Portal Berita Ekonomi Minggu, 08 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:05 WIB. Tingkat Inflasi - India 4,62%, China 3,80%, Vietnam 3,52%, Brazil 3,27%, Indonesia 3,00%, Filipina 1,30%, Malaysia 1,10%, Thailand 0,21%
  • 09:55 WIB. Tingkat Pengangguran - (Brazil 11,60%), (India 8,50%), (Indonesia 5,28%), (Filipina 4,50%), (Tiongkok 3,61%), (Vietnam 2,71%), (Thailand 0,91%)
  • 09:47 WIB. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja - (Indonesia 67,49%), (Vietnam 76,60%), (Malaysia 68,70%),  (Singapura 67,70%), (Filipina 61,47%), 

Mau Pemilu Transparan? Makanya Pakai Blockchain Dong. . .

Mau Pemilu Transparan? Makanya Pakai Blockchain Dong. . . - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Indonesia memang telah usai. Namun, perdebatan masyarakat masih terus berlangsung terkait quick count.

 

Berkaca pada proses pemilu di negara-negara lain, perdebatan soal validitas, akurasi dan tingkat keamanan data-data hasil pemilihan sebenarnya sudah mulai ditinggalkan dengan mulai dimanfaatkan perkembangan teknologi yang ada. Salah satunya adalah penggunaan teknologi blockchain yang merupakan sistem pencatatan terbaru yang menggunakan metode desentralisasi data dengan menyambungkan banyak perangkat komputer dalam sebuah koneksi bersama.

 

Perangkat-perangkat yang saling terkoneksi tersebut nantinya saling berfungsi sebagai server atas data yang akan disimpan. Karena menggunakan banyak server sekaligus, maka setiap upaya editing dengan maksud peretasan dengan sendirinya bakal terendus karena masing-masing data di banyak server itu bakal saling memverifikasi. Ditambah lagi, dalam kurun waktu tertentu secara reguler data yang telah dimasukkan ke sistem bakal dikunci dalam ‘block’ dan tidak bisa diapa-apakan.

 

Baca Juga: Indonesia Ribut Klaim Data, Negara-Negara Ini Sudah Pakai E-Voting Untuk Pemilunya

 

Meskipun si pemilik data akan merevisi, data aslinya pun tidak akan terhapus, sehingga lebih aman terhadap segala upaya kecurangan. Terakhir, karena blockchain bersifat open source, maka semua pihak bisa melihat data dan segala aktifitas yang terjadi tanpa terkecuali. Hal ini mereduksi kemungkinan saling curigi antara masing-masing pihak yang terlibat dalam proses pemilihan.

 

Berbagai pertimbangan di atas itulah yang mendorong sejumlah negara untuk mulai memanfaatkan teknologi blockchain dalam proses pemilunya. Salah satu yang terbaru di Kota Denver, Negara Bagian Colorado, Amerika Serikat (AS) yang bakal melangsungkan pemilunya pada Mei 2019 mendatang.

 

Pemerintah setempat pun telah meminta bantuan pada Voatz, startup-startup asal Massachussetts, Amerika Serikat (AS), yang secara spesifik mengkhususkan bisnisnya pada layanan teknis pemanfaatan blockchain untuk pemilu. Sebelum dipercaya oleh pemerintah Denver, Voatz dalam empat tahun terakhir juga telah terlibat dalam sedikitnya lebih dari 30 ajang Pemilu di berbagai wilayah AS dengan hasil memuaskan.

 

Baca Juga: Ternyata Ini Dasar Prabowo Deklarasikan Kemenangan

 

“Memang di beberapa negara (pemanfaatan blockchain untuk pemilu) sudah mulai dilakukan. Cukup banyak juga, karena memang sudah pasti sangat membantu karena lebih aman, lebih transparan dan tentunya lebih efisien karena proses penghitungan suaranya juga bisa dilakukan jauh lebih cepat,” ujar Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), Oscar Darmawan, saat dimintai pendapatnya.

 

Namun demikian, Oscar pun buru-buru mengingatkan bahwa hal ini sepertinya belum akan bisa diterapkan di Indonesia dalam waktu dekat. Alasannya, perlu waktu persiapan yang tidak sebentar dan juga masyarakat Indonesia secara keseluruhan disebut Oscar juga diperkirakan belum cukup siap untuk menerapkannya.

 

Baca Juga: KPU Minta Dua Kubu Berhenti Klaim Kemenangan

 

“Untuk kita bisa ke sana Saya pikir masih jauh lah. Bahkan untuk electronic voting saja kita belum familiar dan masih banyak pro dan kontra, padahal untuk kehidupan sekarang kan semuanya sudah serba elektronik. Tapi ya kalau dalam hal itu (pemanfaatan blockchain untuk pemilu) menurut Saya masih belum (siap) lah,” tegas Oscar.

Baca Juga

Tag: Pemilu 2019, Blockchain

Penulis: Taufan Sukma

Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Pixabay

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,762.12 3,724.29
British Pound GBP 1.00 18,565.06 18,378.94
China Yuan CNY 1.00 2,002.78 1,982.01
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,107.19 13,966.82
Dolar Australia AUD 1.00 9,654.96 9,557.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,801.85 1,783.73
Dolar Singapura SGD 1.00 10,372.93 10,268.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,671.68 15,514.34
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,387.89 3,351.77
Yen Jepang JPY 100.00 12,978.10 12,845.42

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6186.868 34.751 667
2 Agriculture 1434.346 37.746 20
3 Mining 1474.400 -6.728 50
4 Basic Industry and Chemicals 979.828 11.348 76
5 Miscellanous Industry 1201.074 10.720 50
6 Consumer Goods 2055.194 19.613 56
7 Cons., Property & Real Estate 510.207 10.418 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1137.751 -1.677 76
9 Finance 1298.193 3.365 90
10 Trade & Service 766.195 1.154 166
No Code Prev Close Change %
1 REAL 100 170 70 70.00
2 VRNA 67 90 23 34.33
3 KARW 62 79 17 27.42
4 VINS 121 152 31 25.62
5 MSKY 1,000 1,250 250 25.00
6 AGAR 392 490 98 25.00
7 KPAL 232 290 58 25.00
8 MKPI 13,500 16,200 2,700 20.00
9 BWPT 104 121 17 16.35
10 DART 276 312 36 13.04
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 326 246 -80 -24.54
2 MASA 466 390 -76 -16.31
3 PDES 730 615 -115 -15.75
4 FORZ 70 59 -11 -15.71
5 DWGL 230 194 -36 -15.65
6 YULE 150 131 -19 -12.67
7 FILM 190 167 -23 -12.11
8 BCAP 165 146 -19 -11.52
9 IKAI 115 102 -13 -11.30
10 ICON 83 74 -9 -10.84
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 530 525 -5 -0.94
2 MNCN 1,390 1,395 5 0.36
3 TOWR 740 745 5 0.68
4 MAMI 326 246 -80 -24.54
5 ACES 1,550 1,485 -65 -4.19
6 WSKT 1,290 1,420 130 10.08
7 BBRI 4,220 4,170 -50 -1.18
8 BNLI 1,140 1,255 115 10.09
9 TLKM 4,060 4,100 40 0.99
10 ERAA 1,490 1,520 30 2.01