Portal Berita Ekonomi Sabtu, 30 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Open Innovation Tingkatkan Akses Pasar Kain Tenun

Open Innovation Tingkatkan Akses Pasar Kain Tenun
WE Online, Jakarta -

Kain tenun merupakan warisan budaya Indonesia, sayangnya keberadaannya tidak sepopuler kain batik. Apalagi saat ini produk kain tenun tidak diakui UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia. Sehingga agar dapat diterima masyarakat, diperlukan adanya inovasi baik dari segi desain maupun pewarnaan. Selain itu inovasi juga membantu peningkatan akses pasar kain tenun. Inovasi yang dilakukan tentunya harus tetap berada pada pakem-pakem budaya yang telah ditentukan.

Selama ini inovasi dilakukan secara tertutup, dalam arti hanya penenun yang memodifikasi desain dan pewarnaan. Padahal agar dapat memenuhi selera pasar diperlukan adanya kolaborasi antara penenun dan pelanggan, yang dikenal dengan open innovation (inovasi terbuka). 

Hali inilah yang mendasari kajian strategis yang dilakukan oleh dosen  Universitas Indonesia, diketuai oleh Dr. Fibria Indriati selama setengah tahun, mulai dari pertengahan tahun lalu. Febria melakukan kajian dibeberapa wilayah dan melihat salah satu daerah di NTT berhasil dalam melakukan inovasi terbuka.

Baca Juga: Ekspor Produk Tenun dan Batik Ditargetkan Naik 10%

"Kami menemukan bahwa para penenun yang berada di Kabupaten Sikka, NTT telah melakukan inovasi terbuka dalam rangka meningkatkan akses pasar dan nilai ekonomis kain tenun. Model inovasi terbuka yang dilakukan adalahstrategi inovasi kolaboratif dan strategi Inovasi berbasis jejaring," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (15/4/2019).

Strategi inovasi kolaboratif dilakukan oleh para penenun dengan membentuk kolaborasi dengan beberapa lembaga yang memiliki banyak pengetahuan seperti rumah desain, universitas dan lembaga peneliti serta pemerintah. Kolaboratif yang dilakukan terkait dengan desain dan teknik pewarnaan. Strategi ini mampu menghasilkan kain tenun dengan motif kontemporer yang memiliki nilai ekonomis yang dapat diterima secara luas (bukan hanya masyarakat NTT). 

Dalam hal pewarnaan, teknik yang diterapkan selain pewarna alami, para penenun menggunakan pewarna kimia yang mempersingkat waktu penyelesaian kain tenun.  Selain itu juga kolaboratif strategi inovasi dilakukan dalam hal peralatan menenun, dimana bekerja sama dengan universitas, perusahaan dan lembaga pemerintah dalam penyediaan alat pemintal benang tenun.

SedangKan strategi inovasi berbasis jejaring dilakukan oleh para ketua kelompok tenun dan penenun dengan menjalin jejaring baik dengan perorangan (desainer), komunitas tenun dan pecinta budaya baik yang berada di dalam negeri atau yang berada di luar negeri.

Model open innovation telah terbukti dapat mempercepat  proses pengerjaan kain tenun dan meningkatkan akses pasar karena kain tenun yang diproduksi dapat diterima oleh masyarakat secara luas. Namun terdapat tantangan dari open innovation ini, menurut Alfonsa Horeng, ketua kelompok Lepo Lerun Desa Nita, open innovation tidak memenuhi nilai adat yang telah diwariskan oleh leluhur sehingga kain yang dihasilkan tidak memiliki nilai bagi masyarakat adat. 

Hal ini juga ditegaskan oleh Daniel David, ketua kelompok tenun Na’ni House. Menueutnya kain-kain dengan motif kontemporer dan pewarnaan kimia tidak memiliki nilai adat, tetapi memiliki nilai ekonomis, yang dapat membuka akses pasar bagi kain tenun dan penenun itu sendiri.

"Meskipun demikian, identitas kain tenun Sikka tidak boleh berubah,  oleh sebab itu dalam pengembangan kain tenun, meskipun motif dan pewarnaan dapat disesuaikan dengan keinginan pelanggan, tetapi harus tetap membawa ciri dari kain tenun Sikka dan tidak boleh dicampur adukkan," katanya.

Baca Juga

Tag: Kain Tenun, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Kumairoh

Foto: Antara/Prasetyo Utomo

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43