Portal Berita Ekonomi Sabtu, 25 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:16 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka negatif 0,19% pada level 3.319.
  • 23:15 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka positif 0,11% pada level 29.192.
  • 23:10 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka positif 0,04% pada level 9.405.
  • 23:10 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,43% terhadap Poundsterling pada level 1,3067 USD/GBP.
  • 23:09 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,26% terhadap Euro pada level 1,1026 USD/EUR.
  • 23:09 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Yen pada level 109,43 JPY/USD.
  • 23:06 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.570 USD/troy ounce.
  • 23:05 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 60,88 USD/barel.
  • 23:04 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 54,41 USD/barel.
  • 16:26 WIB. Valas - Yuan ditutup negatif 0,50% terhadap Dollar AS pada level 6,91 CNY/USD.
  • 16:24 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,41% terhadap Dollar AS pada level 13.582 IDR/USD.
  • 16:23 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,17% pada level 3.240.
  • 16:22 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,15% pada level 27.949.
  • 16:21 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 1,39% pada level 7.611.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,13% pada level 23.827.

Agar Ekonomi Tumbuh 6%, Dominasi BUMN Perlu Dikurangi

Agar Ekonomi Tumbuh 6%, Dominasi BUMN Perlu Dikurangi - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Lembaga Riset dan Analisis Ekonomi asal Amerika, Moody's menilai pemerintah yang baru perlu mengurangi dominasi BUMN dalam proyek-proyek pemerintah. Hal ini bertujuan untuk bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi di atas 6% di masa depan.

Vice President Senior Analyst, Sovereign Risk Group, Moody’s Investors Service, Anushka Shah menilai memberi peluang terhadap swasta untuk terlibat bisa lebih cepat untuk menggerakan pertumbuhan ekonomi.

"Menurut perhitungan oleh Dana Moneter Internasional (IMF), campuran kebijakan yang mengatasi kesenjangan infrastruktur, mengurangi peran dominan BUMN, menurunkan hambatan perdagangan dan investasi, dan meningkatkan modal manusia akan memungkinkan Indonesia mencapai potensi pertumbuhan PDB riil yang nyata 6,5% pada 2022," ujar Anushka melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (20/4/2019).

Baca Juga: Pengganti Kementerian BUMN Masih Dibicarakan ke Jokowi

Untuk bisa mengejar pertumbuhan ekonomi di atas 6%, maka Pemerintah Indonesia juga perlu melanjutkan proyek infrastruktur agar bisa menarik investasi. Untuk bisa meningkatkan investasi perlu ada komponen infrastruktur agar bisnis menjadi lebih efisien.

"Kami berharap pembangunan infrastruktur akan tetap menjadi area fokus juga. Langkah-langkah untuk mengangkat investasi cenderung mengarah pada sektor yang dinamis dan pertumbuhan yang lebih tinggi, termasuk fokus pada digitalisasi dan manufaktur," ujar Anushka.

Namun, Moody's juga menilai bahwa program proteksionis di bidang industri harus lebih dilonggarkan untuk bisa memperlancar investasi ke depannya. Hal tersebut bisa mendorong para investor semakin yakin berbisnis di Indonesia.

"Meskipun demikian, mengingat catatan kredibilitas kebijakannya, Widodo harus memiliki lebih banyak kelonggaran untuk mempercepat laju momentum reformasi, khususnya di bidang-bidang di mana upaya telah dilakukan," ujar Anushka.

Baca Juga: Siapapun Presidennya Harus Majukan BUMN, Kata Rini Soemarno

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Moody’s Investor Service

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Aprillio Akbar

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,652.30 3,615.58
British Pound GBP 1.00 17,971.87 17,791.69
China Yuan CNY 1.00 1,975.11 1,955.32
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,700.16 13,563.84
Dolar Australia AUD 1.00 9,377.76 9,281.74
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,762.60 1,745.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,146.01 10,043.57
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,144.16 14,989.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,366.96 3,331.00
Yen Jepang JPY 100.00 12,517.28 12,390.46
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6244.109 -5.101 675
2 Agriculture 1373.668 -16.149 21
3 Mining 1477.166 -4.026 49
4 Basic Industry and Chemicals 971.995 6.046 77
5 Miscellanous Industry 1214.166 -14.289 51
6 Consumer Goods 2063.089 -15.731 57
7 Cons., Property & Real Estate 473.253 0.567 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1099.077 2.296 76
9 Finance 1378.649 3.256 92
10 Trade & Service 741.148 -4.067 167
No Code Prev Close Change %
1 INDO 147 198 51 34.69
2 RELI 130 170 40 30.77
3 LMAS 130 155 25 19.23
4 OMRE 930 1,100 170 18.28
5 KOTA 610 720 110 18.03
6 LPIN 256 298 42 16.41
7 INAF 810 925 115 14.20
8 SDPC 108 123 15 13.89
9 ALMI 308 348 40 12.99
10 PEGE 120 135 15 12.50
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 700 525 -175 -25.00
2 LMSH 446 338 -108 -24.22
3 POLA 171 145 -26 -15.20
4 GLOB 406 350 -56 -13.79
5 DMND 1,530 1,350 -180 -11.76
6 PCAR 324 288 -36 -11.11
7 IGAR 336 300 -36 -10.71
8 SKRN 520 466 -54 -10.38
9 NASA 620 560 -60 -9.68
10 KIOS 420 380 -40 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,700 1,690 -10 -0.59
2 TOWR 830 825 -5 -0.60
3 INAF 810 925 115 14.20
4 BMRI 7,775 7,925 150 1.93
5 LMAS 130 155 25 19.23
6 TCPI 6,875 7,000 125 1.82
7 NIKL 695 675 -20 -2.88
8 BBCA 34,200 34,050 -150 -0.44
9 PGAS 1,915 1,880 -35 -1.83
10 BBRI 4,740 4,740 0 0.00