Portal Berita Ekonomi Sabtu, 30 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

OJK Minta Industri Keuangan Jangan Buat Iklan yang Menyesatkan

OJK Minta Industri Keuangan Jangan Buat Iklan yang Menyesatkan
WE Online, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta pelaku industri jasa keuangan untuk tidak menayangkan iklan atau promosi yang tidak jelas dan menyesatkan konsumen jasa keuangan.

Menurut Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Sarjito, hal ini melanggar UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Peraturan OJK Nomor 1 Tahun 2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan.

Pasal 10 UU Perlindungan Konsumen menyebutkan pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan dilarang menawarkan, mempromosikan, mengiklankan atau membuat pernyataan yang tidak benar atau menyesatkan mengenai a. harga atau tarif suatu barang dan/atau jasa; b. kegunaan suatu barang dan/atau jasa; c. kondisi, tanggungan, jaminan, hak atau ganti rugi atas suatu barang dan/atau jasa; d. tawaran potongan harga atau hadiah menarik yang ditawarkan; e. bahaya penggunaan barang dan/atau jasa.

Sementara Pasal 4 ayat 1 POJK Nomor 1/ 2013 Pelaku Usaha Jasa Keuangan wajib menyediakan dan/atau menyampaikan informasi mengenai produk dan/atau layanan yang akurat, jujur, jelas, dan tidak menyesatkan.

"Kalau Anda melihat (iklan menyesatkan), Anda laporan ke kita, nanti kita tegur dan minta hentikan. Kita punya kemampuan itu, kalau nggak dihentikan kita bisa berikan sanksi. Tapi prinsipnya kita ingin melindungi konsumen," kata Sarjito di Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Baca Juga: OJK Tetapkan Saham Menteng Heritage sebagai Efek Syariah

Untuk itu, lanjutnya, pelaku industri jasa keuangan dalam melakukan penawaran dan iklan harus mengikuti Pedoman Iklan yang dianjurkan yakni akurat, jujur, jelas dan tidak menyesatkan.

"Jadi produk apapun harus dijelaskan produknya seperti apa, risikonya seperti apa. Misalnya kartu kredit kena cas tahunnya sekian tapi tahun-tahun ke belakangnya nggak disebutin," jelasnya.

Akurat yang dimaksud adalah penggunaan kata superlatif wajib disertai referensi yang kredibel. Kemudian penyajian kinerja masa lalu dan proyeksi kinerja dilarang menjanjikan pasti berhasil, dan penggunaan data riset wajib mencantumkan sumber yang independen.

Sementara jelas dalam pedoman iklan diatas maksudnya adalah bahasa mudah dipahami, jika mencantumkan tautan wajib diinformasikan secara langsung dan spesifik. Wajib mencantumkan logo OJK dan penyataan “terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan." Lalu informasi mengenai produk dan/atau layanan syariah wajib memperhatikan ketentuan berdasarkan prinsip syariah. Tanda asterisk dilarang menyembunyikan informasi. Janji pengembalian uang wajib disertai mekanismenya, dan informasi ketersediaan hadiah harus lengkap.

Sedangkan tidak menyesatkan ialah dilarang menggunakan kata“gratis” jika disertai upaya tertentu, dilarang menggunakan kata berlebihan, dan kesaksian konsumen dan anjuran wajib disampaikan secara jujur.

Kemudian dilarang menjanjikan proses yang tidak sesuai dengan prosedur. Iklan dilarang diperankan oleh anak di bawah 7 tahun, pejabat negara, dan tokoh agama. Menampilkan uang dalam iklan wajib sesuai norma dan ketentuan.

Lalu Iklan dilarang plagiasi atau menjatuhkan produk lain, klaim halal hanya boleh dilakukan oleh produk yang telah sesuai prinsip syariah, dan pemasaran tidak semata-mata berdasarkan hadiah/ bonus/poin.

Baca Juga

Tag: Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Keuangan

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Kumairoh

Foto: Fajar Sulaiman

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43