Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Dear Pendiri Startup, 3 Kesalahan Ini Perlu Dihindari saat Pitching

Dear Pendiri Startup, 3 Kesalahan Ini Perlu Dihindari saat Pitching Kredit Foto: Unsplash/Rawpixel
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pada masa-masa awal, pengusaha menghabiskan sebagian besar waktu untuk mematangkan ide dan membangun produk minimum yang layak (minimum viable product/MVP). Secara alami, mereka merasa harus mengenalkan hal itu kepada investor. Padahal, itu bukanlah langkah yang tepat.

Dalam proses pitching di hadapan investor, menjelaskan narasi tentang peluang bisnis jauh lebih penting. Itu bertujuan untuk meyakinkan investor terhadap bisnis yang akan Anda rintis dalam bentuk perusahaan rintisan (startup).

Tak hanya itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika Anda melakukan pitching supaya terhindar dari kegagalan. Melansir TechCrunch (15/4/2019), berikut ini adalah hal-hal yang harus Anda hindari saat pitching, menurut data DocSend, platform penyedia analitik untuk bisnis. 

1. Jangan awali dengan pengenalan produk

Pitching yang gagal umumnya terjadi karena diawali dengan produk. Investor menghabiskan waktu 4x lipat pada slide produk di pitch deck yang gagal daripada yang dilakukan pada deck pitch yang sukses.

Baca Juga: Startup AI Bawa Indonesia ke Kancah Internasional

Bukan berarti itu hal baik. Menurut data yang dilansir dari TechCrunch (15/4/2019), investor mungkin menggali detail yang memetakan nilai produk Anda dengan kebutuhan pasar saat ini. Kemudian, mereka tak melihat adanya koneksi yang jelas antara kedua hal itu. 

Lagipula, investor bukanlah pelanggan yang masuk ke dalam segmentasi pasar dari produk. Menampilkan detail produk hanya akan membuat mereka bingung dan menimbulkan pertanyaan; mengapa ini penting untuk kami?

Yang ingin mereka ketahui adalah, akankah produk yang Anda rintis ini dapat menciptakan bisnis besar? Contohnya, seperti produk Go-Jek yang terus berkembang dari bentuk awalnya, dari layanan transportasi, hingga ke kebutuhan sehari-hari.

2.Tidak memulai pitching dengan “mengapa?”

Deck pitch yang sukses diawali dengan tujuan dari perusahaan, diikuti dengan alasan di balik pemilihan tim dan pendiri, serta alasan produk itu tepat untuk diluncurkan saat ini.

Investor menghabiskan rata-rata 27 detik untuk memahami makna “mengapa sekarang” dan “mengapa harus Anda” dalam sebuah pitching yang sukses. Namun, mereka akan menghabiskan rata-rata 62 detik untuk memahami hal itu di pitching yang gaga;. 

Dapat disimpulkan jika investor menghabiskan waktu lebih banyak untuk menilai tim Anda dan kapabilitasnya pada pitch deck yang gagal. Artinya mereka belum percaya atas penjelasan Anda mengenai tim dan tujuan dari startup Anda.

Seorang pengusaha harus fokus membuat penjelasan terhadap kata “mengapa?” untuk membuat investor terheran, mengapa bisnis dengan ide sebagus itu, Anda belum membangun bisnis besar?

Baca Juga: Startup Story: Jari, Solusi untuk Fraud dan Visibility

3. Tidak menceritakan alur

Pitch deck yang gagal diawali dengan produk, diikuti model bisnis, dan lanskap yang kompetitif. Dek yang berhasil juga memiliki itu, tetapi terdapat sebuah narasi yang variatif yang menarik intuisi dalam proses pitching yang berhasil.

Di dek yang gagal, investor menghabiskan waktu lebih banyak tergadap produk, tim, dan finansial. Dalam angka, rata-ratanya menginjak waktu enam menit, sedangkan pada dek yang berhasil, mereka hanya habiskan waktu dua menit.

Dek yang berhasil juga dikunjungi berulang-ulang. Ia dikunjungi 2,3 kali lebih banyak daripada dek yang gagal.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Tanayastri Dini Isna
Editor: Kumairoh

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: