Portal Berita Ekonomi Senin, 27 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:38 WIB. Mobil listrik - VW bicara intensif dengan Northvolt untuk batrei mobil listrik.
  • 19:47 WIB. ISIS - 3 orang Prancis dihukum mati di Irak karena terlibat ISIS.
  • 18:39 WIB. EU - 400 juta orang sedang memilih parlemen di Uni Eropa.

Ini Loh Maksud Surat dari SBY...

Ini Loh Maksud Surat dari SBY... - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Amir Syamsuddin, menjelaskan maksud dari instruksi Ketua Umum Partau Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang beredar pada Kamis (18/4/2019) malam. Ia membantah bahwa Partai Demokrat menarik kadernya yang bertugas di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.

"Kalau kegiatan yang semalam itu yang ditarik itu agar kembali ke WP1 ke gedung kita gedung sentral, jadi kegiatan itu kembali diminta dulu untuk berkumpul di kantor DPP (Partai Demokrat)," kata Amir saat dihubungi Republika, Jumat (19/4/2019).

Ia mengatakan, setiap langkah yang akan diambil, Partai Demokrat selalu ingin mendiskusikannya terlebih dahulu di internal partai. Apalagi hal-hal yang berindikasi melanggar konstitusi.

Baca Juga: Dari Singapura, SBY Perintahkan Kadernya Jangan Terlibat Kegiatan Melawan Konstitusi

Kendati demikian poin yang paling penting untuk disoroti bagi para kader Partai Demokrat adalah poin nomor dua. SBY dalam suratnya tersebut menginstruksikan kepada para petinggi partai untuk memastikan para pengurus dan kader Partai Demokrat tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi dan UU yang berlaku serta tidak segaris dengan kebijakan pimpinan Partai Demokrat.

"Instruksinya yang pasti pertama tidak boleh terlibat dalam kegiatan yg melanggar konstitusi. Apa yang melanggar konstitusi itu kan mudah dijabarkan," jelasnya.

Partai Demokrat mengimbau kepada semua pihak untuk tidak mengeluarkan narasi yang membelah rakyat. Demokrat ingin rakyat tetap tenang menunggu hasil penghitungan manual Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sebelumnya beredar informasi berupa surat yang dialamatkan kepada Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Syarief Hasan, dan Komandan Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Di dalam surat tersebut tertulis instruksi untuk kembali ke Kantor DPP Partai Demokrat untuk berkoordinasi.

Baca Juga: Kecewa, Andi Arief: Demokrat Jadi Korban Politik Identitas Ala BPN

Berikut isi lengkap surat SBY kepada kadernya:

Dari : Ketum PD

Kepada :

1. Sekjen selaku Pelaksana Tugas Harian PD
2. Kawanbin PD
3. Kawanhor PD
4. Waketum PD Syarief Hasan

Tembusan : Dankogasma PD

1. Sehubungan dengan perkembangan situasi politik pasca pemungutan suara Pemilu 2019 yang menunjukkan ketegangan (tension) dan bisa berkembang ke arah yang membahayakan politik dan keamanan kita, saya instruksikan kepada pejabat tersebut alamat, untuk secara terus menerus memantau dari dekat perkembangan situasi yang terjadi di tanah air.

2. Memastikan para pengurus dan kader Partai Demokrat tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi dan UU yang berlaku serta tidak segaris dengan kebijakan pimpinan PD.

3. Jika terjadi kegentingan dan situasi yang menjurus ke arah konflik dan krisis yang membahayakan, segera melapor kepada Ketum pada kesempatan pertama.

4. Demikian untuk diindahkan dan dilaksanakan.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Tag: Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Pemilu Presiden (Pilpres), Pemilu 2019

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Kumairoh

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,873.11 3,833.79
British Pound GBP 1.00 18,390.47 18,203.81
China Yuan CNY 1.00 2,105.00 2,084.12
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,523.00 14,379.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,001.99 9,895.63
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,850.58 1,832.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,523.91 10,415.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,239.62 16,077.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,466.11 3,429.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,250.91 13,115.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6057.353 24.657 633
2 Agriculture 1373.110 2.580 21
3 Mining 1637.715 -11.489 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.150 -0.477 71
5 Miscellanous Industry 1249.820 10.190 46
6 Consumer Goods 2391.895 9.088 52
7 Cons., Property & Real Estate 446.447 1.873 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1120.346 19.080 74
9 Finance 1223.772 6.088 90
10 Trade & Service 792.573 -3.999 156
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 86 116 30 34.88
2 PTSN 835 1,040 205 24.55
3 KONI 214 264 50 23.36
4 KOIN 204 242 38 18.63
5 AKPI 450 530 80 17.78
6 HDFA 112 131 19 16.96
7 TRIM 147 170 23 15.65
8 KOBX 161 180 19 11.80
9 POLY 89 98 9 10.11
10 ANDI 1,670 1,820 150 8.98
No Code Prev Close Change %
1 TAXI 90 59 -31 -34.44
2 CNTX 590 458 -132 -22.37
3 GOLD 530 420 -110 -20.75
4 BRAM 8,225 6,600 -1,625 -19.76
5 DUTI 4,600 3,750 -850 -18.48
6 CANI 193 160 -33 -17.10
7 SKBM 450 376 -74 -16.44
8 MKNT 116 97 -19 -16.38
9 FIRE 10,375 8,925 -1,450 -13.98
10 MBTO 139 122 -17 -12.23
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,055 25 2.43
2 BBRI 3,850 3,850 0 0.00
3 TLKM 3,660 3,750 90 2.46
4 SOCI 196 210 14 7.14
5 BMRI 7,575 7,700 125 1.65
6 JPFA 1,400 1,425 25 1.79
7 FREN 266 284 18 6.77
8 TARA 765 785 20 2.61
9 BBCA 28,025 28,050 25 0.09
10 ERAA 1,105 1,145 40 3.62