Portal Berita Ekonomi Jum'at, 26 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:57 WIB. Pertamina - Pertamina tetap berkomitmen lanjutkan proyek RDMP Cilacap.
  • 06:35 WIB. Inalum - Inalum masih membutuhkan dana jumbo untuk proyek penghiliran.

Ini Kronologi WNI Tak Bisa Nyoblos di Sydney

Ini Kronologi WNI Tak Bisa Nyoblos di Sydney - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Sydney, Australia, menjelaskan kronologi sejumlah warga negara Indonesia (WNI) tidak bisa mencoblos surat suara pada Sabtu (13/4). Adanya WNI yang tidak bisa menyalurkan hak pilih lantaran membeludaknya antrean di tempat pemungutan suara (TPS).

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu (14/4), secara umum pelaksanaan pemungutan suara berlangsung lancar. PPLN Sydney melayani pemungutan suara untuk WNI yang tinggal di Australia meliputi New South Wales, Queensland, dan South Australia. 

 Baca Juga: Walau Hujan Salju, WNI Antusias Ikut Nyoblos di Polandia

PPLN Sydney menerangkan, pemungutan suara dimulai sejak pukul 08.00 sampai 18.00 waktu setempat, sedangkan Daftar Pemilih Khusus Luar Negeri (DPTLN) di Sydney berjumlah 25.381 pemilih. DPKLN merupakan pemilih yang belum terdaftar sebagai DPT dan baru mendaftar pada 12 Desember 2018 yang masuk dalam penetapan DPTLN.

Baca Juga: Di Istanbul, Pilpres dan Pilcaleg Berjalan Aman

Tidak sedikit pemilih yang datang merupakan pemilih yang tidak terdaftar. Bahkan, pemilih tidak tahu bahwa mereka masuk dalam kriteria DPKLN. "DPKLN baru diperbolehkan mencoblos pada satu jam terakhir atau jam 17.00 sampai 18.00,“ tulis PPLN Sydney dalam keterangannya.

Baca Juga: Jangan, Jangan Golput

Menjelang pukul 17.00 yang mana mendekati waktu bagi DPKLN untuk melakukan pencoblosan, antren pemilih mencapai puncaknya. Pemilih DPKLN yang ingin mencoblos memenuhi pintu masuk lokasi gedung TPS berada. 

Untuk mengurangi antrean, petugas KPPSLN berusaha semaksimal mungkin mempercepat pelayanan terhadap pemilih. Pukul 18.00, PPLN Sydney menjelaskan, masih banyak orang berkumpul di depan pintu masuk lokasi gedung TPS. 

Karena alasan keamanan, penutupan pintu masuk gedung dilakukan pada pukul 18.00. Pemilih yang berada di luar gedung telah diberi penjelasan bahwa waktu pencoblosan telah berakhir, tetapi pelayanan masih dilakukan pada pemilih yang sudah memasuki gedung.

"Terdapat beberapa pemilih yang berada diluar gedung masih kurang puas meskipun telah diberikan penjelasan oleh PPLN," terangnya.

Selain batas waktu pemilihan terbatas, ada batas waktu penyewaan gedung. "Beberapa TPSLN diharuskan meninggalkan gedung jam 20.00. Bahkan telah dilakukan perpanjangan waktu penggunaan gedung guna menyelesaikan seluruh proses pemungutan suara," tulis PPLN Sydney.

Sekitar pukul 19.00, KPPSLN melanjutkan pelayanan kepada seluruh pemilih yang sudah memasuki gedung. Selanjutnya, kotak suara digembok dan disegel dengan disaksikan oleh Panwaslu dan saksi.

Selanjutnya, KPPSLN melakukan proses penghitungan sisa surat suara dan administrasi dokumen. Logistik pemilu, termasuk kotak suara yang didalamnya terdapat surat suara, akan dibuka pada Rabu, 17 April 2019 untuk proses penghitungan suara.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Tag: Pemilu, Pemilu Presiden (Pilpres), Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Rahmad

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,802.70 3,763.93
British Pound GBP 1.00 18,402.67 18,212.34
China Yuan CNY 1.00 2,118.50 2,097.40
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,259.00 14,117.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,024.08 9,917.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,817.92 1,799.63
Dolar Singapura SGD 1.00 10,480.71 10,374.81
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,883.10 15,722.10
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,453.38 3,416.51
Yen Jepang JPY 1.00 12,770.02 12,641.71

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6372.787 -75.098 632
2 Agriculture 1421.881 -21.070 21
3 Mining 1794.054 -17.227 47
4 Basic Industry and Chemicals 808.779 -14.126 71
5 Miscellanous Industry 1307.808 -18.810 46
6 Consumer Goods 2452.192 -53.986 52
7 Cons., Property & Real Estate 485.163 -8.513 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1156.206 -6.210 73
9 Finance 1289.730 -9.597 91
10 Trade & Service 814.879 -3.774 156
No Code Prev Close Change %
1 TMPO 160 190 30 18.75
2 MTPS 1,035 1,195 160 15.46
3 NIKL 2,410 2,620 210 8.71
4 APEX 750 815 65 8.67
5 TRST 370 400 30 8.11
6 LPIN 1,060 1,140 80 7.55
7 DVLA 2,120 2,280 160 7.55
8 CNTX 454 488 34 7.49
9 KBLI 382 410 28 7.33
10 RIGS 302 324 22 7.28
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 630 520 -110 -17.46
2 TRIO 108 93 -15 -13.89
3 PADI 715 625 -90 -12.59
4 KIOS 900 800 -100 -11.11
5 CPRI 112 101 -11 -9.82
6 HDTX 119 108 -11 -9.24
7 CAKK 141 129 -12 -8.51
8 ALMI 600 550 -50 -8.33
9 JPFA 1,675 1,540 -135 -8.06
10 GIAA 500 462 -38 -7.60
No Code Prev Close Change %
1 JPFA 1,675 1,540 -135 -8.06
2 SWAT 124 125 1 0.81
3 UNVR 48,650 46,400 -2,250 -4.62
4 BBRI 4,400 4,330 -70 -1.59
5 CPRI 112 101 -11 -9.82
6 MNCN 895 945 50 5.59
7 ESTI 99 98 -1 -1.01
8 PTBA 4,130 4,030 -100 -2.42
9 BBCA 28,150 27,975 -175 -0.62
10 CPIN 5,625 5,200 -425 -7.56