Portal Berita Ekonomi Rabu, 24 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:50 WIB. Acer - Acer rilis dua Chromebook khusus untuk pekerja frontliner.
  • 20:49 WIB. Huawei - Huawei pastikan ponsel layar lipatnya Mate X meluncur pertengahn tahun ini.
  • 20:49 WIB. SnapChat - Pengguna aktif harian SnapChat meningkat jadi 190 juta.
  • 20:48 WIB. Oppo - Oppo rilis F11 Pro edisi Avengers Endgame, harganya Rp5,299 juta.
  • 20:48 WIB. Danamart - Danamart target salurkan Rp200 miliar tahun ini.
  • 20:21 WIB. Alibaba - Alibaba Cloud kuasai 19,6% pasar Asia Pasifik untuk IaaS dan IUS.

Cara Indonesia Atasi Kesenjangan Biaya Demi Capai Target SDGs

Cara Indonesia Atasi Kesenjangan Biaya Demi Capai Target SDGs - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pemerintah Indonesia menyadari perlu mengatasi kesenjangan pembiayaan untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs). Demikian dikatakan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Opening Luncheon dan Announcement of The Global Investors for Sustainable Development (GISD) Alliance di New York.

Berdasarkan rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, total kebutuhan belanja untuk sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan ialah Rp14.500 triliun.

Kesenjangan pembiayaan yang tersisa sekitar Rp1.460 triliun, yaitu infrastruktur sebesar Rp600 triliun, pendidikan Rp160 triliun, dan kesehatan Rp700 triliun.

"Selain APBN dan swasta, pemangku kepentingan kunci untuk membiayai SDGs adalah pelaku usaha dan filantropi," ujar Bambang melalui siaran pers, Rabu (17/4/2019).

Baca Juga: Apa Peran Perguruan Tinggi dalam Mencapai SDGs? Ini Jawaban Menteri PPN

Indonesia menyakini pembentukan GISD Alliance sangat penting untuk mengidentifikasi dan menemukan solusi efektif untuk menjembatani kesenjangan pembiayaan yang dihadapi masing-masing negara dengan memberikan wawasan tentang opsi kebijakan finansial untuk lingkungan yang mendukung investasi serta skema pembiayaan inovatif.

"Kami berharap Aliansi GISD dapat memfasilitasi negara anggota PBB untuk mengimplementasikan SDGs dan kami siap bekerja sama untuk memastikan Agenda 2030 tercapai," jelas Bambang.

Tantangan utama Indonesia adalah memastikan pertumbuhan yang inklusif serta menciptakan kemakmuran bagi semua orang, sekaligus mempertahankan kualitas sumber daya alam dan melindungi lingkungan.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, Pemerintah Indonesia mengakui peran SDGs menawarkan kerangka kerja yang bermanfaat untuk mengatasi ketimpangan dan memastikan tidak ada satu pun yang tertinggal.

Dalam Keputusan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang pencapaian SDGs, Kementerian PPN/Bappenas ditunjuk sebagai koordinator nasional untuk mengimplementasi SDGs di Indonesia, termasuk mengoordinasikan sumber pembiayaan lainnya dari masyarakat. Pada 2018, Kementerian PPN/Bappenas berhasil meluncurkan SDGs Financing Hub yang bertujuan untuk mengembangkan skema pembiayaan inovatif di Indonesia.

"SDGs Financing Hub berperan untuk mengoordinasikan, memfasilitasi, dan menciptakan sinergi inovasi pembiayaan untuk mencapai target SDGs di Indonesia, yaitu dengan menciptakan lingkungan pendanaan inovatif, membangun jaringan strategis dan matchmaking, mengembangkan model, instrumen dan teknologi, serta meningkatkan kapasitas SDM dan berbagi pengetahuan," jelas beliau.

Salah satu contoh implementasi pembiayaan inovatif blended finance di Indonesia adalah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Jambi. PLTMH Jambi telah menyediakan pasokan listrik bagi 803 rumah tangga dan 4.448 orang ke empat desa, yaitu Desa Lubuk Bangkar (60 kW), Ngaol (40 kW), Air Liki (40 kW), dan Air Liki Baru (40 kW).

Dengan investasi dana zakat, pembangunan PLTMH Jambi ini melibatkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Pemerintah Provinsi Jambi, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Bank Jambi, dan United Nations Development Programme (UNDP).

Baca Juga: Bappenas Minta Partisipasi Sektor Swasta dalam Pencapaian SDGs

"Untuk meningkatkan implementasi bisnis berkelanjutan, Baznas baru saja meluncurkan Fiqih Zakat on SDGs yang berperan sebagai pedoman bagi filantropi muslim untuk mendukung SDGs. Indonesia sudah sepatutnya bangga karena skema tersebut adalah yang pertama di dunia dan harus menjadi salah satu referensi utama bagi kaum muslim dunia untuk mengimplementasikan SDGs," tutur Bambang.

Menurut Bambang, kesenjangan pembiayaan tersebut membutuhkan kolaborasi dari semua pihak dan oleh karenanya kemitraan adalah kunci untuk mencapai agenda pembangunan nasional dan SDGs.

"Bagi Indonesia, agenda pembangunan nasional dan agenda SDGs pada dasarnya memiliki tujuan yang sama dan saling menguatkan. Untuk itu, kemitraan lintas tingkat pemerintahan dan kemitraan dengan aktor non-pemerintah untuk mencapai SDGs sangatlah penting. Indonesia telah berusaha secara konsisten menjalankan prinsip inklusif dengan melibatkan semua pemangku kepentingan dari akademisi, CSO, media, filantropi dan pelaku usaha, serta mitra pembangunan," pungkasnya.

Tag: Sustainable Development Goals (SDGs), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Bappenas

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,782.13 3,743.97
British Pound GBP 1.00 18,347.13 18,157.82
China Yuan CNY 1.00 2,110.41 2,089.28
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,183.00 14,041.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,986.25 9,883.46
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,808.85 1,790.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.96 10,334.90
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,907.65 15,742.77
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,433.31 3,396.47
Yen Jepang JPY 100.00 12,678.11 12,548.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6447.885 -14.937 632
2 Agriculture 1442.951 -28.467 21
3 Mining 1811.281 -5.209 47
4 Basic Industry and Chemicals 822.905 -12.606 71
5 Miscellanous Industry 1326.618 -0.874 46
6 Consumer Goods 2506.178 -0.702 52
7 Cons., Property & Real Estate 493.676 2.433 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1162.416 -0.583 73
9 Finance 1299.327 -4.382 91
10 Trade & Service 818.653 3.375 156
No Code Prev Close Change %
1 CAKK 113 141 28 24.78
2 OASA 300 374 74 24.67
3 MBSS 600 705 105 17.50
4 WIIM 256 300 44 17.19
5 KONI 272 318 46 16.91
6 MKPI 15,000 17,175 2,175 14.50
7 FAST 2,100 2,400 300 14.29
8 HDFA 142 162 20 14.08
9 ARTA 406 458 52 12.81
10 MTPS 920 1,035 115 12.50
No Code Prev Close Change %
1 HRME 580 460 -120 -20.69
2 CNTX 570 454 -116 -20.35
3 CPRI 131 112 -19 -14.50
4 ALKA 390 340 -50 -12.82
5 TRIO 121 108 -13 -10.74
6 BUVA 124 111 -13 -10.48
7 LMSH 620 555 -65 -10.48
8 TMPO 178 160 -18 -10.11
9 GSMF 123 111 -12 -9.76
10 MYTX 83 75 -8 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 CPRI 131 112 -19 -14.50
2 JPFA 1,765 1,675 -90 -5.10
3 CAKK 113 141 28 24.78
4 ERAA 1,585 1,655 70 4.42
5 SWAT 118 124 6 5.08
6 CPIN 6,050 5,625 -425 -7.02
7 TLKM 3,850 3,840 -10 -0.26
8 APII 184 185 1 0.54
9 ACES 1,625 1,630 5 0.31
10 BBRI 4,430 4,400 -30 -0.68