Portal Berita Ekonomi Senin, 01 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:26 WIB. Bursa - Indeks Straits Times dibuka 1,40% pada level 2.545.
  • 09:25 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka positif 1,27% pada level 2.888.
  • 09:25 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka positif 1,17% pada level 22.134.
  • 09:24 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka menguat 1,34% pada level 2.056.
  • 09:21 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka menguat 0,05% pada level 24.399.
  • 09:20 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,51% terhadap Poundsterling pada level 1,2406 USD/GBP.
  • 09:19 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,28% terhadap Euro pada level 1,1132 USD/EUR.
  • 09:19 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,31% terhadap Yuan pada level 7,11 CNY/USD.
  • 09:18 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,10% terhadap Yen pada level 107,72 JPY/USD.
  • 09:16 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.737 USD/troy ounce. 
  • 09:16 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 37,61 USD/barel.
  • 09:15 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 35,25 USD/barel.

Fintech Banyak Fraud? Ingat 97% Orang Indonesia Tak Niat Maling

Fintech Banyak Fraud? Ingat 97% Orang Indonesia Tak Niat Maling
WE Online, Jakarta -

Lembaga pinjaman online atau financial technology (fitnech) lending saat ini tengah menjadi sorotan. Terutama dalam hal banyaknya non-performing loan (NPL) atau kredit macet, besarnya bunga yang diberikan perusahaan fintech dinilai menjadi salah satu penyebabnya.

Lantas apa yang harus dilakukan pelaku fintech sekarang? Menurut Donald Wihardja, partner di Convergence Ventures, yang perlu dicatat adalah pada dasarnya 97% orang Indonesia itu bertipikal bagus, termasuk dalam mengajukan pinjaman atau berutang. Artinya, hanya 3% orang yang dasarnya berniat untuk ngemplang atau tidak mengembalikan pinjaman.

"Hanya 3% yang memang dasarnya maling, sudah kebiasaannya, dari hari pertama meminjam, memang tidak mau meminjam (berniat tidak bayar)," ujar Donald.

Maka dari itu, agar tidak terjadi fraud, perusahaan fintech lending harus menghindari tipe orang yang jumlahnya 3% itu. Jadi, yang dibutuhkan oleh perusahaan bukan credit scoring, tapi fraud detection untuk mengetahui calon nasabah yang diberi pinjaman memiliki bad attention atau tidak. "Kalau bisa menghindari, NPL akan bagus," imbuh Donald.

Baca Juga: Marak Fintech Abal-Abal, Ini Dia Tips Aman Raih Pinjaman Dana Online

Baca Juga: Fintech China Mau Masuk Indonesia, Kerja Sama Bareng Bank BUKU IV

Kedua, lanjut Donald, orang Indonesia itu banyak yang tidak mengerti kebijakan meminjam uang. Jadi, perusahaan fintech seharusnya tidak memberikan pinjaman sesuai yang diminta, tapi memberi sebanyak yang akan sanggup untuk dibayar.

Donald mencontohkan, ada orang yang diberi pinjaman Rp3 juta, uangnya selalu balik. Tapi, ketika diberi pinjaman Rp10 juta, nasabah itu tidak akan sanggup membayar. Jadi, ada level tertentu yang membuat hidup mereka menjadi semakin bagus, tapi ada level tertentu yang membuat mereka justru terjerat utang.

"Jadi, harus benar-benar tahu kapasitas orang itu untuk membayar kembali pinjamannya bagaimana," ujar Donald.

Dengan dasar bahwa orang Indonesia adalah peminjam yang baik, lanjut Donald, maka dalam melakukan penagihan juga harus dilakukan dengan baik. Tidak boleh menagih dengan kekerasan, blackmail atau ancaman. Orang Indonesia memiliki sopan santun, maka saat akan menagih pun harus dengan baik-baik.

Jika disebut bunga fintech itu besar, menurut Donald, bunga fintech sebesar 1% lebih ringan jika dibandingkan dengan pemberi kredit yang biasanya beroperasi di pasar. Ada yang pagi-pagi memberikan pinjaman, malam-malam sudah ditagih lagi dengan bunga 10-20%.

"Ya itu tantangan fintech lending, kalau gampang pasti sudah dikerjakan oleh bank," ujar Donald.

Baca Juga

Tag: Financial Technology (Fintech), Fraud

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Rosmayanti

Foto: Unsplash/Rawpixel

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43