Portal Berita Ekonomi Selasa, 23 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:02 WIB. PLN - Pemerintah berencana melunasi kurang bayar subsidi untuk PLN dan Pertamina pada kuartal II/2019.
  • 09:45 WIB. Mandiri - Mandiri melanjutkan migrasi sistem layanan pembayaran digitalnya ke sistem LinkAja.
  • 09:22 WIB. Rupiah - Rupiah melemah 0,02% ke level Rp14.078 per dolar AS. 
  • 09:09 WIB. ADHI - Adhi Karya menyiapkan pembangunan tol dalam Kota Medan dengan investasi Rp15 triliun.
  • 09:00 WIB. IHSG - IHSG dibuka menguat 0,08% ke level 6.420,16 di awal sesi I. 
  • 08:44 WIB. BNI Syariah - BNI Syariah berupaya mendorong UMKM dalam menerapkan aktivitas hijau.
  • 08:43 WIB. Pelindo II - Pelindo II siap berkompetisi dengan Thailand yang berambisi menjadi alternatif hub ekspor Asean.
  • 08:18 WIB. KAEF - Kimia Farma mendorong penjualan segmen OTC dan kosmetik.
  • 08:12 WIB. Tol - tarif tol untuk Jalan Tol Sei Rampah-Tebing Tinggi resmi diberlakukan.
  • 08:11 WIB. Bulog - Bulog Sumut menambah stok daging kerbau untuk mengamankan pasokan menjelang Ramadan.
  • 05:58 WIB. SBR006 - Hasil penjualan SBR006 lebih rendah daripada SBR005.
  • 05:57 WIB. BTN - BTN masuk Finraya melalui perusahaan modal ventura.
  • 05:56 WIB. Pendapatan Negara - Pertumbuhan pendapatan negara melambat di Kuartal I 2019.

JK: Aturan Soal Quick Count Supaya Tidak Pengaruhi Pilihan

JK: Aturan Soal Quick Count Supaya Tidak Pengaruhi Pilihan - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pengaturan terkait penyiaran hasil hitung cepat dua jam setelah pemungutan suara, bertujuan agar tidak mempengaruhi masyarakat yang belum menggunakan hak pilihnya.

"Tujuannya sederhana, ialah supaya 'quick count' itu tidak mempengaruhi pemilih yang belum memilih. Juga walaupun dua jam tidak mungkin juga (ada hitung cepat) karena penghitungannya akan lama sekali, khususnya pilpres bisa (sampai) tengah malam," kata Wapres JK kepada wartawan di Kantor Wapres Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa (16/4/2019).

Baca Juga: MK Tolak Pengumuman Hasil Hitung Cepat, Karena....

Apabila hasil hitung cepat dipublikasikan selama masa pemungutan suara, yakni sejak pukul 07.00, maka angka prediksi survei tersebut dapat mempengaruhi masyarakat yang belum menggunakan hak pilihnya.

"Ya namanya saja 'quick count', itu tentu diambil 'sampling' saja. Jadi jangan menjadi mempengaruhi pemilih," tegas Wapres.

Baca Juga: Di Era Jokowi-JK Indeks Pembangunan Manusia Naik Terus

Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu di pasal 540 melarang setiap orang mengumumkan hasil penghitungan cepat sebelum pukul 15.00 WIB atau dua jam setelah selesainya pemungutan suara di wilayah Indonesia bagian barat.

Mahkamah Konstitusi (MK) telah menolak permohonan perkara pengujian aturan hitung cepat tersebut yang diajukan oleh sejumlah stasiun televisi swasta nasional.

MK menilai pasal tersebut tidak dapat dimaknai telah menghilangkan hak masyarakat untuk menyampaikan dan mendapatkan informasi berkenaan dengan prakiraan hasil penghitungan cepat pemilu.

"Hal demikian hanyalah menunda sesaat hak dimaksud demi alasan yang jauh lebih mendasar yaitu melindungi kemurnian suara pemilih," ujar Hakim Konstitusi I Dewa Gede Palguna di Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta, Selasa.

Penundaan tersebut harus dilaksanakan mengingat beberapa wilayah di Indonesia belum selesai melaksanakan pemungutan suara, karena wilayah Indonesia terbagi dalam tiga zona waktu yaitu: Waktu Indonesia bagian Timur (WIT), Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia bagian Barat (WIB).

Bila hasil penghitungan cepat di wilayah WIT diumumkan sementara wilayah WIB belum selesai melaksanakan pemungutan suara, maka hal ini berpotensi memengaruhi pilihan sebagian pemilih yang bisa jadi mengikuti pemungutan suara dengan motivasi psikologis sekadar ingin menjadi bagian dari pemenang.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Tag: Muhammad Jusuf Kalla (JK), Pemilu, Mahkamah Konstitusi, Pemilu Presiden (Pilpres)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,767.34 3,729.10
British Pound GBP 1.00 18,352.50 18,169.21
China Yuan CNY 1.00 2,107.26 2,086.37
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,126.00 13,986.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,088.79 9,987.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.52 1,782.63
Dolar Singapura SGD 1.00 10,418.17 10,313.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,876.21 15,717.47
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,416.20 3,378.26
Yen Jepang JPY 100.00 12,620.39 12,490.85

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6414.743 -92.478 632
2 Agriculture 1465.003 -23.397 21
3 Mining 1781.165 -2.123 47
4 Basic Industry and Chemicals 831.329 -16.797 71
5 Miscellanous Industry 1307.550 -48.206 46
6 Consumer Goods 2475.827 -70.443 52
7 Cons., Property & Real Estate 491.877 -6.552 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1148.843 -15.603 73
9 Finance 1300.817 -9.558 91
10 Trade & Service 809.674 -1.726 156
No Code Prev Close Change %
1 JAYA 134 168 34 25.37
2 HRME 374 466 92 24.60
3 ESTI 94 109 15 15.96
4 RAJA 262 302 40 15.27
5 MDLN 260 286 26 10.00
6 IKBI 254 278 24 9.45
7 CSAP 585 640 55 9.40
8 LUCK 780 840 60 7.69
9 VOKS 260 280 20 7.69
10 FREN 290 312 22 7.59
No Code Prev Close Change %
1 KIOS 1,100 930 -170 -15.45
2 MAYA 8,100 7,000 -1,100 -13.58
3 IIKP 144 125 -19 -13.19
4 PTIS 306 266 -40 -13.07
5 AHAP 69 61 -8 -11.59
6 ABBA 163 147 -16 -9.82
7 LMPI 155 140 -15 -9.68
8 BMSR 138 125 -13 -9.42
9 INTD 166 151 -15 -9.04
10 JSKY 1,185 1,080 -105 -8.86
No Code Prev Close Change %
1 HMSP 3,630 3,440 -190 -5.23
2 MABA 55 52 -3 -5.45
3 JAYA 134 168 34 25.37
4 FREN 290 312 22 7.59
5 BBRI 4,460 4,440 -20 -0.45
6 CPRI 177 168 -9 -5.08
7 TLKM 3,860 3,780 -80 -2.07
8 BBCA 28,125 28,125 0 0.00
9 ANTM 885 855 -30 -3.39
10 WIKA 2,420 2,380 -40 -1.65