Amerika Terus Berupaya Jatuhkan Presiden Venezuela, Ini Penyebabnya

Amerika Terus Berupaya Jatuhkan Presiden Venezuela, Ini Penyebabnya Kredit Foto: Reuters/Alex Wroblewski

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, mengatakan pihaknya bakal terus melanjutkan berbagi upaya diplomatik dan ekonomi untuk menjatuhkan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Ia menambahkan, negaranya bakal membuat Maduro bertanggung jawab atas krisis yang kian memburuk di Venezuela. Pernyataan tersebut katakan di Cucuta, Kota Kolombia yang berbatasan dengan Venezuela.

Seperti diberitakan Reuters, AS berusaha mencengkram negara-negara berkembang di kawasan Amerika Latin di tengah krisis Venezuela dan semakin pesatnya kehadiran Cina di sana.

"Amerika akan terus menggunakan semua kemampuan ekonomi dan politik kami untuk membantu rakyat Venezuela," ujarnya Pompeo, Senin (15/4/2019).

Baca Juga: Marquez Gagal Naik Podium di GP Amerika

Maduro menyalahkan sanksi AS atas masalah ekonomi yang terjadi di negaranya. Ia juga berusaha menyingkirkan ketua oposisi, Juan Guaido yang pada bulan Januari lalu meminta konstitusi untuk menjadikannya sebagai presiden sementara. Menurutnya Maduro mencurangi pemilihan umum 2018 lalu.

Maduro menyebut Guaido sebagai boneka AS. Karena hiperinflansi, kelangkaan makanan dan obat-obatan serta krisis politik lebih dari tiga juga orang Venezuela mengungsi dari negara itu.

"(Kami akan) menggunakan sanksi, pencabutan visa dan cara-cara lain, kami berjanji untuk menahan rezim dan mereka yang bertanggung jawab atas korupsi dan represi mereka terhadap demokrasi," terang Pompeo.

Baca Juga: China dan Amerika Mau Perang atau Damai, Indonesia Tetap Untung

Cucuta menerima pengungsi Venezuela yang melarikan diri ke Kolombia dalam jumlah yang sangat besar. Kebanyakan para pengungsi hanya membawa apa yang dapat mereka bawa.

Walaupun sebagian besar negara-negara Barat mengakui Guaido sebagai presiden sementara tapi Rusia, Cina dan Kuba masih mendukung Maduro.

Washington memberlakukan sanksi ekonomi terhadap pemerintahan Maduro sebagai upaya untuk menggulingkannya. Pada Jumat (12/4) lalu empat perusahaan dan sembilan kapal masuk ke dalam daftar hitam.

Pompeo mendesak Maduro untuk segera turun dari jabatannya dengan begitu Venezuela dapat kembali normal.

"Saya harap sekarang Anda peduli, ketika Anda melihat kengerian, ketika Anda melihat tragedi, Anda akan mengubah cara dan meninggalkan negara Anda," jelasnya.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini