Portal Berita Ekonomi Minggu, 26 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:39 WIB. Huawei - Konsumen smartphone global mulai tinggalkan Huawei.
  • 04:38 WIB. Scottish Cup Final: Hearts 1 vs 2 Celtic
  • 04:36 WIB. German DFB Cup: RB Leipzig 0 vs 3 Bayern Munchen
  • 04:33 WIB. Copa Del Rey: Barcelona 1 vs 2 Valencia 

YKLI Kritik Keras Pemerintah, Karena Apa?

YKLI Kritik Keras Pemerintah, Karena Apa? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Menyambut Hari Konsumen Nasional (Harkonas) yang diperingati tiap 20 April, Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menyampaikan sejumlah kritik terhadap perlindungan konsumen.

Ia mengatakan, keberadaan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) belum cukup ampuh memberikan perlindungan pada konsumen.

"Pemerintah belum serius menjadikan UUPK sebagai basis hukum untuk melindungi dan memberdayakan konsumen," ujar Tulus dalam siaran persnya, Jumat (19/4).

Menurut Tulus, hal itu terlihat dari masih rendahnya Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) yang masih bertengger pada skor 40,41. Tulus mengatakan, angka tersebut masih jauh tertinggal dibandingkan negara maju dengan skor yang mencapai minimal skor 53.

"Bahkan Korea Selatan skor IKK-nya mencapai 67. Artinya tingkat keberdayaan konsumennya sudah sangat tinggi," kata dia.

Baca Juga: VMWare: Kesadaran Konsumen Jaga Keamanan Data Masih Rendah

Jika disandingkan dengan derasnya gempuran era digital ekonomi, menurut Tulus, masih rendahnya IKK di Indonesia adalah hal ironis. Sebab, rendahnya IKK berkelindan dengan rendahnya literasi digital konsumen.

Menurutnya, hal itu berimbas konsumen Indonesia saat ini ada kecenderungan menjadi korban produk-produk ekonomi digital seperti e-commerce dan finansial teknologi. Fakta itu terungkap dari tingginya pengaduan konsumen di YLKI terkait produk ekonomi digital tersebut.

Tulus mengatakan, pemerintah masih abai terhadap upaya melindungi konsumen terhadap produk ekonomi digital tersebut. Hal itu terbukti dengan masih mangkraknya Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Belanja Online.

"YLKI mempertanyakan dengan keras, ada kepentingan apa sehingga pemerintah masih malas mengesahkan RPP tentang Belanja Online?" ungkap Tulus.

Tulus mengingatkan agar pemerintah menjadikan Harkonas sebagai momen meningkatkan keberdayaan konsumen Indonesia. Pemerintah harus menjadikan isu perlindungan konsumen dan indeks keberdayaan konsumen menjadi arus utama dalam mengambil kebijakan.

"Walaupun dalam era Presiden Jokowi telah ditelurkan Perpres No 50 Tahun 2017 tentang Strategi Perlindungan Konsumen, namun nyatanya Stranas Perlindungan Konsumen hanya berhenti pada tataran formalitas belaka," ungkapnya dia.

Baca Juga: Perilaku Konsumen Indonesia: Belanja Online, Bayarnya Masih Zaman Old

Partner Sindikasi Konten: Republika

Tag: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,873.11 3,833.79
British Pound GBP 1.00 18,390.47 18,203.81
China Yuan CNY 1.00 2,105.00 2,084.12
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,523.00 14,379.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,001.99 9,895.63
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,850.58 1,832.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,523.91 10,415.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,239.62 16,077.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,466.11 3,429.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,250.91 13,115.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6057.353 24.657 633
2 Agriculture 1373.110 2.580 21
3 Mining 1637.715 -11.489 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.150 -0.477 71
5 Miscellanous Industry 1249.820 10.190 46
6 Consumer Goods 2391.895 9.088 52
7 Cons., Property & Real Estate 446.447 1.873 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1120.346 19.080 74
9 Finance 1223.772 6.088 90
10 Trade & Service 792.573 -3.999 156
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 86 116 30 34.88
2 PTSN 835 1,040 205 24.55
3 KONI 214 264 50 23.36
4 KOIN 204 242 38 18.63
5 AKPI 450 530 80 17.78
6 HDFA 112 131 19 16.96
7 TRIM 147 170 23 15.65
8 KOBX 161 180 19 11.80
9 POLY 89 98 9 10.11
10 ANDI 1,670 1,820 150 8.98
No Code Prev Close Change %
1 TAXI 90 59 -31 -34.44
2 CNTX 590 458 -132 -22.37
3 GOLD 530 420 -110 -20.75
4 BRAM 8,225 6,600 -1,625 -19.76
5 DUTI 4,600 3,750 -850 -18.48
6 CANI 193 160 -33 -17.10
7 SKBM 450 376 -74 -16.44
8 MKNT 116 97 -19 -16.38
9 FIRE 10,375 8,925 -1,450 -13.98
10 MBTO 139 122 -17 -12.23
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,055 25 2.43
2 BBRI 3,850 3,850 0 0.00
3 TLKM 3,660 3,750 90 2.46
4 SOCI 196 210 14 7.14
5 BMRI 7,575 7,700 125 1.65
6 JPFA 1,400 1,425 25 1.79
7 FREN 266 284 18 6.77
8 TARA 765 785 20 2.61
9 BBCA 28,025 28,050 25 0.09
10 ERAA 1,105 1,145 40 3.62