Portal Berita Ekonomi Senin, 27 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Quick Count Dipermasalahkan, Indonesia Tak Siap Terapkan E-Voting?

Quick Count Dipermasalahkan, Indonesia Tak Siap Terapkan E-Voting? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Silang pendapat dan saling klaim menjadi babak baru kontestasi Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) Indonesia pada tahun 2019 ini. Kubu calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mempertanyakan validitas dan akurasi data sistem hitung cepat (quick count) hasil lembaga-lembaga survei yang memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amien.

Kondisi ini menjadi catatan tersendiri bagi capaian demokrasi di Indonesia yang rupanya masih ‘alergi’ terhadap pemanfaatan teknologi dan ilmu pengetahuan seperti random sampling dan pendekatan teori statistika lainnya. Padahal jika berkaca pada negara-negara lain, sebagian diantaranya justru lebih terbuka dan satu langkah lebih maju dengan memanfaatkan sistem elektronik (e-voting) dalam proses pemilunya.

Baca Juga: Indonesia Dianggap Belum Siap, Daerah Ini Malah Sudah Gunakan E-Voting untuk Pilkades

Tak hanya agar lebih efisien, pemanfaatan sistem elektronik ini juga sebenarnya bisa menjawab silang-sengkarut yang kita hadapi saat ini. Dengan keseluruhan proses pemilu dilakukan secara elektronik, maka data yang dihasilkan tentu lebih bisa dipertanggungjawabkan karena lebih akurat. Selain itu, sistem e-voting dapat meminimalisasi peran kepentingan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab karena semua proses penghitungan dilakukan secara otomatic system sesuai pengaturan program yang disusun sejak awal.

Mengomentari perbandingan tersebut, Pengamat Politik, Ray Rangkuti, mengakui bahwa Indonesia cukup tertinggal dalam hal kesiapan pemanfaatan teknologi dalam proses pemilunya. Meski terbukti membawa sejumlah manfaat mulai dari kemudahan, efisiensi hingga transparansi, harus diakui bahwa masyarakat Indonesia hari ini masih sangat percaya dan berpedoman pada hitung manual serta cenderung selalu curiga dan tendensius terhadap penggunaan teknologi untuk membantu pelaksanaan Pemilu.

“Bisa kita lihat sendiri hari ini. Jangankan e-voting, pemilu sekarang yang masih dihitung secara manual dan hanya hasil datanya saja yang diinput ke sistem Komisi Pemilihan Umum (KPU), masih banyak disoal. Masih banyak protes, masih banyak yang nggak percaya. Jadi suka tidak suka, memang kita belum siap ke arah sana (e-voting),” ujar Ray, kepada Warta Ekonomi, Sabtu (20/4/2019).

Baca Juga: Untuk Pemilu di Indonesia, Pilih E-Voting atau I-Voting?

Menurut Ray, perlu kedewasaan berpikir dan berdemokrasi yang dipelopori oleh tokoh-tokoh politik nasional agar secara perlahan masyarakat Indonesia dapat mulai terbuka pikirannya dan mulai membuka diri terhadap pemanfaatan teknologi dalam proses pemilu. Dalam hal ini, perlu ada komitmen dari masing-masing tokoh politik nasional agar lebih mengedepankan kepentingan negara dan bangsa dengan turut mendorong pemanfaatan kemajuan teknologi dalam proses pemilu yang ada.

“Sebaliknya, kalau tokoh-tokoh (politik) nasionalnya hanya mengedepankan keuntungan electoral sesaat, mendahulukan kepentingan partai dan kelompoknya sendiri, ya akan susah. Massa yang ada di bawah juga akan terus termoderasi dan akan terus mencurigai setiap pemanfaatan teknologi dalam proses pemilihan, termasuk misalnya sistem e-voting,” tegas Ray.

Baca Juga

Tag: e-Voting, Pemilu Presiden (Pilpres), Pemilu 2019

Penulis: Taufan Sukma

Editor: Kumairoh

Foto: Antara/Rahmad

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,652.30 3,615.58
British Pound GBP 1.00 17,971.87 17,791.69
China Yuan CNY 1.00 1,975.11 1,955.32
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,700.16 13,563.84
Dolar Australia AUD 1.00 9,377.76 9,281.74
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,762.60 1,745.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,146.01 10,043.57
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,144.16 14,989.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,366.96 3,331.00
Yen Jepang JPY 100.00 12,517.28 12,390.46
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6244.109 -5.101 675
2 Agriculture 1373.668 -16.149 21
3 Mining 1477.166 -4.026 49
4 Basic Industry and Chemicals 971.995 6.046 77
5 Miscellanous Industry 1214.166 -14.289 51
6 Consumer Goods 2063.089 -15.731 57
7 Cons., Property & Real Estate 473.253 0.567 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1099.077 2.296 76
9 Finance 1378.649 3.256 92
10 Trade & Service 741.148 -4.067 167
No Code Prev Close Change %
1 INDO 147 198 51 34.69
2 RELI 130 170 40 30.77
3 LMAS 130 155 25 19.23
4 OMRE 930 1,100 170 18.28
5 KOTA 610 720 110 18.03
6 LPIN 256 298 42 16.41
7 INAF 810 925 115 14.20
8 SDPC 108 123 15 13.89
9 ALMI 308 348 40 12.99
10 PEGE 120 135 15 12.50
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 700 525 -175 -25.00
2 LMSH 446 338 -108 -24.22
3 POLA 171 145 -26 -15.20
4 GLOB 406 350 -56 -13.79
5 DMND 1,530 1,350 -180 -11.76
6 PCAR 324 288 -36 -11.11
7 IGAR 336 300 -36 -10.71
8 SKRN 520 466 -54 -10.38
9 NASA 620 560 -60 -9.68
10 KIOS 420 380 -40 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,700 1,690 -10 -0.59
2 TOWR 830 825 -5 -0.60
3 INAF 810 925 115 14.20
4 BMRI 7,775 7,925 150 1.93
5 LMAS 130 155 25 19.23
6 TCPI 6,875 7,000 125 1.82
7 NIKL 695 675 -20 -2.88
8 BBCA 34,200 34,050 -150 -0.44
9 PGAS 1,915 1,880 -35 -1.83
10 BBRI 4,740 4,740 0 0.00