Portal Berita Ekonomi Kamis, 25 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:32 WIB. Google - Google hapus 50 aplikasi jahat yang juga populer di Indonesia.
  • 20:31 WIB. LG - LG kabarnya setop produksi smartphone di negerinya sendiri, Korea Selatan.
  • 20:29 WIB. Tik Tok - India tak lagi blokir Tik Tok.
  • 20:29 WIB. Toshiba - Toshiba kenalkan pembangkit listrik virtual yang dikenal dengan Virtual Power Plant.
  • 20:12 WIB. Xiaomi - Xiaomi punya dua paten baru, yakni tiga kamera depan hingga notch menyembul.
  • 20:10 WIB. Ericsson - Ericsson mau hadirkan jaringan 5G di Indonesia, tapi terkendala dengan ketersediaan spektrum.
  • 19:49 WIB. PUBG - Irak mau blokir gim sejenis PUBG dan Fortnite.
  • 19:45 WIB. Amazon - Ridwan Kamil bilang Amazon mau investasi belasan triliun di Jabar.
  • 19:45 WIB. Apple - Kabarnya Apple mulai ngebet bikin iPhone layar lipat.
  • 19:44 WIB. Samsung - TV 8K Samsung tiba di Indonesia, ada yang seharga Rp1,5 miliar. 
  • 19:42 WIB. Xiaomi - Xiaomi rilis Redmi Y3 dengan kamera selfie 32 MP, harga Rp2 jutaan.

Apa Itu Defisit Transaksi Berjalan?

Apa Itu Defisit Transaksi Berjalan? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Segala transaksi yang berasal dari perdagangan barang dan jasa serta pendapatan yang berasal dari investasi asing akan tercatat dalam neraca transaksi berjalan. Dalam neraca transaksi berjalan dikenal istilah defisit transaksi berjalan atau current account deficit, yaitu kondisi keuangan negara dengan angka pertumbuhan impor yang lebih tinggi daripada angka pertumbuhan ekspor.

Selain itu, defisit transaksi berjalan juga didefinisikan sebagai suatu keadaan, di mana tingkat tabungan nasional lebih rendah daripada tingkat investasi suatu negara. Defisit transaksi berjalan untuk kasus ini lebih umum terjadi di negara-negara berkembang.

Baca Juga: Apa Itu Neraca Perdagangan?

Pasalnya, negara berkembang mempunyai modal yang minim dari tingkat tabungan domestik sehingga peluang untuk menerima investasi dari negara asing lebih terbuka lebar.

Defisit baik atau buruk?

Menilai defisit transaksi berjalan tidak semudah memisahkan antara hitam dan putih. Dalam keadaan tertentu, defisit transaksi berjalan menjadi suatu hal yang baik, namun dapat menjadi suatu hal yang buruk untuk keadaan yang berbeda.

Jika defisit tercermin melalui tingginya impor daripada ekspor, hal itu mengindikasikan adanya permasalah daya saing atas produk-produk tertentu. Sementara itu, jika defisit tercermin melalui tingginya investasi daripada tabungan nasional, hal itu mengindikasikan bahwa ekonomi suatu negara tumbuh dan produktif.

Komponen dalam defisit transaksi berjalan

Ada dua komponen yang digunakan dalam defisit transaksi berjalan, yaitu defisit perdagangan yang berkaitan dengan aktivitas ekspor-impor dan investasi asing yang berkaitan dengan aktivitas penanaman modal asing.

Baca Juga: BI Perkirakan Defisit Transaksi Berjalan Masih di Atas 3% di Triwulan IV 2018

Defisit transaksi berjalan berkaitan erat dengan pendapatan bersih suatu negara. Setidaknya, ada empat hal yang digunakan dalam mengukur pendapatan bersih. Pertama, pembayaranyang dilakukan kepada orang asing dalam bentuk dividen saham domestik. Kedua, pembayaran bunga obligasi. Ketiga, upah yang dibayarkan kepada orang asing yang bekerja di negara tersebut. Keempat, uang WNA yang sebagian besar dikirim kebali ke negara asal mereka.

Penyebab defisit transaksi berjalan

1. Pertumbuhan ekonomi global melambat

Pertumbuhan ekonomi global yang melambat akan berdampak pada lesunya perdagangan internasional. Hal tersebut tentu akan membuat nilai ekspor dari suatu negara mengalami penurunan.

2. Permintaan dan harga komoditas global menurun

Faktor menurunnya permintaan dan harga komoditas global akan menjadi guncangan bagi negara-negara pengekspor. Pasalnya, jika permintaan dan harga komoditas menurun, pendapatan negara dari sektor ekspor juga akan menurun secara drastis.

3. Program subsidi pemerintah

Berbagai program subsidi yang berasal dari anggaran pemerintah akan menjadi beban tersendiri bagi keuangan nasional. Bukan hanya itu, subsidi akan memperlebar defisit transaksi berjalan. Misalnya, pemerintah Indonesia memberikan subsidi BBM sehingga harga BBM menjadi lebih murah.

Namun, hal itu akan membuat permintaan BBM semakin meningkat sehingga pemerintah hars mengimpor BBM dari negara lain di saat produksi domestik tidak mencukupi. Jika berkepanjangan, aktivitas ekspor akan lebih tinggi daripada impor dan akhirnya defisit transaksi berjalan kian melebar. 

Tag: Defisit Transaksi Berjalan, Transaksi Berjalan, Neraca Perdagangan, Defisit Neraca Perdagangan, defisit neraca berjalan

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Freepik/Indylooker

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,793.33 3,755.17
British Pound GBP 1.00 18,367.32 18,182.56
China Yuan CNY 1.00 2,113.45 2,092.35
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,225.00 14,083.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,988.80 9,886.27
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,814.09 1,795.96
Dolar Singapura SGD 1.00 10,444.97 10,339.94
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,870.83 15,709.59
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,441.81 3,404.98
Yen Jepang JPY 100.00 12,711.11 12,581.97

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6372.787 -75.098 632
2 Agriculture 1421.881 -21.070 21
3 Mining 1794.054 -17.227 47
4 Basic Industry and Chemicals 808.779 -14.126 71
5 Miscellanous Industry 1307.808 -18.810 46
6 Consumer Goods 2452.192 -53.986 52
7 Cons., Property & Real Estate 485.163 -8.513 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1156.206 -6.210 73
9 Finance 1289.730 -9.597 91
10 Trade & Service 814.879 -3.774 156
No Code Prev Close Change %
1 TMPO 160 190 30 18.75
2 MTPS 1,035 1,195 160 15.46
3 NIKL 2,410 2,620 210 8.71
4 APEX 750 815 65 8.67
5 TRST 370 400 30 8.11
6 LPIN 1,060 1,140 80 7.55
7 DVLA 2,120 2,280 160 7.55
8 CNTX 454 488 34 7.49
9 KBLI 382 410 28 7.33
10 RIGS 302 324 22 7.28
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 630 520 -110 -17.46
2 TRIO 108 93 -15 -13.89
3 PADI 715 625 -90 -12.59
4 KIOS 900 800 -100 -11.11
5 CPRI 112 101 -11 -9.82
6 HDTX 119 108 -11 -9.24
7 CAKK 141 129 -12 -8.51
8 ALMI 600 550 -50 -8.33
9 JPFA 1,675 1,540 -135 -8.06
10 GIAA 500 462 -38 -7.60
No Code Prev Close Change %
1 JPFA 1,675 1,540 -135 -8.06
2 SWAT 124 125 1 0.81
3 UNVR 48,650 46,400 -2,250 -4.62
4 BBRI 4,400 4,330 -70 -1.59
5 CPRI 112 101 -11 -9.82
6 MNCN 895 945 50 5.59
7 ESTI 99 98 -1 -1.01
8 PTBA 4,130 4,030 -100 -2.42
9 BBCA 28,150 27,975 -175 -0.62
10 CPIN 5,625 5,200 -425 -7.56