Portal Berita Ekonomi Kamis, 20 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:49 WIB. Miliarder -¬†Bernard Arnault masuk ke dalam klub eksklusif miliarder centibillionaires.
  • 14:38 WIB. China - Dell, Microsoft, dan Intel tolak proposal tarif untuk laptop China.
  • 14:27 WIB. Facebook - Parlemen AS panggil Facebook terkait Libra.
  • 14:04 WIB. Youtube - Perangi konten nakal, Youtube hapus 9 juta video.
  • 13:13 WIB. Samsung - Samsung¬†diprediksi rilis Galaxy Fold bersamaan dengan Galaxy Note 10 atau setelahnya.

Permintaan Global Terus Meningkat, Kinerja MARK Berpotensi Melesat

Permintaan Global Terus Meningkat, Kinerja MARK Berpotensi Melesat - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Seiring dengan makin tingginya kesadaran dan standar higienis di masyarakat, konsumsi atas produk sarung tangan karet di dunia juga terus meningkat signifikan. Dalam 15 tahun terakhir secara rata-rata pasar sarung tangan karet secara internasional konsisten tumbuh sekitar delapan hingga sepuluh persen per tahun.

Empat pemasok utama permintaan pasar sarung tangan karet tersebut berasal dari Malaysia, dengan kapasitas produksi kumulatif per akhir tahun 2018 lalu tercatat mencapai 169 miliar unit. Kapasitas itu masih jauh di bawah kebutuhan dunia yang pada saat yang sama mencapai 268 miliar unit.

Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), Ridwan Goh, mengatakan, produk sarung tangan karet merupakan produk sekali pakai (disposable) yang penggunaannya semakin meluas mencakup industri kesehatan, farmasi, makanan dan minuman, elektronik, industri, rumah tangga dan medis.

"Luasnya bidang pemakaian ini mendorong industri pendukung utamanya, yaitu produsen cetakan sarung tangan memperoleh kesempatan besar untuk ikut tumbuh dan berkembang secara pesat,” ujar Ridwan dalam keterangan resminya, di Jakarta, Minggu (21/4/2019).

Baca Juga: Uwow, Laba Mark Dynamics Melonjak 67%

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk sejauh ini memang dikenal sebagai salah satu produsen utama cetakan sarung tangan di dunia sekaligus menjadi pemasok utama produsen-produsen sarung tangan karet di level internasional. Pada tahun 2018 lalu produksi cetakan sarung tangan MARK mencapai 6,4 juta unit atau meningkat sebesar 28 persen dibandingkan dengan produksi tahun 2017 yang sebanyak lima juta unit. Peningkatan produksi ini diikuti dengan peningkatan nilai penjualan sebesar 35,7 persen pada tahun 2018 menjadi Rp325,47 miliar, dibandingkan dengan tahun 2017 sebesar Rp239,79 miliar.

“Permintaan cetakan sarung tangan kami yakini tidak akan mengalami penurunan, justru ikut terdorong (meningkat) mengingat masa pemakaiannya dalam produksi sarung tangan maksimal hanya satu tahun. Jika dipaksakan, bakal berdampak pada rusaknya kualitas sarung tangan yang diproduksi,” tutur Ridwan.

Sebagai penggerak bisnisnya, Ridwan pun memperkirakan konsumsi sarung tangan karet dunia pada tahun 2019 mendatang bakal mencapai 300 miliar unit, dengan nilai pasar mencapai US$4,8 miliar, atau setara dengan Rp67,871 triliun. Dari volume konsumsi sebesar itu, Malaysia masih diyakini bakal menjadi pemasok utama dengan kontribusi sebesar 63 persen, diikuti oleh Thailand sebesar 18 persen, China sebesar 10 persen dan Indonesia sebesar tiga persen.

“Pasar sarung tangan karet dunia masih sangat menjanjikan, mengingat konsumsi terbesar masih berasal dari negara-negara maju di Eropa dan Amerika, serta Jepang. Dari potensi yang ada di sana (industri sarung tangan karet), bisnis kami secara otomatis juga akan menikmati tren positifnya,” tegas Ridwan.

Tag: PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), Karet

Penulis: Taufan Sukma

Editor: Kumairoh

Foto: Annisa Nurfitriyani

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,814.89 3,776.33
British Pound GBP 1.00 18,144.14 17,956.97
China Yuan CNY 1.00 2,079.35 2,058.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,307.00 14,165.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,856.09 9,751.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,829.80 1,811.57
Dolar Singapura SGD 1.00 10,506.72 10,400.91
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,112.54 15,946.96
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,439.18 3,401.78
Yen Jepang JPY 100.00 13,277.96 13,142.51

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6335.698 -3.564 636
2 Agriculture 1412.814 5.106 21
3 Mining 1618.711 2.675 46
4 Basic Industry and Chemicals 770.641 11.276 71
5 Miscellanous Industry 1309.244 -10.662 47
6 Consumer Goods 2443.659 -20.168 52
7 Cons., Property & Real Estate 498.736 6.765 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1196.374 -1.489 74
9 Finance 1290.556 -2.124 90
10 Trade & Service 804.307 -0.238 159
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 189 254 65 34.39
2 MTPS 1,010 1,260 250 24.75
3 SFAN 318 396 78 24.53
4 GLOB 258 318 60 23.26
5 SRAJ 222 270 48 21.62
6 INKP 8,175 9,900 1,725 21.10
7 SIMA 87 104 17 19.54
8 POLL 1,560 1,850 290 18.59
9 CNTX 490 580 90 18.37
10 SDMU 58 68 10 17.24
No Code Prev Close Change %
1 BRAM 12,500 10,000 -2,500 -20.00
2 NICK 274 230 -44 -16.06
3 PNSE 600 525 -75 -12.50
4 BOLA 422 376 -46 -10.90
5 MNCN 1,125 1,015 -110 -9.78
6 SIPD 890 805 -85 -9.55
7 SSTM 400 362 -38 -9.50
8 ZONE 600 550 -50 -8.33
9 TFCO 510 470 -40 -7.84
10 MFMI 525 486 -39 -7.43
No Code Prev Close Change %
1 INKP 8,175 9,900 1,725 21.10
2 CSIS 97 103 6 6.19
3 MNCN 1,125 1,015 -110 -9.78
4 BMTR 400 376 -24 -6.00
5 TKIM 11,075 12,725 1,650 14.90
6 BBRI 4,290 4,310 20 0.47
7 TLKM 4,100 4,040 -60 -1.46
8 BTPS 3,050 2,860 -190 -6.23
9 BBCA 29,700 29,550 -150 -0.51
10 APLN 234 226 -8 -3.42