24% Generasi Milenial Indonesia Ingin Punya Bisnis Sendiri

24% Generasi Milenial Indonesia Ingin Punya Bisnis Sendiri Kredit Foto: Antara/Iggoy el Fitra

Generasi muda terus berlomba membangun perusahaan rintisan (startup) dan mengembangkan karier secara mandiri untuk menjadi wirausaha baru.

Pemuda Indonesia menjadi yang tertinggi di ASEAN yang berpikiran positif membangun negeri dan menciptakan lapangan pekerjaan baru dengan memanfaatkan teknologi.

Hasil penelitian Sea Group kepada 14.000 anak muda Indonesia menyebutkan 24% responden menginginkan punya bisnis sendiri; 17% bekerja di pemerintahan; 16,5% ingin melanjutkan usaha keluarga; dan 3,2% ingin bekerja di rintisan startup.

Baca Juga: 100 Pengusaha Hingga Pengembang Bikin Startup Cuma 54 Jam

Sea Group bekerja sama dengan World Economic Forum (WEF) melakukan survei tidak hanya kepada anak muda di Indonesia, namun juga pemuda di Asia Tenggara. Hasil survei mengungkapkan motivasi pekerjaan generasi muda Indonesia adalah ingin memberi dampak positif kepada masyarakat dan komunitas.

Indonesia berada di tingkat paling atas atau 25,7% pemuda yang memiliki keinginan tersebut. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Filipina dan Vietnam. Menurut Chief Economist Sea Group Santitarn Sathiratai, ada korelasi atas hasil penelitian. Dalam penelitian itu ada keinginan anak muda menjadi entrepreneur karena tidak lagi ingin memiliki penghasilan besar.

"Generasi Indonesia masa kini ingin mempunyai nilai dalam hidupnya dan berani untuk menjadi lebih mandiri," ujar Santitarn di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Santitarn, keinginan anak muda tersebut merupakan hal positif. Bila mereka menjadi pengusaha, tentu akan memiliki dampak untuk orang lain. Motivasi generasi muda Indonesia ini menurutnya membuat perusahaan berpikir untuk menawarkan sesuatu yang lebih menarik selain penghasilan.

Santitarn juga mengingatkan anak muda untuk menjadi wirausaha yang mengikuti perkembangan zaman. Memasuki ekonomi digital merupakan jalan terbaik.

"Perusahaan teknologi mengikuti kemauan anak muda. Mereka bukan hanya memberikan yang terbaik untuk pembeli, tapi juga memberdayakan entrepreneur. Ini yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh anak muda," katanya.

Baca Juga: Dear Pendiri Startup, 3 Kesalahan Ini Perlu Dihindari saat Pitching

Lantas, bagaimana pemerintah mendukung generasi muda yang minat menjadi pengusaha digital untuk siap masuk era revolusi 4.0? Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan memiliki program sekolah pencetak wirausaha berbasis digital sejak 2018.

Bekerja sama dengan SEAMEA yakni Asosiasi Kementerian Pendidikan Se-ASEAN memfasilitasi anak-anak SMK wirausaha berbasis digital, dari berdagang online, startup, hingga usaha lain.

Kepala Subdit Penyelarasan Kejuruan dan Kerja Sama Industri Kemendikbud Saryadi Guyatno mengatakan, konsep yang dikembangkan, mulai awarness hingga mentoring, secara daring melalui video confrence oleh narasumber ahli.

Saryadi menyebut dua pelajaran wajib yang diberlakukan kepada semua jurusan di SMK. Pertama simulasi digital, yakni siswa mempelajari teknologi terkini yang digunakan di industri digital. Kedua, produk kreatif dan kewirausahaan.

Salah seorang konsultan startup digital, Rama Mamuaya, mengatakan, 2018 adalah tahun kreatif bagi anak muda. Berbagai ide bisnis muncul, umumnya di bidang financial technology (fintech).

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Okezone Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Okezone. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Okezone.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini