Portal Berita Ekonomi Sabtu, 20 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 00:23 WIB. EXCL - XL Axiata mencatat trafik data mengalami kenaikan hingga 24% selama periode Pilpres 2019.
  • 00:22 WIB. WTO - Amerika Serikat menang gugatan atas China di WTO soal tarif kuota impor produk komoditas pertanian.
  • 00:19 WIB. ANTM - Antam menargetkan pembangunan smelter nikel di KEK tuntas pada  tahun 2022.
  • 23:55 WIB. ANTM - Antam akan membangun smelter nikel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong mulai tahun 2020.

Kredit Baru Dipekirakan Meningkat di Kuartal II 2019

Kredit Baru Dipekirakan Meningkat di Kuartal II 2019 - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) memprediksi pada kuartal II 2019, pertumbuhan kredit baru diperkirakan meningkat. Hal ini tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) permintaan kredit baru sebesar 98,6%, lebih tinggi dibandingkan 50% pada triwulan sebelumnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan, tingginya optimisme responden terhadap pertumbuhan kredit baru, terutama didorong oleh pertumbuhan kondisi ekonomi yang menguat, risiko penyaluran kredit yang rendah, rasio kecukupan modal yang meningkat, dan likuiditas yang cukup.

"Prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru kuartal II 2019 adalah kredit modal kerja, diikuti kredit investasi, dan kredit konsumsi," kata Onny di Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Baca Juga: OJK Harap Kebijakan BI Mampu Dorong Kredit Sesuai Target

Pada jenis kredit konsumsi, penyaluran kredit pemilikan rumah atau apartemen masih menjadi prioritas utama, diikuti oleh penyaluran kredit multiguna dan kredit kendaraan bermotor.

Hasil survei perbankan BI mengindikasikan pertumbuhan kuartalan kredit baru pada kuartal I 2019  melambat dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini tercermin dari SBT permintaan kredit baru sebesar 50%, lebih rendah 71,7% dari kuartal sebelumnya.

Menurut dia, melambatnya pertumbuhan permintaan kredit baru terjadi pada kredit modal kerja dan kredit investasi yang terindikasi dari penurunan SBT permintaan kredit modal kerja dari 77% menjadi 68,2%, dan kredit investasi dari 83,1% menjadi 74,7%.

Sementara pertumbuhan kuartalan (qtq), kredit konsumsi meningkat, terindikasi dari meningkatnya SBT dari 28% menjadi 30,4%. Peningkatan kredit konsumsi tersebut terutama didorong oleh penyaluran kredit kendaraan bermotor.

Baca Juga: BI Catat Penyaluran Kredit Perbankan Tumbuh 12% Jadi...

Tag: pertumbuhan kredit, Bank Indonesia (BI)

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Rivan Awal Lingga

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.57 3,718.34
British Pound GBP 1.00 18,368.14 18,184.19
China Yuan CNY 1.00 2,105.18 2,084.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,086.00 13,946.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.75 10,011.83
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,795.40 1,777.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.63 10,303.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,908.73 15,749.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,399.95 3,362.91
Yen Jepang JPY 100.00 12,583.53 12,455.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Feb
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10