Portal Berita Ekonomi Selasa, 21 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:59 WIB. AS - Usai blacklist Huawei, AS kini incar IDJ, perusahaan pembuat drone asal China.
  • 20:57 WIB. Telkomsel - Telkomsel kini seperti Softbank, mulai kucurkan dana ke startup.
  • 20:54 WIB. Huawei - Huawei punya Hongmeng, sistem operasi pengganti Android di ponsel buatannya.
  • 20:44 WIB. Samsung - Samsung hadirkan Galaxy Land pertama di Indonesia.
  • 20:43 WIB. Twitter - Jokowi dan Sandiaga Uno jadi tokoh terpopuler Pemilu 2019 di Twitter.
  • 20:42 WIB. Xiaomi - Xiaomi terus pantau sanksi AS ke Huawei.
  • 20:41 WIB. Vivo - Momen Lebaran, Vivo kasih promo berhadiah liburan ke Bali.
  • 20:38 WIB. Xiaomi - Xiaomi klaim jalur perakitan Redmi Note 7 terpanjang.
  • 20:37 WIB. Redmi - Redmi umumkan akan rilis K20 pada 28 Mei di China.
  • 20:36 WIB. Hoaks - Kemenkominfo tambah pengawas hoaks usai Jokowi menang Pilpres 2019.
  • 20:35 WIB. Google - Google sebut ponsel Huawei dan Honor masih bisa pakai Android.
  • 20:35 WIB. Huawei - Pemerintah AS buka kesempatan bagi Huawei untuk beli barang buatan AS. 
  • 20:32 WIB. Google - Google lacak transaksi belanja online lewat Gmail.
  • 20:31 WIB. Grab - Grab rekrut 200 ahli demi tangkal kecurangan.
  • 20:31 WIB. Instagram - Jutaan data influencer Instagram bocor.

Kubu Prabowo 'Seperti Kura-Kura' dalam Perahu

Kubu Prabowo 'Seperti Kura-Kura' dalam Perahu - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Anggota TKN Jokowi-Ma'ruf, Inas Nasrullah Zubir, mengatakan juru debat kubu Prabowo Subianto yang juga Wakil Ketua Komisi II dari Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria seperti kura-kura dalam perahu.

"Riza Patria seperti kura-kura dalam perahu alias pura-pura tidak tahu bahwa pemilihan komisioner KPU pada saat itu belum ada koalisi paslon 01 maupun paslon 02, di mana fraksi-fraksi di DPR masih cair dan bahkan PAN masih bergabung dengan Kabinet Kerja Jokowi," ujarnya di Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Ia menambahkan, DPR saat ini seperti tak memiliki oposisi. Menurutnya, bisa saja semua fraksi di Komisi II DPR menyepakati 7 nama komisioner KPU atas nama kepentingan.

Baca Juga: Kubu Prabowo Tantang Politisi PDIP Jemput Habib Rizieq

"Sudah menjadi rahasia umum di DPR bahwa yang namanya oposisi di DPR sama sekali tidak ada, yang ada adalah kepentingan, sehingga semua 10 fraksi bisa saja saling bekerja sama tanpa melihat lagi oposisi maupun koalisi pemerintah, bahkan bisa terjadi misalnya dalam komposisi voting di komisi, terbentuk kelompok Gerindra, PDIP, PAN, Hanura bergabung lalu berhadapan dengan kelompok Golkar, PKS, PKB, NasDem, PPP," jelasnya.

"Sedangkan pemilihan komisioner KPU RI dari 14 orang calon yang dikirim pansel ke DPR, bukan berdasarkan koalisi maupun oposisi tapi berdasarkan usulan fraksi dengan anggota terbanyak. Karena komisioner KPU RI hanya 7, maka yang bisa mengusulkan hanya PDIP, Golkar, PKB, Gerindra, Demokrat, PAN, PKS, sedangkan PPP, NasDem, dan Hanura hanya memberikan penguatan kepada usulan fraksi-fraksi besar," sambungnya.

Baca Juga: Prabowo Belum Ungguli Jokowi di Data KPU

Soal dugaan kerja sama di antara fraksi-fraksi besar di DPR terkait kesepakatan pemilihan nama komisioner KPU saat ini. "Bisa juga fraksi besar mengusulkan 2 orang calon komisioner dengan bekerja sama dengan fraksi yang kecil sehingga punya orang di KPU sejumlah 2 komisioner," katanya.

Sebelumnya, juru debat BPN, Ahmad Riza Patria, yang juga Wakil Ketua Komisi II dari Fraksi Partai Gerindra, membeberkan komposisi fraksi di DPR. Ia menyebut hanya ada 4 fraksi partai pendukung Prabowo-Sandiaga di parlemen dari 10 fraksi yang ada sehingga tuduhan 5 komisioner KPU diusulkan fraksi pendukung 02 menurutnya tidak masuk akal.

Tag: Prabowo Subianto Djojohadikusumo, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Joko Widodo (Jokowi), Pemilu

Penulis/Editor: Irfan Mualim

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,876.15 3,836.82
British Pound GBP 1.00 18,500.33 18,315.59
China Yuan CNY 1.00 2,106.68 2,085.81
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,534.00 14,390.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,048.81 9,942.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,851.80 1,833.42
Dolar Singapura SGD 1.00 10,567.88 10,461.65
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,231.57 16,065.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,475.37 3,438.47
Yen Jepang JPY 100.00 13,193.54 13,060.45

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5951.372 44.251 633
2 Agriculture 1366.777 14.842 21
3 Mining 1624.810 15.212 47
4 Basic Industry and Chemicals 712.136 4.816 71
5 Miscellanous Industry 1221.444 17.621 46
6 Consumer Goods 2370.755 11.367 52
7 Cons., Property & Real Estate 441.498 6.423 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1080.867 1.302 74
9 Finance 1194.094 9.687 90
10 Trade & Service 790.186 6.735 156
No Code Prev Close Change %
1 CNTX 472 590 118 25.00
2 BSSR 1,280 1,600 320 25.00
3 MASA 454 565 111 24.45
4 INCF 214 266 52 24.30
5 SKBM 300 372 72 24.00
6 MCOR 121 150 29 23.97
7 RELI 202 250 48 23.76
8 MINA 1,240 1,530 290 23.39
9 POOL 1,885 2,280 395 20.95
10 MKPI 13,975 16,725 2,750 19.68
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 570 464 -106 -18.60
2 NIPS 260 218 -42 -16.15
3 KOIN 250 212 -38 -15.20
4 YPAS 525 452 -73 -13.90
5 POSA 460 398 -62 -13.48
6 BALI 1,780 1,550 -230 -12.92
7 IIKP 70 61 -9 -12.86
8 TRIS 238 210 -28 -11.76
9 CITY 344 308 -36 -10.47
10 BRAM 9,025 8,100 -925 -10.25
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,750 3,750 0 0.00
2 MNCN 925 945 20 2.16
3 APLI 81 75 -6 -7.41
4 TLKM 3,600 3,600 0 0.00
5 BBCA 26,900 27,300 400 1.49
6 ABBA 142 153 11 7.75
7 BMRI 7,225 7,250 25 0.35
8 UNTR 24,500 24,725 225 0.92
9 MTPS 1,140 1,165 25 2.19
10 BBNI 8,425 8,600 175 2.08