan ekonomi Pak Jokowi terlalu baik dengan China," kata Rizal Ramli dalam konferensi pers usai Debat Terbuka Kelima di Jakarta, Sabtu (13/4/2019) malam.

Dia mengutip data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS). Dengan China, neraca perdagangan Indonesia tercatat mengalami defisit sebesar US$3,93 miliar dalam kurun waktu Januari-Februari 2019. Laju defisit meningkat dibanding periode yang sama pada 2018, yakni sebesar US$3,29 miliar.

Baca Juga: Sandiaga Sebut "Obat" Guna Atasi Defisit Neraca Perdagangan

Indonesia dinilai perlu memiliki mitra dagang yang baik. "Prabowo berani dengan (Presiden China) Xi Jinping. Kita akan revisi proyek listrik dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung," ucap Rizal Ramli, yang beberapa waktu lalu ditunjuk calon presiden Prabowo Subianto sebagai pakar ekonomi untuk membantu tim Badan Pemenangan Nasional (BPN).

Lebih lanjut, Rizal menambahkan, pertumbuhan ekonomi China sedang merosot, yakni dari semula 8% menjadi 6% hingga saat ini. Hal itu mendorong banyaknya tenaga kerja kasar asal China pergi ke luar, termasuk Indonesia.

Sementara di Indonesia sendiri banyak angkatan kerja yang menganggur. Untuk itu, Rizal mengklaim Prabowo bila terpilih sebagai Presiden RI periode 2019-2024 siap bernegosiasi dengan Negeri Tirai Bambu, termasuk soal tenaga kerja asing. "Diperlukan keberanian dalam dunia internasional," katanya.

Menurutnya, ada banyak cara untuk mendorong masuknya investasi asing ke Indonesia tanpa mengorbankan martabat bangsa. Rizal menilai India dan Vietnam saat ini lebih diminati investor untuk menjadi negara tujuan penananaman modal. "Kita genjot ekonomi 8%. Ngapain ngemis-ngemis datengin asing," ujarnya.

Baca Juga: Jokowi: Defisit Neraca Dagang Bisa Hilang Kalau. . .

Partner Sindikasi Konten: Republika

Tag: Defisit Neraca Perdagangan, Joko Widodo (Jokowi), Rizal Ramli

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,802.70 3,763.93
British Pound GBP 1.00 18,402.67 18,212.34
China Yuan CNY 1.00 2,118.50 2,097.40
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,259.00 14,117.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,024.08 9,917.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,817.92 1,799.63
Dolar Singapura SGD 1.00 10,480.71 10,374.81
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,883.10 15,722.10
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,453.38 3,416.51
Yen Jepang JPY 100.00 12,770.02 12,641.71

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6372.787 -75.098 632
2 Agriculture 1421.881 -21.070 21
3 Mining 1794.054 -17.227 47
4 Basic Industry and Chemicals 808.779 -14.126 71
5 Miscellanous Industry 1307.808 -18.810 46
6 Consumer Goods 2452.192 -53.986 52
7 Cons., Property & Real Estate 485.163 -8.513 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1156.206 -6.210 73
9 Finance 1289.730 -9.597 91
10 Trade & Service 814.879 -3.774 156
No Code Prev Close Change %
1 TMPO 160 190 30 18.75
2 MTPS 1,035 1,195 160 15.46
3 NIKL 2,410 2,620 210 8.71
4 APEX 750 815 65 8.67
5 TRST 370 400 30 8.11
6 LPIN 1,060 1,140 80 7.55
7 DVLA 2,120 2,280 160 7.55
8 CNTX 454 488 34 7.49
9 KBLI 382 410 28 7.33
10 RIGS 302 324 22 7.28
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 630 520 -110 -17.46
2 TRIO 108 93 -15 -13.89
3 PADI 715 625 -90 -12.59
4 KIOS 900 800 -100 -11.11
5 CPRI 112 101 -11 -9.82
6 HDTX 119 108 -11 -9.24
7 CAKK 141 129 -12 -8.51
8 ALMI 600 550 -50 -8.33
9 JPFA 1,675 1,540 -135 -8.06
10 GIAA 500 462 -38 -7.60
No Code Prev Close Change %
1 JPFA 1,675 1,540 -135 -8.06
2 SWAT 124 125 1 0.81
3 UNVR 48,650 46,400 -2,250 -4.62
4 BBRI 4,400 4,330 -70 -1.59
5 CPRI 112 101 -11 -9.82
6 MNCN 895 945 50 5.59
7 ESTI 99 98 -1 -1.01
8 PTBA 4,130 4,030 -100 -2.42
9 BBCA 28,150 27,975 -175 -0.62
10 CPIN 5,625 5,200 -425 -7.56