Portal Berita Ekonomi Minggu, 26 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:39 WIB. Huawei - Konsumen smartphone global mulai tinggalkan Huawei.
  • 04:38 WIB. Scottish Cup Final: Hearts 1 vs 2 Celtic
  • 04:36 WIB. German DFB Cup: RB Leipzig 0 vs 3 Bayern Munchen
  • 04:33 WIB. Copa Del Rey: Barcelona 1 vs 2 Valencia¬†

Sejumlah Tantangan Ini Halangi Bisnis Logistik Indonesia

Sejumlah Tantangan Ini Halangi Bisnis Logistik Indonesia - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 17.500 pulau yang membentang seluas 1.905 juta kilometer persegi. Dengan keadaan geografis yang unik ini, Indonesia sering dipandang sebagai mimpi buruk bagi industri logistik.

Kebutuhan untuk menguasai daratan dan perairan untuk mengirimkan barang antarkota merupakan tantangan besar. Sejumlah masalah inheren di Indonesia seperti infrastruktur transportasi dan konektivitas maritim juga menjadi penghalang bagi bisnis agar bisa mendapatkan proses logistik yang mulus.

Di Amerika Serikat atau Tiongkok, penggunaan moda truk sebagai alat pengangkut sudah cukup untuk menjangkau mayoritas daerah berkat besarnya area daratan negara tersebut. Terlebih, kedua negara ini memiliki infrastruktur dan jaringan transportasi yang lebih baik.

Baca Juga: Sambut Logistik 4.0, DSC Fokus Berikan Nilai Tambah

Beda halnya dengan Indonesia yang masih mencari cara tepat untuk mengatasi tantangan logistik karena struktur geografisnya tersebut. Terlebih lagi, biaya logistik di Indonesia pun terbilang tinggi.

Dengan begitu, transportasi multimoda merupakan solusi pengiriman barang yang tepat. Transportasi multimoda berarti menggabungkan metode transportasi yang berbeda untuk bisa mencapai area-area terpencil.

"Banyak yang salah paham dengan kondisi logistik di Indonesia, apalagi bila dilihat dari kacamata orang luar. Berbeda dengan India atau Tiongkok, Indonesia bukanlah sebuah daratan homogen besar, dan karena itu akan membutuhkan pendekatan transportasi multimoda hyperlocal yang terfragmentasi," jelas Willson Cuaca, managing partner di firma modal ventura East Ventures, melalui keterangannya.

Untuk itu, industri logistik haruslah menawarkan layanan yang benar-benar dibutuhkan Indonesia, dari hulu ke hilir, yang mencakup berbagai elemen, seperti infrastruktur transportasi, kargo, konsolidasi hingga pergudangan.

Perusahaan bisa melakukan perbaikan rangkai pasokan di Indonesia dan menyediakan solusi logistik bagi pelaku bisnis atau individu yang ingin menjangkau klien dengan lebih efisien. Mereka pun harus menciptakan platform khusus untuk menghubungkan operator gudang dan penyedia transportasi darat maupun laut yang siap menyewakan ruangan penyimpanan mereka.

Baca Juga: Antar Jemput Barang Melalui Ojol Jadi Masalah untuk Industri Logistik? Ini Kata JNE...

Asal tahu saja, kebutuhan untuk mengatasi sejumlah masalah di atas, ditambah dengan pertumbuhan e-commerce yang menargetkan pasar konsumen Indonesia, ikut membangun industri logistik yang pendapatannya diperkirakan akan mencapai Rp3.400 triliun (US$240 miliar) pada 2021.

Selain itu, pada 2016, logistik berkontribusi sebesar 24% dari nilai produk domestik bruto negara. Data Bank Dunia 2016 mengungkapkan bahwa Indonesia berada di posisi ke-63 dari 160 negara untuk performa logistik. Walaupun Indonesia masuk ke dalam 10 besar di antara negara dengan pendapatan tingkat menengah ke bawah, Indonesia masih memiliki peringkat di bawah sejumlah negara Asean seperti Vietnam, Malaysia, dan Singapura.

Tag: logistik

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,873.11 3,833.79
British Pound GBP 1.00 18,390.47 18,203.81
China Yuan CNY 1.00 2,105.00 2,084.12
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,523.00 14,379.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,001.99 9,895.63
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,850.58 1,832.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,523.91 10,415.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,239.62 16,077.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,466.11 3,429.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,250.91 13,115.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6057.353 24.657 633
2 Agriculture 1373.110 2.580 21
3 Mining 1637.715 -11.489 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.150 -0.477 71
5 Miscellanous Industry 1249.820 10.190 46
6 Consumer Goods 2391.895 9.088 52
7 Cons., Property & Real Estate 446.447 1.873 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1120.346 19.080 74
9 Finance 1223.772 6.088 90
10 Trade & Service 792.573 -3.999 156
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 86 116 30 34.88
2 PTSN 835 1,040 205 24.55
3 KONI 214 264 50 23.36
4 KOIN 204 242 38 18.63
5 AKPI 450 530 80 17.78
6 HDFA 112 131 19 16.96
7 TRIM 147 170 23 15.65
8 KOBX 161 180 19 11.80
9 POLY 89 98 9 10.11
10 ANDI 1,670 1,820 150 8.98
No Code Prev Close Change %
1 TAXI 90 59 -31 -34.44
2 CNTX 590 458 -132 -22.37
3 GOLD 530 420 -110 -20.75
4 BRAM 8,225 6,600 -1,625 -19.76
5 DUTI 4,600 3,750 -850 -18.48
6 CANI 193 160 -33 -17.10
7 SKBM 450 376 -74 -16.44
8 MKNT 116 97 -19 -16.38
9 FIRE 10,375 8,925 -1,450 -13.98
10 MBTO 139 122 -17 -12.23
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,055 25 2.43
2 BBRI 3,850 3,850 0 0.00
3 TLKM 3,660 3,750 90 2.46
4 SOCI 196 210 14 7.14
5 BMRI 7,575 7,700 125 1.65
6 JPFA 1,400 1,425 25 1.79
7 FREN 266 284 18 6.77
8 TARA 765 785 20 2.61
9 BBCA 28,025 28,050 25 0.09
10 ERAA 1,105 1,145 40 3.62