Portal Berita Ekonomi Senin, 14 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:51 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka negatif 0,07% pada level 8.051
  • 20:50 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka negatif 0,05% pada level 2.968
  • 20:48 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka negatif 0,19% pada level 26.764
  • 20:32 WIB. GOLD - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.490 USD/troy ounce
  • 20:31 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 59,13 USD/barel
  • 20:30 WIB. OIL- Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 53,44 USD/barel
  • 20:27 WIB. Valas - Dollar menguat 0,02% terhadap Yen pada level 108,31 Yen/USD
  • 20:26 WIB. Valas - Dollar menguat 0,77% terhadap Poundsterling pada level 1,2570 USD/Pound
  • 20:24 WIB. Valas - Dollar menguat 0,14% terhadap Euro pada level 1,1026 USD/Euro
  • 16:12 WIB. Valas - Yuan ditutup negatif 0,39% terhadap USD pada level 7,0617 Yuan/USD
  • 16:07 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,01% terhadap USD pada level Rp. 14.140/USD
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,81% pada level 26.521
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,37% pada level 3.125
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 1,15% pada level 3.007
  • 15:53 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,11% pada level 2.067

Tinju Maut Bang Sandi untuk SBY?

Tinju Maut Bang Sandi untuk SBY? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Ketua Fraksi Hanura di DPR RI, Inas N Zubir menilai pernyataan Cawapres 02 Sandiaga Uno yang menyebut para ibu-ibu miskin mengeluh atas naiknya Tarif Dasar Listrik (TDL).

Menurutnya, pernyataan Sandi adalah berita bohong atau hoaks. Sambungnya, tak hanya hoaks, Sandi juga telah meninju Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait kenaikan TDL tersebut.

Pasalnya, ia mengatakan tarif listrik rakyat miskin tidak pernah naik sejak 2014, yakni 450 VA dan 900 VA karena di subsidi. "Pada era Jokowi tidak ada kenaikan listrik, kecuali penghapusan subsidi bagi pelanggan 900 VA yang berdasarkan data TNP2K bahwa 22 juta pelanggan-nya ternyata rumah tangga mampu. Kenaikan listrik secara radikal justru terjadi di era SBY." Katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Baca Juga: Jokowi Masuk Kabah, Ini Reaksi Anak Buah SBY, Ada Videonya

Paparnya, pemerintahan Jokowi tidak pernah menaikan subsidi bagi pelanggan R1/450 VA sebesar Rp415/kwh dan R1/900 VA tdk pernah naik sejak mei 2014, yakni Rp605/kwh.

Lebih lanjut, ia mengatakan kenaikan Listrik era Jokowi berdasarkan data TNP2K, dari 45 juta pelanggan R1/900 VA yang disubsidi, ternyata 22 juta-nya adalah rumah tangga mampu, sehingga subsidinya harus dicabut dalam 2 tahap, sehingga tarif/nya menjadi Rp1.352/kwh, kemudian pada bulan maret 2019 diturunkan menjadi Rp1.300/kwh.

Baca Juga: Mencoblos di Singapura, SBY: Jangan Golput

Jelasnya, kenaikan listrik era pemerintahan SBY naik secara radikal untuk untuk R1, R2 dan R3 sbb: R1/1300 VA: Mei 2014 s/d Okt 2014 naik 3 kali dari Rp979/kwh, Rp1.090/kwh, Rp1.214/kwh, Rp1.352/kwh.

Sedangkan untuk R2/3500-5500 VA: Mei 2014 s/d Okt 2014 naik 3 kali dari Rp1.145/kwh, Rp1.210/kwh, Rp1.279/kwh, Rp1.352/kwh. Dan kenaikan tertinggi terjadi utk R3/6600, hingga mencapai Rp1.571.08 pada bulan Agustus 2014 dan sekarang turun menjadi Rp1.467.28

"Jadi jelaskan, Muka SBY lah yang ditonjok oleh Prabowo-Sandi, sehingga tidak salah kalau Prabowo mengatakan bahwa kesalahan selama ini bukan karena Jokowi tapi karena kita semua, terutama pendahulu Presiden Jokowi." Tukasnya.

Baca Juga

Tag: Sandiaga Salahuddin Uno, Prabowo Subianto Djojohadikusumo, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Tarif Dasar Listrik (TDL)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,785.16 3,747.30
British Pound GBP 1.00 17,882.08 17,698.52
China Yuan CNY 1.00 2,009.37 1,988.25
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,196.63 14,055.37
Dolar Australia AUD 1.00 9,628.15 9,529.54
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,809.96 1,791.79
Dolar Singapura SGD 1.00 10,366.29 10,259.39
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,656.04 15,498.86
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,397.95 3,361.72
Yen Jepang JPY 100.00 13,111.04 12,976.98

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6126.877 21.077 657
2 Agriculture 1348.279 -2.319 20
3 Mining 1611.864 -7.561 48
4 Basic Industry and Chemicals 863.719 15.438 74
5 Miscellanous Industry 1148.018 -6.840 50
6 Consumer Goods 2164.148 14.244 54
7 Cons., Property & Real Estate 500.309 -1.443 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1209.995 -9.069 75
9 Finance 1233.976 7.226 90
10 Trade & Service 798.984 2.223 164
No Code Prev Close Change %
1 SLIS 505 630 125 24.75
2 BMAS 240 292 52 21.67
3 TIRA 190 230 40 21.05
4 ISAT 2,680 3,040 360 13.43
5 PALM 210 238 28 13.33
6 VIVA 83 92 9 10.84
7 FITT 81 89 8 9.88
8 INTD 137 150 13 9.49
9 ASRM 2,040 2,230 190 9.31
10 HELI 151 165 14 9.27
No Code Prev Close Change %
1 FREN 220 168 -52 -23.64
2 DUTI 6,850 5,500 -1,350 -19.71
3 AKPI 470 398 -72 -15.32
4 AMAG 320 282 -38 -11.88
5 ITMA 820 725 -95 -11.59
6 TELE 338 304 -34 -10.06
7 BAJA 95 86 -9 -9.47
8 BMSR 93 85 -8 -8.60
9 KIOS 384 352 -32 -8.33
10 MDKI 248 228 -20 -8.06
No Code Prev Close Change %
1 FREN 220 168 -52 -23.64
2 LMAS 61 60 -1 -1.64
3 MAMI 212 220 8 3.77
4 KPIG 130 133 3 2.31
5 MSIN 432 454 22 5.09
6 TCPI 6,825 6,700 -125 -1.83
7 MNCN 1,310 1,310 0 0.00
8 IPTV 510 515 5 0.98
9 ABBA 161 151 -10 -6.21
10 BBRI 3,920 3,920 0 0.00