Portal Berita Ekonomi Sabtu, 20 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 00:23 WIB. EXCL - XL Axiata mencatat trafik data mengalami kenaikan hingga 24% selama periode Pilpres 2019.
  • 00:22 WIB. WTO - Amerika Serikat menang gugatan atas China di WTO soal tarif kuota impor produk komoditas pertanian.
  • 00:19 WIB. ANTM - Antam menargetkan pembangunan smelter nikel di KEK tuntas pada  tahun 2022.
  • 23:55 WIB. ANTM - Antam akan membangun smelter nikel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong mulai tahun 2020.

Wacana Baru dari Amazon: Layanan Musik Gratis dengan Iklan

Wacana Baru dari Amazon: Layanan Musik Gratis dengan Iklan - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Amazon dilaporkan tengah berencana menawarkan layanan musik gratis dan didukung oleh iklan. Meskipun, belum ada rincian mengenai bentuk dari layanan itu (berbentuk seperti radio atau pun layanan on-demand), layanan gratis baru itu akan menjadi pesaing langsung (direct competitor) dari Spotify.

Dilansir dari The Verge (16/4/2019), Amazon berencana memasarkan opsi baru itu lewat pengeras suara bermerek Echo miliknya. Tingkat layanan gratis itu akan memiliki daftar lagu yang terbatas.

Kabarnya, Amazon akan memperoleh lisensi dengan menawarkan label yang sepakat untuk membayar per stream (aliran). Tingkat pembayaran tak berkaitan dengan jumlah iklan yang dijual oleh Amazon.

Baca Juga: Pepet Amazon, Walmart Tingkatkan Bisnis Iklan Lewat Jalan Ini

Musik adalah bagian yang kuat dari bisnis Amazon. Tahun lalu, perwakilan dari perusahaan melaporkan Amazon Music memiliki puluhan juta pelanggan aktif. Hal itu kemungkinan terjadi karena kesepakatan di negara lain.

Pengguna Amazon Prime di Amerika Serikat memiliki akses ke katalog musik pilihan secara gratis dan secara terpisah dapat berlangganan musik bulanan yang lebih besar, berkisar dari US$3,99 hingga US$9,99, tergantung pada jumlah perangkat yang digunakan.

Di negara lain, seperti India, Amazon menawarkan keanggotaan Prime dengan harga yang jauh lebih murah. Paket itu berlaku untuk layanan musik dan video.

Meskipun pertumbuhan Amazon Music terbilang baik, lini bisnis itu masih menjadi salah satu sumber kerugian bagi perusahaan. Namun, mereka tetap bisa menyubsidi biaya dengan keadaan seperti itu.

Baca Juga: 3.000 Lebih Karyawan Amazon Protes kepada Jeff Bezos dan Jajaran, Terkait Apa?

Amazon berhasil mendapatkan keuntungan lebih dari US$10 miliar pada 2018 (sekitar Rp140 triliun). Sebagian besar pendapatan itu berasal dari lini bisnis komputasi awannya, Amazon Web Services. 

Tag: Amazon, Spotify, Amazon Web Services

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: The Verge

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.57 3,718.34
British Pound GBP 1.00 18,368.14 18,184.19
China Yuan CNY 1.00 2,105.18 2,084.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,086.00 13,946.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.75 10,011.83
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,795.40 1,777.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.63 10,303.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,908.73 15,749.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,399.95 3,362.91
Yen Jepang JPY 100.00 12,583.53 12,455.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Feb
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10