Portal Berita Ekonomi Senin, 27 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:00 WIB. Oppo - Oppo luncurkan Reno Z bertenaga Snapdragon 710, harganya Rp3,1 juta.
  • 07:57 WIB. Asus - Asus kirim update Android Pie untuk tiga Zenfone.
  • 07:56 WIB. Medsos - Rudiantara tegaskan pembatasan akses medsos tak langgar HAM.
  • 07:54 WIB. Sony - Sony mulai ungkap kemampuan PS5: loading game lebih cepat dari PS4.
  • 07:53 WIB. Telkomsel - Ulang tahun ke-24, Telkomsel sudah punya 168 juta pelanggan dan 197.000 BTS.
  • 07:52 WIB. Google - Google hapus smartphone Huawei Mate X dan P30 Pro dari website Android. 
  • 07:50 WIB. NASA - NASA temukan lapisan es di permukaan Bulan.
  • 07:49 WIB. Facebook - Facebook disebut rilis uang virtualnya bernama GlobalCoin tahun depan.
  • 07:47 WIB. Amazon - Amazon beri Rp145 juta untuk pegawai yang mau buka bisnis pengiriman.
  • 07:45 WIB. Ransomware - Serangan ransomware di kota Baltimore, AS gunakan program EternalBlue buatan NSA. 
  • 05:28 WIB. Go-Jek - Go-Jek latih UMKM di Jawa Barat melek digital.
  • 05:27 WIB. BSSN - BSSN ingatkan perang siber di Pemilu 2019 ancam pecah bangsa.
  • 05:25 WIB. NASA - NASA gandeng Maxar garap teknologi perjalanan ke Bulan.
  • 05:22 WIB. Lenovo - Lenovo pede tak akan seperti Huawei yang kena blacklist AS.
  • 05:21 WIB. Redmi - Redmi rilis A7 bersamaan dengan K20 besok.

Apa Itu Neraca Pembayaran Indonesia?

Apa Itu Neraca Pembayaran Indonesia? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Bank Indonesia mendefiniskan neraca pembayaran Indonesia (NPI) atau balance of payments sebagai catatan statistik atas transaksi ekonomi antara penduduk Indonesia dan nonpenduduk Indonesia yang dihitung dalam periode tertentu.

Perlu diketahui bahwa setiap transaksi yang tercatat dalam NPI dilakukan oleh perorangan, perusahaan, maupun pemerintah Indonesia. Secara sederhanya, NPI dapat membantu suatu negara dalam memantau aliran dana untuk mengembangkan perekonomiannya.

Transaksi dalam Neraca Pembayaran

Neraca pembayaran suatu negara meliputi tiga jenis transaksi, yaitu transaksi berjalan, transaksi modal, dan transaksi finansial atau keuangan. Transaksi berjalan akan mencakup segala transaksi yang berasal dari perdagangan barang dan jasa serta pendapatan yang berasal dari investasi asing.

Baca Juga: Apa Itu Defisit Transaksi Berjalan?

Sementara itu, transaksi modal dan transaksi keuangan umumnya didefinisikan sama. Dalam arti sempit, transaksi modal hanya mencakup transaksi dalam instrumen keuangan, sedangkan dalam arti luas, akun modal mencakup transaksi dalam instrumen keuangan dan cadangan bank sentral.

Neraca Pembayaran dan Kebijakan Ekonomi

Neraca pembayaran kerap disandingkan dengan data posisi investasi internasional. Keduanya sangat dibutuhkan pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi nasional dan internasional.

Dua hal yang paling disoroti dalam neraca pembayaran ketika merumuskan kebijakan ekonomi, yaitu ketidakseimbangan pembayaran (surplus atau defisit) dan investasi asing.

Baca Juga: Apa Itu Defisit Neraca Jasa?

Berikut ini adalah salah satu kasus yang menunjukkan kaitan antara neraca pembayaran dan kebijakan ekonomi. Suatu negara yang mengalami defisit neraca pembayaran mungkin saja mengadopsi kebijakan yang dirancang khusus untuk menarik investasi asing di sektor-sektor tertentu.

Sementara itu, di negara lain, dengan data neraca pembayaran yang ada, pemerintah membuat kebijakan berupa menjaga mata uang dalam tingkat yang sangat rendah. Hal itu dilakukan untuk merangsang ekspor dan membangun cadangan mata uangnya.

Penghitungan Neraca Pembayaran

Satu hal yang paling utama dalam menghitung neraca pembayaran adalah keseimbangan antara arus masuk dan arus keluar. Dalam artian, ketika seluruh komponen dalam arus masuk dan arus keluar dijumlahkan, nilainya haruslah nol. Namun, sayangnya hal tersebut relatif sulit ditemukan.

Baca Juga: Apa Itu Neraca Perdagangan?

Ketidakseimbangan tersebutlah yang akan menghasilkan apa yang disebut dengan surplus dan defisit neraca pembayaran.

Surplus dan Defisit Neraca Pembayaran

Surplus neraca pembayaran berarti suatu negara mempunyai ekspor yang lebih tinggi daripada impornya. Selain itu, surplus juga menandakan bahwa mayoritas penduduk dan pemerintah dari negara tersebut adalah penabung.

Dengan begitu, negara mempunyai modal yang cukup untuk membayar semua produksi dalam negeri dan bahkan meminjamkan uangnya ke negara lain. Namun, sayangnya hal itu akan membuat negara menjadi terlalu bergantung pada pendapatan ekspor sehingga perlu usaha lebih untuk mendorong penduduknya membelanjakan uang yang dimiliki.

Sementara itu, defisit neraca pembayaran berarti negara tersebut mempunyai impor yang lebih tinggi daripada ekspornya sehingga tabungan yang dimiliki relatif rendah. Ketika defisit terjadi, negara lain cenderung akan meminjamkan dan menginvestasikan uangnya di negara yang mengalami defisit.

Baca Juga: Waduh, Unduh Gim Ternyata Bikin Defisit Neraca Pembayaran Melebar

Hal itu tak jarang akan memberikan win win solution bagi kedua negara yang terlibat, namun jika terjadi secara berkepanjangan tentu akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi menjadi lambat.

Pasalnya, negara pemberi pinjaman akan menuntut pengembalian lebih dari negara peminjam sehingga tak ayal akan mengarah pada inflasi seiring dengan menurunnya nilai mata uang negara peminjam tersebut.

Tag: Neraca Pembayaran Indonesia (NPI), Transaksi Berjalan, Defisit Transaksi Berjalan, Neraca Perdagangan, Defisit Neraca Perdagangan, Defisit Neraca Jasa

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Freepik

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,873.11 3,833.79
British Pound GBP 1.00 18,390.47 18,203.81
China Yuan CNY 1.00 2,105.00 2,084.12
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,523.00 14,379.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,001.99 9,895.63
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,850.58 1,832.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,523.91 10,415.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,239.62 16,077.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,466.11 3,429.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,250.91 13,115.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6057.353 24.657 633
2 Agriculture 1373.110 2.580 21
3 Mining 1637.715 -11.489 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.150 -0.477 71
5 Miscellanous Industry 1249.820 10.190 46
6 Consumer Goods 2391.895 9.088 52
7 Cons., Property & Real Estate 446.447 1.873 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1120.346 19.080 74
9 Finance 1223.772 6.088 90
10 Trade & Service 792.573 -3.999 156
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 86 116 30 34.88
2 PTSN 835 1,040 205 24.55
3 KONI 214 264 50 23.36
4 KOIN 204 242 38 18.63
5 AKPI 450 530 80 17.78
6 HDFA 112 131 19 16.96
7 TRIM 147 170 23 15.65
8 KOBX 161 180 19 11.80
9 POLY 89 98 9 10.11
10 ANDI 1,670 1,820 150 8.98
No Code Prev Close Change %
1 TAXI 90 59 -31 -34.44
2 CNTX 590 458 -132 -22.37
3 GOLD 530 420 -110 -20.75
4 BRAM 8,225 6,600 -1,625 -19.76
5 DUTI 4,600 3,750 -850 -18.48
6 CANI 193 160 -33 -17.10
7 SKBM 450 376 -74 -16.44
8 MKNT 116 97 -19 -16.38
9 FIRE 10,375 8,925 -1,450 -13.98
10 MBTO 139 122 -17 -12.23
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,055 25 2.43
2 BBRI 3,850 3,850 0 0.00
3 TLKM 3,660 3,750 90 2.46
4 SOCI 196 210 14 7.14
5 BMRI 7,575 7,700 125 1.65
6 JPFA 1,400 1,425 25 1.79
7 FREN 266 284 18 6.77
8 TARA 765 785 20 2.61
9 BBCA 28,025 28,050 25 0.09
10 ERAA 1,105 1,145 40 3.62