Portal Berita Ekonomi Kamis, 04 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:22 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka melemah 0,05% pada level 2.921. 
  • 09:21 WIB. Bursa - Indeks Straits Times dibuka positif 0,44% pada level 2.712. 
  • 09:21 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka positif 0,15% pada level 24.361.
  • 09:20 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka menguat 0,67% pada level 22.766.
  • 09:19 WIB. Valas - Rupiah dibuka negatif 0,07% terhadap Dollar AS pada level 14.105 IDR/USD. 
  • 09:16 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,18% terhadap Yuan pada level 7,12 CNY/USD. 
  • 09:15 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap Yen pada level 108,92 JPY/USD.
  • 09:14 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,25% terhadap Poundsterling pada level 1,2543 USD/GBP. 
  • 09:14 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,11% terhadap Euro pada level 1,1221 USD/EUR.
  • 09:12 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.703 USD/troy ounce. 
  • 09:12 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 39,39 USD/barel. 
  • 09:11 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 36,59 USD/barel.
  • 09:00 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,70% di awal sesi I.

Apa Itu Value Investing?

Apa Itu Value Investing?
WE Online, Jakarta -

Menemukan harta karun dalam investasi saham bukanlah sebuah kemustahilan jika Anda bisa menerapkan strategi nilai investasi atau value investing. Pertama kali dikenalkan oleh investor profesional di awal abad ke-20, Benjamin Graham, value investing adalah startegi investasi untuk menemukan saham super dengan harga yang lebih murah dari harga wajarnya.

Strategi tersebut dilakukan dengan berfokus pada value dari saham tertentu melalui analisis rasio fundamental perusahaan, seperti harga wajar, laba, price to earning ratio (PER), arus kas perusahaan, kemampuan membayar utang, dan prospek masa depan dari perusahaan tersebut.

Murah Tapi Bukan Murahan

Dengan melakukan analisis tersebut, seorang investor dapat menemukan saham yang harganya murah alias di bawah harga pasar, namun bukan berarti saham tersebut murahan. Simak dua contoh analisis sederhana di bawah ini untuk memahaminya.

Baca Juga: Apa Itu Blue Chip?

Harga saham perusahaan A bertengger di level Rp10.000 dengan kemampuan menghasilkan laba per saham sebesar Rp500. Dengan begitu, price to earnings ratio (PER) dari perusahaan tersebut adalah Rp10.000 /  Rp500 = 20 kali.

Sementara itu, harga saham perusahaan B bertengger di level Rp1.000 dengan kemampuan menghasilkan laba sebesar Rp20. Dengan begitu, PER dari perusahaan tersebut adalah Rp1.000 / Rp20 = 50 kali.

Dua kasus di atas menunjukkan bahwa meskipun harga saham B lebih murah, secara PER, perusahaan B lebih mahal daripada perusahaan A. Sebab, perusahaan A hanya mempunyai PER 20 kali, sedangkan perusahaan B 50 kali.

Dasar Pemikiran Value Investing

Strategi value investing diklaim menjadi strategi yang penting untuk diterapkan investor. Hal tersebut berangkat dari kemungkinan bahwa pasar salah memahami perusahaan atau meremehkan potensi penghasilan yang sebenarnya dari perusahaan tersebut.

Baca Juga: Apa Itu Insider Trading?

Seorang investor yang cerdas dapat memperkirakan berapa nilai perusahaan sebenarnya tanpa melihat di mana pasar menentukan harganya. Jika Anda telah menemukan perusahaan yang dinilai rendah, Anda dapat berinvestasi dengan harga pasar yang rendah. Ketika pasar mengetahui berapa nilai sebenarnya dari perusahaan itu, harga saham otomatis akan meningkat dan di saat itulah Anda dapat menjual saham tersebut.

Keunggulan dan Kelemahan Value Investing

Mengapa strategi value investing amat disarankan bagi para investor? Sebab, strategi ini dapat dilakukan oleh siapa pun, bukan terbatas pada investor dengan modal besar, melainkan juga investor dengan modal minim. Kuncinya, Anda harus rajin membaca dan cermat dalam menilai pasar.

Selain itu, strategi ini diakui memiliki risiko yang lebih rendah. Pasalnya, strategi value investing lebih baik diterapkan dalam jangka panjang sehingga investor dapat terhindar dari fluktuasi pasar yang umumnya terjadi dalam jangka pendek.

Baca Juga: Apa Itu Angel Investor?

Meskipun begitu, value investing mempunyai kelemahan, yaitu adanya paksaan bagi investor tersebut untuk ber-mindset investor. Artinya, strategi ini diklaim kurang cocok untuk seseorang dengan mindset trader jangka pendek.

Fluktuasi pasar dalam jangka waktu yang lebih kecil membuat seseorang cenderung mengambil keputusan secara emosional ketimbang rasional, di mana hal itu berlawanan dengan prinsip value investing yang dapat memberikan return yang optimal jika dilakukan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Apa Itu Growth Hacking?

Selain itu, dalam strategi value investing, penting untuk mempertimbangkan intrinsic value, di mana hal itu cukup sulit untuk diukur. Intrinsic value adalah nilai sebenarnya atau nilai wajar yang terkandung dari sebuah saham. Kesulitan mengukur intrinsic value sangat bergantung pada informasi yang tersedia dan dapat diakses oleh investor tersebut.

Baca Juga

Tag: Value Investing, Value Investing, Growth Investing, Istilah Investasi, blue chip, Investasi, Pasar Modal, Angel Investor, investor

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Imagenesmy

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,815.12 3,775.14
British Pound GBP 1.00 18,001.23 17,820.69
China Yuan CNY 1.00 2,014.10 1,993.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,316.23 14,173.78
Dolar Australia AUD 1.00 9,921.15 9,821.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,847.18 1,828.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,235.38 10,132.09
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.57 15,851.96
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,360.62 3,321.72
Yen Jepang JPY 100.00 13,200.77 13,068.21
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4941.006 93.499 692
2 Agriculture 997.725 31.041 22
3 Mining 1282.050 11.604 49
4 Basic Industry and Chemicals 767.744 8.203 78
5 Miscellanous Industry 876.889 22.684 52
6 Consumer Goods 1838.287 17.789 58
7 Cons., Property & Real Estate 333.010 6.543 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 899.989 16.455 78
9 Finance 1027.339 31.820 93
10 Trade & Service 614.307 2.724 172
No Code Prev Close Change %
1 MLPL 52 70 18 34.62
2 DPUM 84 107 23 27.38
3 IDPR 124 155 31 25.00
4 MLPT 565 705 140 24.78
5 DPNS 218 272 54 24.77
6 KREN 77 96 19 24.68
7 KRAH 498 620 122 24.50
8 KBLV 308 382 74 24.03
9 PYFA 496 595 99 19.96
10 TAMU 62 74 12 19.35
No Code Prev Close Change %
1 SKRN 575 535 -40 -6.96
2 MAYA 6,500 6,050 -450 -6.92
3 ASRM 1,810 1,685 -125 -6.91
4 TRUS 350 326 -24 -6.86
5 NATO 498 464 -34 -6.83
6 EMTK 5,000 4,660 -340 -6.80
7 NASA 206 192 -14 -6.80
8 STTP 7,725 7,200 -525 -6.80
9 TMPO 148 138 -10 -6.76
10 SOTS 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,180 3,100 -80 -2.52
2 BBTN 925 1,010 85 9.19
3 BBCA 26,800 28,900 2,100 7.84
4 JPFA 980 1,165 185 18.88
5 PGAS 885 970 85 9.60
6 PURA 77 75 -2 -2.60
7 BMRI 4,620 4,860 240 5.19
8 BBNI 3,970 4,130 160 4.03
9 TLKM 3,250 3,290 40 1.23
10 ICBP 8,475 8,500 25 0.29